Mesin Kasir | Barcode | Ritel

Moderenisasi ritel apakah identik dengan kapitalisme ? @ mesin kasir

Maret 30, 2008 · & Komentar

Kalau kita melihat pertumbuhan toko dengan format moderen seperti hypermarket , supermarket dan mini market saat ini, kadang timbul pertanyaan kok seolah olah dimana mana tempat belanja melululu, apa kita semua disuruh konsumtif? Adakah pernah terlintas dibenak kita demikian?Coba kita mundur 2 dekade kebelakang sekitar awal 80an, paling paling namanya supermarket HERO, GELAEL, Golden Truly, Matahari , Sarinah dll itupun adanya di kota besar. Kalau kita ke kota kecil ada sih tapi masih formatnya semi moderen.Paling kalau butuh barang kita masih terbiasa beli di toko kelontongan atau P&D (provisien en dranken)/ makanan dan minuman ada juga yang menyebut toko palen, entah apa persisnya asal katanya. Saat ini bila kita lihat mini market dan jenis Convenience Store moderen menjamur dimana mana. Apalagi kalau mau musim puasa dan lebaran juga natal/ tahun baru wah rasanya padatnya luar biasa orang belanja. Karena usaha usaha ritel tadi banyak tumbuh dimana mana nuansa persaingan pun tak terelakan lagi. Yang sering kita dapatin banyak mini market seperti indomaret buka bersebelahan dengan alfamart. Di depannya pun kita lihat harga murah “jor joran” di pampang. Walau kita tahu itu hanya trik untuk mengundang pelanggan datang saja, karena kadangkala harga itu barangnya terbatas dan bisa jadi periodenya singkat dan terbatas sekali.Kita lihat konsep pasar tradisonal jaman dulu dan sekarang aroma persaingan tidak se fantastis toko moderen, malah ada kalangan kecil menghubungkan persaingan dengan nuansa klenik (supra natural) di pelaku pasar tradisonal, coba saja kalo pagi pagi kita beli pernah tidak begitu habis kita bayar karena kita pembeli pertamanya dia, penjualnya bilang “penglaris penglaris” sambil uang dari kita di usap usapkan ke barang dagangannya yang ada ( hal yang menurut nalar aneh) tapi masih sering kita jumpai.Kembali ke pasar moderen. Kita lihat bagaimana pasar moderen berlomba meraih dan menarik minat belanja konsumen, entah dengan berbagai macam program voucher, member/anggota dimana kadangkala ada potongan harga dan point nya serta berbagai macam discount / potongan harga yg kadang juga sifatnya membodohi dan merugikan konsumen.Tapi memang ini tidak terlepas dari perubahan ekonomi skala makro dan mikro dimana perekonomian kita mengarah pada pasar kapitalis yang sangat kental dengan unsur konsumerisme (konsumtif) . Yang penting profit dan berkembang masalah efek samping nomer kesekian sekian. Namun suka atau tidak semua mengarah kesana tanpa kita bisa berbuat banyak. Kalau mau eksis orang bilang kita juga harus ikut mainsteam.

Lembaga konsumen kita masih kurang berdaya, ini juga karena konsumen kita sendiri selain kurang kritis dan nrimo juga kurang bersatu untuk menegakkan haknya

Pada akhirnya kita bisa berharap adanya keseimbangan pertumbuhan ekonomi yang ada terutama tumbuhnya bidang usaha ritel yang moderen bisa berdampak positif bukan malah sebaliknya, bagaimana pendapat Anda?

Kategori: barcode · cash register · grosir · mesin kasir · mini market · point of sale · ritel · waralaba
Ditandai: , , , , , , , , , , , , ,

2 tanggapan so far ↓

  • Farid // Mei 30, 2008 pada 12:57 pm

    Hallo..Mesinkasir,artikelnya menarik n’ berfariasi,blog ini bisa menjadi sumber informasi yang bagus untuk pebisnis retail..boleh ya saya copy artikel diatas untuk blog saya?..tentunya akan sy kasih sumber artikelnya.
    N’ sy ngelink ya..biar gampang nyarinya saat dibutuhkan.Mohon info balik ya.Thanks

  • mentarye // September 9, 2009 pada 11:09 am

    aku tidak mendapatkan apa yang aku cari di sini

Tinggalkan sebuah Komentar