Stok Opname, minimisasi kebocoran aset dan inventori @ mesin kasir

Seseorang yang bijak pernah mengatakan ” kita bisa membantu orang lain untuk tidak berbuat hal jelek dengan mengurangi kesempatan untuk melakukannya” . Ada satu cerita tentang 2 orang jemaah yang pergi shalat Jum’at. Salah satu katakanlah si A dia meletakan sandalnya yang bagus tersebut di teras masjid karena
kebetulan tidak ada tempat penitipan, dia tinggalkan begitu saja tanpa merasa punya pikiran was was kalau
nantinya sandalnya yang bagus itu hilang. Dalam pikiran si A kalaupun akhirnya hilang berarti sandal tadi
ada yang lebih membutuhkan dan dia ikhlas melepasnya.

Sedang si B dengan membawa kantung plastik membungkus sandal bagus yang ia miliki di kantung plastik
tadi lalu  membawanya masuk dan diletakan di dekat ia shalat.

Kira kira Apa yang Anda pikirkan terhadap sikap dua orang tadi? apakah yang bertama si A orang yang tidak
pelit dan si B orang yang kikir? mungkin sekilas bisa demikian. Namun ketika di tanya si B bilang apakah
alasannya melakukan  hal tadi? ternyata dia menjawab maksudnya melakukan itu agar tidak memberikan kesempatan orang yang semula berniat mencuri untuk mencuri setelah melihat adanya kesempatan itu.

Artinya kita bisa membantu orang lain tidak tergoda untuk berbuat tidak baik/ mencuri dengan cara
mengurangi kesempatan yang terbuka untuk melakukannya.
Di Usaha Ritel / Toko seringkali kehilangan barang dagangan menjadi momok bagi pemilik Toko.
Di beberapa media kadang kita membaca adanya sindikat pencuri barang barang disupermarket atau toko
toko dengan ter organisir. Ketidak cocokan jumlah barang nyata/ riil dengan pembukuan kita baik di kartu stok manual maupun di data stok komputer bisa diakibatkan beberapa hal, bisa karena kurang telitinya dalam membukukan dan menghitung atau bisa dikarenakan adanya pencurian barang/ stok.
Pencurian barang/ stok toko bisa dilakukan oleh pihak luar eksternal bisa juga oleh orang dalam atau internal toko sendiri.

Untuk hal itu kita pernah mengenal stok opname barang atau penghitungan dan pencocokan kembali jumlah
stok barang nyata dengan data pembukuan kita sebagai patokan stok yang kita anggap benar. Kadang toko ketika melakukan hal ini harus merelakan tutup agar penghitungannya bisa lebih cermat dan tidak terganggu, misal kitika barang sudah dihitung eh ternyata stoknya dibeli pelanggan.

Setelah stok opname dilakukan barulah proses penyesuaian dilakukan (adjustment) dari sini kita bisa melihat
berapa tingkat selisih atau kebocoran inventori kita.

Hal yang sama juga bisa dilakukan sebuah instansi untuk meinventarisasi asset yang dimiliki. Biasanya  setiap periode sekali perlu pencatatan asset asset tadi untuk melihat  kecocokan data terakhirnya.

Saat ini ada alat bantu yang bisa memudahkan kita untuk melakukan hal ini, alat ini sering di istilahkan dengan
nama PDT (Portable Data Terminal) atau MDT (Mobile Data Terminal). Sebuah alat mirip sebuah Handphone tapi dilengkapi dengan barcode scanner yang terintegrasi dimana fungsinya untuk menyimpan dan mencatat hasil stok opname yang nantinya akan di sesuaikan dengan data komputer. Alat ini fungsinya lebih tepat untuk menggantikan buku stok yang digunakan waktu pencatatan.

Di tiap tiap barang sudah ada identifikasinya berupa nomer kode barcode , PDT menscan barcode tadi dan
kemudian baru di inputkan jumlah stoknya, saat ini penggunaannya bukan hanya untuk sekedar stok opname saja melainkan juga banyak digunakan untuk pencatatan meteran PLN, PDAM, aktifitas penjualan Salesman dll

Dikemudian hari dengan teknologi RFID kita bisa lakukan proses ini dengan RFID reader dan ini bisa lebih
cepat dan  cermat.

Dengan dilakukan pencatatan stok atau aset menggunakan teknologi ini maka  tidak perlu lagi tutup toko waktu proses stok opname dilakukan dan stok opname bisa kita lakukan sesering yang kita kehendaki, ujung ujungnya kita lebih dini bisa memantau ketidak cocokan data stok kita dan ini bisa segera mungkin kita ambil tindakan untuk antisipasinya

Maka kontrolpun bisa kita lenih maksimalkan dan pada akhirnya semakin sempit ruang gerak pihak yang
akan berbuat  tidak baik/ mencuri barang dan dengan kata lain semakin tertutup kesempatan untuk orang lain berbuat dosa/ keburukan.

Alat ini (PDT) sebetulnya bisa lebih luas dari ini penggunaanya seperti di aplikasi Cargo/ Forwarding, ticketing, securiti dll

Artikel Menarik Lain:

You can leave a response, or trackback from your own site.

3 Responses to “Stok Opname, minimisasi kebocoran aset dan inventori @ mesin kasir”

  1. Ta~Nia MART says:

    mohon kami diberi price list utk produk yg berkaitan dg perangkat retail disertai pengiriman fob bontang, kaltim.

  2. Asmara Putra says:

    PDT (Portable Data Terminal) atau MDT (Mobile Data Terminal) ..mohon diberikan info tentang kisaran harga alat tersebut…trims

Leave a Reply