Peta Ritel Indonesia Setelah Masuknya Lotte @ mesin kasir

Perusahaan ritel Lotte Group asal Korea Selatan akhirnya yang membeli seluruh saham PT Makro Indonesia dari SHV Holding N.V dan sejumlah pemilik saham lainnya.

Kesepakatan akuisisi dilakukan hari ini dan dilanjutkan dengan peninjauan gerai Makro oleh perwakilan Lotte.

“Kami menerima tawaran dari berbagai pihak yang terdiri dari pemain lama dan baru di industri ini, baik dari dalam maupun luar negeri. Lotte Group terpilih setelah melewati rangkaian proses seleksi,” kata Joost van Klink, juru bicara SHV seperti dikutip dari rilis Makro yang diterima hari ini.

Klink mengatakan Lotte Group menunjukkan keinginan dan kemampuan untuk membawa bisnis yang telah dibangun Makro ke arah yang lebih baik, serta memiliki kesungguhan dan minat jangka panjang untuk berkecimpung dalam pasar ritel di Indonesia.

Makro Indonesia didirikan pada Oktober 1991 dan membuka gerai pertamanya di Pasar Rebo, Jakarta pada September 1992. Saat ini Makro Indonesia memiliki 19 gerai di Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Sementara itu, Lotte Group merupakan kelompok usaha yang bergerak dalam berbagai bidang usaha dan menjadi terbesar kelima di Korsel. Lotte Group bergerak di kegiatan bisnis seperti makanan dan minuman, distribusi ritel, petrokimia, konstruksi dan keuangan.

Juru bicara SHV Joost van Klink mengatakan bahwa Lotte Group mempunyai kesungguhan dan keyakinan untuk membawa bisnis ini dapat terjun dalam pasar ritel di Indonesia dalam jangka panjang.

Sesuai dengan syarat-syarat perjanjian, Lotte Group akan mengambil alih gedung, tanah, kontrak sewa, karyawan dan inventaris Makro Indonesia sebagai satu paket menyeluruh.

Presiden Direktur Makro Indonesia Kuswanto Gunadi mengatakan Lotte Group mengambil alih Makro Indonesia sebagai bisnis yang berjalan dengan baik, dan seperti biasa tetap akan buka dari jam 7 pagi hingga 10 malam.

Makro Indonesia dan Lotte Group akan memastikan proses transisi berjalan lancar dalam beberapa bulan ini untuk meminimalisasi hambatan yang akan dialami para karyawan, pelanggan, dan pemasok.

Lotte Group menandatangani kesepakatan untuk membeli seluruh saham PT Makro Indonesia kemarin, sekaligus menyisihkan rivalnya.

Joost van Klink, juru bicara SHV Holdings N.V. (SHV)-pemilik Makro Indonesia, mengatakan peritel yang mengajukan penawaran pembelian Makro kebanyakan raksasa dunia, seperti Tesco, Casino, dan Carrefour.

“Kami menerima tawaran dari para pemain lama dan baru di industri ini baik dari dalam maupun luar negeri. Lotte Group terpilih setelah melewati rangkaian proses seleksi,” ujar Joost van Klink melalui siaran pers Makro Indonesia, kemarin.

Lotte dinilai menunjukkan keinginan dan kemampuan membawa bisnis ini ke arah yang lebih baik serta memiliki kesungguhan dan minat jangka panjang untuk berkecimpung dalam pasar ritel di Indonesia.

SHV Holdings N.V. (SHV) merupakan pemilik PT Makro Indonesia, bersama sejumlah pemegang saham lainnya. Bloomberg menyebutkan Lotte Group membeli Makro Indonesia dengan nilai US$223 juta.

Dalam perjanjian menyebutkan Lotte Group akan mengambil alih gedung, tanah, kontrak sewa, karyawan dan inventaris Makro Indonesia sebagai satu paket yang menyeluruh.

Untuk menjamin berjalan lancarnya proses transisi sehingga tidak menimbulkan masalah bagi karyawan, pelanggan, dan pemasok, dalam beberapa bulan mendatang ke depan, Makro Indonesia dan Lotte Group akan bekerja sama.

“Lotte Group akan mengambil alih Makro Indonesia sebagai bisnis yang masih memiliki usaha yang berjalan dengan baik. Karenanya, bisnis berjalan seperti biasa, 19 gerai kami akan tetap buka dari pukul 07.00-22.00 setiap hari,” kata Kuswanto Gunadi, Presiden Direktur Makro Indonesia.

Pasar potensial

Dalam kesempatan terpisah Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Benjamin J Mailool mengatakan kembali masuknya merek asing di Indonesia menunjukkan sektor ritel di Indonesia menjadi sasaran bidik yang menarik.

“Masuknya Lotte menunjukkan peningkatan kepercayaan asing akan prospek bisnis ritel di Indonesia. Penduduknya yang berjumlah 220 juta orang� sangat menarik, sementara penetrasi pasar swalayan [modern] di Indonesia masih sangat kecil,” kata Benjamin.

Sebaliknya, kehadiran pemain asing terutama yang membawa format hipermarket ke Indonesia merupakan tantangan bagi pemasin lokal untuk bersaing, mengingat hipermarket merupakan format toko yang tengah digandrungi konsumen untuk membeli barang kebutuhan sehari-hari.

“Hadirnya Lotte menjadi tantangan bagi pemain lokal, dan menjadi tugas pemerintah [untuk menciptakan kondisi bisnis] bagi peritel lokal untuk tetap hidup,” kata Benjamin.

Lotte Group terbesar kelima di Korea Selatan. Lotte Group memiliki 45 perusahaan afiliasi dengan total aset mencapai 31 miliar euro dan pendapatan bersih sebesar 23 miliar euro pada 2007.

Lotte Group bergerak dalam bisnis seperti makanan dan minuman, distribusi ritel, petrokimia, konstruksi, dan keuangan.

Sementara dari peringkat omzet di sektor ritel yang dipublikasikan majalah Retail Asia menunjukkan Lotte menempati peringkat pertama di Korsel.

Di bawah perusahaan Lotte Shopping menjalankan ritel multiformat, yaitu department store Lotte, hipermarket Lotte Mart, dan supermarket Lotte Super.

Makro Indonesia didirikan pada Oktober 1991. Makro Indonesia memiliki 19 gerai di Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi, melayani sekitar 500.000 pelanggan.

Seperti diketahui pemerintah memperbolehkan modal 100% asing untuk toko modern berformat hipermarket atau supermarket dengan luas areal belanja lebih dari 1.200 m2, dan department store yang luasnya di atas 2.000 m2.

Artikel Menarik Lainnya:

Kuburan Di Jepang Menggunakan Barcode @ mesinkasir
Kepemilikan Hero Supermarket (Giant) Hampir 100 Persen Dikuasai Asing
Indonesia Berseteru Dengan AS Soal Rokok Kretek
Nama Yang Baru Untuk McDonald's Yaitu ToniJack's

Leave a Comment