Masih Ingatkah kita pada “krisis moneter” tahun 1998 atau lebih dikenal dengan krisis keuangan Asia dimana krisis tersebut tidak bisa kita pisahkan dengan salah satu lembaga keuangan dunia IMF (Dana Moneter Internasional) yang setelah itu kita bisa rasakan dampak rentetannya seperti tingginya suku bunga dan proses privatisasi BUMN kita. Dalam Krisis Keuangan Amerika saat ini yang berdampak pula pada Krisis Keuangan Dunia baru baru ini IMF melalui Direkturnya Dominique Srauss-Kahn mengeluarkan statemen sekaligus prediksi bahwa ” Sistem keuangan dunia berada di ambang “hancur-lebur” secara sistemik. “Intensifying solvency concerns about a number of the largest US-based and European financial institutions have pushed the global financial system to the brink of systemic meltdown,” said Mr Strauss-Kahn.

Dominique Srauss-Kahn mengatakan krisis itu dimarakkan oleh ketakutan terhadap bank-bank yang berhutang banyak tetapi menambahkan negara-negara kaya sejauh ini gagal memulihkan kepercayaan.
Ia mengatakan itu setelah berembuk dengan Presiden George Bush, para menteri keuangan Kelompok G7, dan Bank Dunia.
Bush mengatakan krisis ekonomi global memerlukan reaksi bersama internasional.
Berbicara di Washinton hari Sabtu, Strauss-Kahn mengatakan, “Kekhawatiran yang besar terhadap kebangkrutan sejumlah lembaga keuangan besar yang berpusat di Amerika Serikat dan Eropa mendorong sistem keuangan dunia ke ambang kehancuran sistemik.
![]() |
|
| Bush bersama para menteri keuangan negara-negara kaya G7 |
Kepala IMF itu bertemu di Gedung Putih dengan para menteri keuangan dari negara-negara industri terkaya, G7, yaitu AS, Kanada, Prancis, Jerman, Inggris, Italia dan Jepang, serta presiden Bank Dunia, robert Zoellick.
Menyusul pembicaraan dengan para pemimpin ekonomi itu, Bush mengatakan, “Kita harus memastikan agar langkah satu negara tidak berlawanan dengan atau merongrong tindakan negara lain.
“Di dunia yang saling terkait ini, tidak ada negara akan meraup keuntungan dengan melemahkan kekuatan negara lain. Kiat berada dalam situasi ini bersama-sama. Kita akan melewatinya bersama-sama.”
Penjualan panik
Pertemuan itu berlangsung sehari setelah pasar Asia, Eropa dan AS terus melakukan penjualan panik meskipun telah dilakukan pemotongan bunga bank dan suntikan dana segar oleh bank-bank sentral di tengah kekhawatiran akan terjadi resesi global.
Krisis kredit internasional telah memburuk dalam 6 bulan terakhir dan mengancam pertumbuhan ekonomi global. Data tinjauan ekonomi yang tidak menggembirakan ini dikeluarkan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington.
Meskipun diambil langkah intervensi oleh sejumlah bank sentral seperti Bank Sentral AS (The Fed), beberapa pasar keuangan tetap dihadapkan pada sejumlah guncangan masalah yang diantaranya adalah lesunya ekonomi serta rendahnya tingkat modal di perusahaan keuangan dan perluasan upaya untuk pelunasan hutang.
Krisis kredit perumahan diantaranya telah mengakibatkan kerugian hampir 1 triliun dolar AS dalam bentuk kerugian keuangan. Regulasi dan supervisi sektor keuangan pemerintah berikut manajemen resiko sektor swasta tertinggal dalam hal inovasi perbankan dan firma sekuritas yang pesat.
Menurut IMF, hal ini berdampak ke pengambilan resiko yang berlebihan serta inflasi nilai aset. Diantara beberapa langkah, IMF merekomendasikan perampingan regulasi sektor keuangan untuk menghindari subjektivitas perbankan dan firma keuangan lainnya dari terlalu banyaknya pengawasan.
Menteri Keuangan AS Henry Paulson mengusulkan perombakan regulasi yang akan mengakibatkan eliminasi beberapa badan keuangan dan konsolidasi lainnya. Sebagian besar cetak biru usulan Paulson akan memerlukan persetujuan kongres dan kemungkinan tidak akan diberlakukan sebelum masa jabatan Presiden AS George W. Bush berakhir.
IMF mengeluarkan informasi perkembangan terbaru mengenai hasil pertemuan dewan eksekutifnya yang akan berlangsung akhir pekan ini di Washington. IMF yang terdiri dari 185 negara anggota melaksanakan analisa ekonomi dan menyediakan bantuan teknis bagi negara-negara berkembang. (Disadur dan diolah dari berbagai sumber : AP, KOMPAS, BBC)




October 12th, 2008
mesin kasir 
Posted in Uncategorized
Tags: 
Salam pembebasan,
Di tingkat global setelah kisah krisis air, krisis iklim, krisis minyak, krisis pangan, kini krisis finansial naik panggung, Paradoksnya jalan krisis itu terus ditempuh. Masih saja mekanisme pasar dan korporasi dianggap solusi yang menjanjikan. Ironi abad ini, rasionalitas yang irasional. Rasionalitas yang paling tidak masuk akal.
It’s the capitalism, stupid! (adaptasi dari frase politik yang populer digunakan Clinton ketika berkampanye melawan George Bush Senior, it’s the economic, stupid!)
Silah kunjung
http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2008/10/krisis-keuangan-global-karl-marx-di.html
GANTIAN YG JAGO SEKARANG CHINA, LHA WONG NABI MUHAMMAD PERNAH BERSABDA… TUNTUTLAH ILMU SAMPAI KE NEGERI CHINA BUKAN AMERIKA, ARTINYA CHINA LEBIH PINTAR DAN TIDAK SOMBONG, HIDUP CHINA HANCUR ANMERIKA DAN EROPA