Periode Ramadhan dan Lebaran, Omzet Ritel dan TPT Rp 34 Triliun @ mesin kasir
in Uncategorized / by admin / on October 14, 2008 at 12:49 pm /
Omzet bisnis ritel pasar moderen, tekstil, dan produk tekstil (TPT) sepanjang Ramadhan dan Lebaran tahun ini ditaksir mencapai sekitar Rp 34 triliun. Produk yang mendapat permintaan tinggi adalah produk makanan dan pakaian seperti sirup, biskuit, kue olahan, serta produk fashion untuk anak-anak.
Sekjen Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Rudy Sumampow optimistis penjualan pada Ramadhan dan Lebaran kali ini akan meningkat minimal 15% dibandingkan tahun lalu. Untuk produk-produk tertentu yang masuk dalam kategori fast moving seperti sirup, biskuit, dan kue olahan permintaannya masih cukup tinggi. “Produk fashion untuk anak-anak meningkat dua kali lipat,” kata dia di Jakarta, akhir pekan lalu.
Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat menjelaskan, penjualan TPT di pasar domestik pada 2008 ditaksir US$ 3,6 miliar atau sekitar Rp 33 triliun (kurs Rp 9.400/dolar AS), sedangkan sepanjang puasa dan Lebaran ditaksir sekitar Rp 13,5 triliun. ”Kemungkinan sekitar 50% penjualan melalui ritel,” tukas Ade, Sabtu (26/9).
Namun, tutur Ade, penjualan pakaian jadi di pasar domestik pada 2008 diperkirakan turun 27% dibandingkan 2007, sedangkan produk impor justru naik sekitar 24,6%. ”Penurunan terjadi karena adanya kenaikan harga BBM yang mengakibatkan daya beli masyarakat menurun,” tukas dia.
Kasus Susu
Meski Aprindo menaragetkan penjualan tumbuh minimal 15%, menurut Rudy, sesungguhnya ada kesulitan memprediksi perolehan omzet penjualan ritel pada bulan puasa kali ini karena adanya kasus susu dan produk susu asal Tiongkok yang dicekal Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) beberapa waktu lalu.
“Kami tidak bisa memperkirakan perolehan omzet seperti tahun-tahun biasanya karena belum tahu seberapa besar dampak kasus susu bermelamin yang marak belakangan ini. Kasus itu merupakan kejadian tidak terduga sebelumnya,” katanya.
Menurut dia, kasus itu akan terkait langsung pada penjualan produk makanan dan minuman. “Konsumen akan berhati-hati dalam memilih produk makanan dan minuman dengan kode makanan luar negeri (ML),” kata dia.
Kasus tersebut juga berpengaruh pada periode kunjungan masyarakat ke ritel modern. Hal ini berdampak pada ritel dengan format one stop shopping yang banyak mendapatkan penjualan dari produk-produk yang tidak direncanakan konsumen. “Misalnya untuk produk pakaian dan aksesorisnya (fashion). Dengan berkurangnya kunjungan ke ritel modern tentunya berdampak pada pembelian produk fashion,” tutur dia.
Diskon
Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Matahari Putra Prima Tbk Roy N Mandey optimistis, perolehan omzet Matahari periode Ramadhan dan Lebaran 2008 akan sesuai dengan target, yaitu naik sampai 20% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Hal tersebut tercermin dari penjualan Matahari sampai akhir minggu ketiga bulan puasa.
“Kami yakin penerimaan omzet penjualan pada Ramadhan dan Lebaran ini sesuai dengan target yaitu naik sebesar 15-20% dibandingkan pada Ramadhan dan Lebaran tahun lalu,” kata Roy.
Menurut dia, kenaikan penjualan yang terjadi di gerai-gerai Matahari cukup merata antara produk makanan-minuman (mamin) dan pakaian.
“Kenaikannya imbang antara penjualan mamin dan pakaian. Apalagi tahun ini penjualan barang kebutuhan pokok harian (consumer goods) pada kelas hipermarket yaitu Hypermart semakin membaik dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujar dia.
Ia menambahkan, penjualan produk pakaian dan aksesoris di department store Matahari juga meningkat sesuai harapan. “Meskipun terjadi kenaikan harga di hampir semua produk sejak awal tahun, namun pada bulan puasa ini permintaan produk fashion dan aksesorisnya tetap meningkat. Mungkin karena Matahari Department store sudah dikenal masyarakat,” tuturnya.
Dia mengatakan, program promosi dan diskon yang digelar Matahari sepanjang bulan puasa cukup efektif untuk mendongkrak penjualan. “Promosi dan diskon dilakukan terutama untuk consumer goods dan fashion dengan kisaran rata-rata 20-50%. Untuk beberapa item bahkan diskon mencapai 70% tergantung,” katanya.
Beberapa perubahan konsep dan pembenahan gerai Matahari Department Store yang dilakukan manajemen juga menarik perhatian pengunjung.
“Melalui new store concept ini, Matahri ingin meningkatkan kenyamanan dan kepuasan berbelanja bagi pelanggan dengan desain interior yang modern, penataan cahaya yang lebih apik, fitting room yang lebih lapang, dan penataan barang dagangan yang lebih menarik,” tuturnya.
Matahari Department Store juga menambah jumlah merek (brand) yang dapat memberikan banyak pilihan kepada konsumen. “Tahun ini kami menambah sekitar 40 merek untuk produk alas kaki, pakaian, dan aksesoris,” ujarnya.
Sementara itu, Corporate Affair Director PT Carrefour Indonesia (Carrefour) Irawan D Kadarman mengatakan, penjualan selama bulan puasa kali ini memang meningkat dibandingkan tahun lalu. “Terutama barang-barang konsumsi harian,” kata dia.
Menurut dia, kenaikan penerimaan penjualan selama bulan puasa lebih banyak terjadi karena faktor kenaikan harga produk. “Penjualan Carrefour selama Ramadhan naik cukup bagus baik secara nilai maupun volume,” kata dia.
Dia mengatakan, kenaikan penjualan yang signifikan hanya terjadi pada produk mamin dan bahan pangan pokok lainnya.
Sedangkan, penjualan produk tekstil, lanjut dia, kenaikan penjualannya tidak begitu menggembirakan. “Kalau makanan dan minuman itu merupakan barang kebutuhan pokok sehingga mau tidak mau, konsumen pasti membeli. Lain halnya dengan produk pakaian yang masih bisa ditunda pembeliannya,” tuturnya.
Kadarman menjelaskan, selain dibantu program promosi dan diskon, penjualan dapat meningkat karena tersedianya produk merek toko (private label) yang memberikan pilihan harga miring kepada konsumen. “Private label sangat membantu saat terjadi kenaikan harga seperti sekarang,” katanya.
Karena itu, lanjut dia, Carrefour akan terus meningkatkan jumlah private label di gerai mereka. Jumlah private label di gerai Carrefour saat ini lebih kurang 1% atau sekitar 400 merek. “Selain memberikan pilihan produk berkualitas yang lebih terjangkau, private label juga membantu pemasok skala menengah dan kecil (UKM) memasarkan produknya. Mereka (pemasok private label) tidak perlu membangun merek yang membutuhkan biaya besar dan waktu yang lama,” kata dia.
Ketua Harian Aprindo Tutum Rahanta sebelumnya menegaskan, pada bulan puasa dan Lebaran, kenaikan penjualan ritel bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat penjualan di bulan-bulan normal.
“Siklus tahunan penerimaan ritel di Indonesia yaitu pada bulan sepi seperti setelah Lebaran, penjualan kami hanya 60-80% dari penjualan pada bulan normal. Sedangkan pada musim liburan seperti Juni, Juli dan Desember, penjualan sekitar 120-140% dari penjualan normal. Puncaknya di Lebaran yang bisa mencapai 200-300% dari penjualan normal,” jelas dia.
Berkah Lebaran juga menyambangi pebisnis minimarket. PT Indomarco Prismatama (Indomaret) menaksir, pada Lebaran tahun ini penjualan mereka melonjak 200% menjadi sekitar Rp 4 triliun. Setiap gerai Indomaret diprediksi dapat membukukan penjualan Rp 40 juta per hari. Saat ini Indomaret tercatat memiliki 2.853 unit toko di seluruh Indonesia terdiri atas waralaba dan milik sendiri.
Operation Director Indomarco Laurensius Tirta Widjaja menjelaskan, omzet penjualan pada Lebaran tahun ini menyumbangkan sekitar 50% dari total penjualan tahunan. Tahun ini Indomaret menargetkan penjualan naik 33% menjadi Rp 8 triliun dibanding tahun lalu sebanyak Rp 6 trilun.
“Apalagi pada tahun ini penjualan pada Lebaran dimasukkan ke dalam satu bulan, yakni September. Kalau tahun-tahun sebelumnya terbagi dua,” paparnya di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Menurut Laurensius, masyarakat mulai memborong barang keperluan Lebaran dua minggu menjelang hari raya. Jumlah item yang dibeli membengkak menjadi 300 produk dibanding hari-hari biasa.
Oleh Nur Afni Fiazia dan Edo Rusyanto Investor Daily
Oleh Nur Afni Fiazia dan Edo Rusyanto Investor Daily
Artikel Menarik Lainnya:
Omset Penjualan Kuartal-1 PT Matahari Putra Prima Tbk Mencapai 2,9 T @ Mesin Kasir
Business Connect, Telkomsel Lebih Pilih Google Ketimbang BlackBerry
Ruang gerak waralaba 'jadi-jadian' makin terbatas
Peritel Carrefour Baru Serap 40 Persen Buah Lokal
Tags: aprindo, audit program penjualan pakaian di matahari departement store, carrefour, carrefour indonesia, data penjualan produk private label indomaret, department store, gerai indomaret, indomaret, indonesia, kasir, kasus pt matahari departement store dengan pt matahari putra prima tbk, lebaran, matahari, merk susu bermelamin milik cina, mesin kasir, mini market, minimarket, omset ritel, pasar, pasar moderen, penataan barang, pengecer, pengusaha, produk makanan dan minuman, retail, ritel, ritel indonesia, ritel modern, ritel pasar, supermarket, swalayan, ukm, waralaba
Bergabung Yuk!!
IndocashregisterIndocashregister
Mesin Kasir OnlineMesin Kasir Online
Video Panduan KamiVideo Panduan Kami
Berita Tekini
-
Gawat! Kini Hotel di Bandung Mulai Padat
May 18, 2012 -
Berkembangnya Ekonomi RI Hanya Masalah Waktu, Benarkah?
May 16, 2012 -
Trik Jitu Merintis UKM Sukses
May 15, 2012 -
Sosok Bisnis Terkaya, Justru Sering Langgar Hak Cipta?
May 14, 2012 -
Pedagang Kecil Dilatih Bisnis Ritel Oleh Aprindo
May 12, 2012
Popular News
Facebook Kami
Mesin Kasir News
- Special Gift for Mini Printer Epson TM-U220PD
- New Entry Receipt Printer Epson TM-T88IV
- Bursa Diskon Untuk Epson TM-295
- Discount Mini Printer Matrix Point P7645
- Serba Murah Mini Printer Kasir Matrix Point D30
- Best Seller Barcode Printer Zebra GX-430T Ethernet
- Limited Product Barcode Printer Zebra GK-420T
- Special Price for Zebra GK-420 T Ethernet
- Free Gift Only Barcode Printer Zebra 105SL
- Best Seller Barcode Printer Toshiba (TEC) BSX5 300dpi

please reply