Mesin Kasir | Barcode | Ritel

HelpDesk Online Sby:031-595 2929 Jkt:021- 27100 234

Info Mesin Kasir dan Barcode :

Support & Customer Service :

  • Home
  • Berita
    • Artikel Pilihan
    • Bisnis
      • Perangkat Bisnis
        • Pengusaha Sukses
      • Ekonomi
        • Nasional
  • Info Ritel
    • Ritel
    • Waralaba
      • Peraturan Pemerintah Tentang Waralaba
    • Lowongan Ritel
    • Gondola
    • Galeri
  • Barcode
  • Mesin Kasir
    • Toko Kami
    • Beranda
Subscribe

PERITEL TAHAN EKSPANSI, Pelemahan Rupiah Guncang Industri @ mesin kasir

in Uncategorized / by admin / on October 31, 2008 at 11:23 am /

Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga menyentuh level US$ 12.000 per dolar AS berdampak buruk pada sektor manufaktur, khususnya yang mengandalkan bahan baku impor, yakni otomotif, elektronik, farmasi, makanan minuman, dan jamu.

Padahal, sektor menufaktur tengah terimpit pelemahan daya beli masyarakat, kenaikan suku bunga, dan turunnya permintaan dari negara tujuan ekspor menyusul krisis ekonomi global. Pemerintah diminta secepatnya mengeluarkan kebijakan untuk menyelamatkan sektor riil, sebelum kondisi terburuk yakni pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terjadi.

Demikian rangkuman pendapat Wakil Ketua Kadin Bidang Industri, Teknologi, dan Kelautan Rachmat Gobel, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Benjamin J Mailool, Ketua Umum Gabungan Perusahaan (GP) Farmasi Indonesia Anthony Ch Sunarjo, Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Bambang Trisulo, Ketua Gabungan Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Thomas Darmawan, Sekjen Electronic Marketer Club (EMC) Handojo Soetanto, Presiden Direktur PT Nyonya Meneer Charles F Saerang, dan Direktur Keuangan PT Indofarma Tbk Deden E Sutrisno secara terpisah di Jakarta, Selasa (28/10).

Pengusaha berharap, BI bisa menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di level Rp 9.000 – 10.000 per dolar AS. “Dalam jangka pendek, pelemahan rupiah berpengaruh pada cash flow perusahaan. Misalnya industri elektronik kan butuh bahan baku impor, harganya pasti berubah,” kata Rachmat Gobel yang juga menjadi ketua Gabungan Elektronik (Gabel).

Saat ini industri elektronik nasional masih membutuhkan bahan baku impor sekitar 30% dari total komponen. Tingginya ketergantungan bahan baku impor terjadi karena masih adanya disharmonisasi tarif bea masuk. Bea masuk produk jadi justru lebih rendah dibandingkan bahan baku. “Ini yang perlu dibenahi pemerintah segera,” kata Rahmat.

 

Handojo menilai, pelemahan rupiah terhadap dolar AS akan memicu kenaikan harga jual produk elektronik hingga 15%. “Kita masih nunggu, kalau sampai bulan depan rupiah masih di atas Rp 10.000 per dolar AS, harga jual barang elektronik akan dinaikkan 10-15% pada pertengahan November,” ujarnya.        

 

Sedangkan Bambang Trisulo menilai, kinerja industri otomotif akan tertekan menyusul melemahnya rupiah. Sebab, sekitar 20-40% komponen mobil yang diproduksi di Tanah Air masih diimpor, seperti gir mobil dan karburator. “Kalau rupiah dibiarkan melemah terlalu lama, harga jual pasti dinaikkan. Dampaknya, target penjualan mobil bisa tidak tercapai,” ujarnya.

 

Hal senada diungkapkan Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra. Menurut dia, ADM belum berencana menaikkan harga jual guna merespons melemahnya nilai tukar rupiah mengingat perseroan baru menaikkan harga jual per 1 Oktober sebesar 1%. “Kami akan terus monitor perkembangan rupiah dan akan mengambil keputusan untuk jangka panjang,” tandasnya.

 

Peritel Tahan Ekspansi

 

Sementara itu, pengusaha yang tergabung dalam Aprindo cenderung menahan ekspansi menyikapi pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Pelaku usaha ritel terus mencermati perkembangan dampak krisis global, termasuk pelemahan rupiah. “Untuk tahun depan, kami harus berhati-hati agar tidak salah langkah, tidak perlu terlalu agresif, dan melihat situasi yang ada,” kata Benjamin J Mailool.

 

Di sisi lain, lanjut dia, dalam menghadapi kondisi tersebut peritel lebih memprioritaskan likuiditas dan cash flow perusahaan. “Kami harus melakukan berbagai efisiensi dan konsolidasi sebagai antisipasi krisis ini,” jelasnya.

 

Meski demikian, dia optimistis pertumbuhan omzet ritel sebesar 20% pada tahun ini bisa tercapai. Menurut dia, pertumbuhan omzet ritel nasional diprediksi mencapai Rp 70-72 triliun atau naik sekitar 20% dari sebelumnya yang hanya Rp 60 triliun. “Tahun depan pertumbuhan omzet ritel kemungkinan tak sampai 20%,” tuturnya.

 

Direktur Pengelola PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) Pudjianto menambahkan, pihaknya tidak akan menaikkan setoran waralaba hingga tahun depan untuk mempertahankan kelangsungan gerai-gerainya. “Yang penting waralaba tetap untung dan kami pun untung,” ujarnya.

 

OGB Terancam Langka

 

Sedangkan di sektor farmasi, pelemahan rupiah terhadap dolar AS akan memicu kenaikan harga jual. Di sisi lain, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kelangkaan obat generik berlogo (OGB) karena produksi obat jenis itu bakal berkurang. Anthony Ch Sunarjo menjelaskan, jika pelemahan rupiah terus berlanjut, produsen farmasi akan memproduksi produk yang masih mempunyai marjin laba aman.

 

Akibatnya, beberapa obat, terutama OGB, menjadi langka di pasar lokal. “Harga OGB diatur oleh pemerintah dan cenderung rendah. Jika harga bahan baku terus melonjak akibat pelemahan rupiah, marjin produsen OGB pasti tergerus, bahkan mungkin merugi. Hal itu karena biaya produksi lebih tinggi dari harga jual. Jadi, rasionalisasi harga OGB jelas harus segera dilakukan. Itu demi kepentingan masyarakat dalam mengakses obat yang terjangkau,” kata Anthony.

 

Menurut dia, sekitar 90% bahan baku farmasi masih diimpor dari Tiongkok, India, Eropa, dan Amerika. “Kalau sudah melampaui batas psikologis Rp 10.000 per dolar AS, itu sudah tidak bisa ditoleransi lagi,” tuturnya.

 

Deden E Sutrisno mengakui, pelemahan rupiah memberatkan perusahaan farmasi nasional karena hampir 90% bahan baku diimpor dan menggunakan transaksi dalam dolar AS. Apalagi, produsen farmasi tidak dapat langsung menaikkan harga jual, sebab menyangkut kepentingan masyarakat. Untuk itu, lanjut Deden, pihaknya menyambut rencana Menteri Kesehatan (Menkes) untuk meninjau kembali harga obat di Indonesia.

 

Berbeda dengan Deden, Charles F Saerang yang mewakili eksportir jamu mengatakan, di pelemahan rupiah terhadap dolar AS menguntungkan eksportir. “Jika posisi rupiah semakin melemah, nilai transaksi penjualan di pasar tujuan ekspor melonjak. Itu berarti peluang bagi eksportir untuk meningkatkan nilai omzet,” katanya.

 

Saat ini, lanjut Charles, Nyonya Meneer mengekspor produk jamu berupa kapsul ekstrak dan produk kesehatan tradisional ke Taiwan, Malaysia, Arab Saudi, Belanda, dan Hongkong.  Dia menjelaskan, meskipun kontribusinya terhadap biaya produksi 10-15%, kenaikan harga bahan baku yang mengikuti lonjakan dolar AS memberatkan produsen, apalagi harga jual tidak tak mungkin dinaikkan mengingat daya beli masyarakat sudah sangat rendah. (naf/dry)

Artikel Menarik Lainnya:

Pemerintah Revisi Pertumbuhan Ekonomi 4,7 Persen
Ruang Ritel Di Jakarta Diperkirakan Bertambah
Memperbaiki Printer Matrix Point MP7645
Toko Online Menjamur Buat Penjualan Konvensional Terhimpit
Tags: alfamart, aprindo, bisnis eceran, grosir, kasir, krisis ekonomi, krisis global, logo, malaysia, mesin kasir, pasar, pasar moderen, peluang, pengusaha, retail, ritel, ritel asing, ritel indonesia, supermarket, swalayan, tradisional, transaksi penjualan, ukm, waralaba
Tweet

No Comments

  1. peluang usaha industri says:
    October 31, 2008 at 12:17 pm

    nice artikel….
    thanks ya infonya…
    sangat bermanfaat

    Reply
  2. peluang produksi says:
    November 1, 2008 at 7:08 am

    artikel yang menarik…bisnis elektronik..boleh juga tuch..

    Reply

Leave a Comment

Click here to cancel reply.

Forum Tanya Jawab Mesin Kasir Barcode

Bergabung Yuk!!

  • IndocashregisterIndocashregisterIndocashregister
  • Mesin Kasir OnlineMesin Kasir OnlineMesin Kasir Online
  • Video Panduan KamiVideo Panduan KamiVideo Panduan Kami
 

Berita Tekini

  • Gawat! Kini Hotel di Bandung Mulai Padat Gawat! Kini Hotel di Bandung Mulai Padat
    May 18, 2012
  • Berkembangnya Ekonomi RI Hanya Masalah Waktu, Benarkah? Berkembangnya Ekonomi RI Hanya Masalah Waktu, Benarkah?
    May 16, 2012
  • Trik Jitu Merintis UKM Sukses Trik Jitu Merintis UKM Sukses
    May 15, 2012
  • Sosok Bisnis Terkaya, Justru Sering Langgar Hak Cipta? Sosok Bisnis Terkaya, Justru Sering Langgar Hak Cipta?
    May 14, 2012
  • Pedagang Kecil Dilatih Bisnis Ritel Oleh Aprindo Pedagang Kecil Dilatih Bisnis Ritel Oleh Aprindo
    May 12, 2012

Popular News

  • Mari Kita Hitung Kaya Mana Malaysia VS Indonesia 254 comments
  • Alfamidi ekspansi (banyak yang mengira grupnya Alfamart) @ mesin kasir 188 comments
  • Daftar Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2 (Pengumuman Resmi) 173 comments
  • Yomart akan buka 130 cabang baru 2009 128 comments

Facebook Kami

RSS Headline News

  • NU Nilai Penolak Konser Lady Gaga Sok Moralis
  • Misteri Perasut Kuning Sukhoi di Gunung Salak Akhirnya Terjawab
  • Inilah Ancaman Bahaya Menggunakan Wifi Umum
  • Aparat Tangkap Basah Wanita Mabuk Sedang ML di Dalam Taksi
  • Penolakan Lady Gaga Berarti Polisi Dalam Kendali FPI

RSS Terbaru di Forum Mesin Kasir

  • Re: barcode handal tahan banting
  • Re: Enak Mana Pakai Komputer Kasir Built-Up Apa Rakitan
  • Re: Komputer Kasir (POS) Touch Screen
  • Re: Promo Gila Kertas Struk
  • Re: Promo Gila Kertas Struk

RSS Mesin Kasir News

  • Special Gift for Mini Printer Epson TM-U220PD
  • New Entry Receipt Printer Epson TM-T88IV
  • Bursa Diskon Untuk Epson TM-295
  • Discount Mini Printer Matrix Point P7645
  • Serba Murah Mini Printer Kasir Matrix Point D30
  • Best Seller Barcode Printer Zebra GX-430T Ethernet
  • Limited Product Barcode Printer Zebra GK-420T
  • Special Price for Zebra GK-420 T Ethernet
  • Free Gift Only Barcode Printer Zebra 105SL
  • Best Seller Barcode Printer Toshiba (TEC) BSX5 300dpi

 



Pendukung
 Mini Printer
 
Software Kasir
 
Barcode Scanner
 
Mesin Kasir
 
Barcode Printer
 
Toko Barcode
 
Mesin Kasir Online
 
Mesin Kasir Murah
 
Ritel Indonesia
 
Hotel Murah di Surabaya
 
Printer Kartu
 
Mesin Kasir Jakarta
 
kasir
 
Komputer Kasir
 
Toko Kasir

RSS Promo Komputer Kasir

  • Paket SMB-POS System Tanpa PC Plus Barcode
  • Paket SMB-POS System Tanpa PC
  • Komputer Kasir Resto Touch Screen Layar Sentuh
  • Paket Komputer Kasir SMB-POS Barcode Lite
  • Paket Komputer Kasir SMB-POS Lite

RSS Promo Peralatan Kasir

  • Scanlogic RS920 Barcode Scanner
  • Scanlogic CS800Plus’S Barcode Scanner
  • Epson TM-T88V Receipt Printer
  • Matrix Point TP-3160 Receipt Printer
  • Citizen CL-S700 Barcode Printer Industri
  • Paket Komputer Kasir Point of Sale SMB POS
  • Sharp XE-A207 Cash Register
  • Sharp XE-A217 Cash Register
  • Motorola Symbol MC5590 Barcode Terminal
  • Motorola Symbol MC7094 Barcode Terminal

RSS Best Seller Barcode Printer

  • Postek G-3106 Desktop Barcode Printer 300 dpi
  • Postek C-168 Barcode Printer | Handal dan Murah
  • Postek G-2108D (Display) Barcode Printer Bisa Digunakan Tanpa PC
  • Postek I200 Barcode Printer (Industrial Series)
  • Postek G-2108 Premium Desktop Barcode Printer

RSS Best Seller Barcode Scanner

  • Scanlogic CS800Plus’S Barcode Scanner Autoscan
  • Scanlogic RS920 2D Wireless Barcode Scanner
  • Scanlogic RS920 Wireless 2D Scanner Barcode
  • Scanlogic CS-600 Barcode Scanner
  • Scanlogic CS-800Plus HandHeld Barcode Scanner
  • Scanlogic CS-3080 Omni Directional Barcode Scanner
  • NLS-HR200 Barcode Scanner 2 Dimensi
  • Scanlogic CS-1000Plus Barcode Scanner (Autosense)
  • Scanlogic CS-3290 Wireless RF Barcode Scanner

Copyright © 2012 — Mesin Kasir | Barcode | Ritel. All Rights Reserved.
Designed by Mesin Kasir