Waspada Tingkat Inflasi Akhir Tahun @ Mesin Kasir
Laju Inflasi di jatim sepanjang Oktober lalu turun menjadi 0,44 persen dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 0,86 persen, sedangkan inflasi year on year sebesar 10,96 persen. Menurut kepala bidang statis tik distribusi BPS Jatim Adi Nugroho, turunnya inflasi bulan lalu karena kenaikan harga barang dan jasa memang tidak setinggi saat lebaran.Dan meski turun, Pemerintah tetap perlu mewaspadai kemungkinan naiknya inflasi dua bulan terakhir jelang tutup tahun
” Demand tidak banyak mengalami perubahan, tetapi faktor yang paling banyak berpengaruh terhadap
lonjakan harga barang adalah ekspektas.”harga komoditi secara umum menunjukkan peningkatan. Bebera
pa komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah bahan makanan ( 0,72%), makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau (0,77%),perumahan,air, listrik, gas dan bahan bakar (0.40%),sandang(0,76%), keseha tan(0,29%), serta pendidikan,rekreasi, dan olahraga (0,17%). sedangkan transportasi, komunikasi dan jasa keuangan turun 0,04 %.
Menurunya inflasi diperkirakan akan terus merangkak naik menjelang tutup tahun, karena umumnya harga barang terdongkrak akibat naiknya demand. terutama sandang dan makanan,selain itu Pemerintah juga menggenjot belanjanya sehingga ikut meningkatkan permintaan barang. Sementara itu Pimpinan BI Suraba ya mengatakan tim pengendali inflasi daerah memprediksi inflasi hingga akhir tahun akan mencapai 11 %. berkaca pada tingkat inflasi oktober, inflasi bulan ini diramalkan sekitar 0,35 persen dan desember nanti naik menjadi 0,60 %.
