"Barcode" salah satu solusi Illegal Logging @ Mesin Kasir

Kehutanan Indonesia saat ini mengalami masalah besar yaitu : pembalak liat (illegal logging) yang mengancam kehidupan manusia dan lingkungan hidup pada skala yang amat luas.  Pada tahun 2003 sebagai bagian dari upaya penanggulangan illegal logging Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Jepang membangun system pelacakan kayu (timber tracking) untuk memudahkan control peredaran kayu.  Sistem pelacakan kayu yang sedang dikembangkan ini disebut sebagai Sistem Barcode 2D.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sistem Barcode 2D (2 Dimensi) dalam penandaaan kayu adalah konfigurasi perangkat keras, perangkat lunak, an manual yang digunakan dalam system penatausahaan kayu di dalam unit manajemen hutan (mulai dari blok tebangan sampai TPK/TPK antara) hingga ke unit pemrosesan awal kayu bulat.  Teknologi ini dirancang dengan tujuan :

 

 

 

 

  1. Meningkatkan kehandalan keterlacakan kayu dari blok tebangan hingga ke TPK Industri. 

  2. Memudahkan proses perekaman data dan pembuatan laporan penatausahaan kayu. 

  3. Otomatisasi sistem pelacakan status kayu mulai dari blok tebangan hingga ke TPK industri.

Cara Kerja:

Berbeda dengan Barcode 1D, Barcode 2D bisa dimuati informasi hingga 3000 karakter untuk ukuran 2,5 x 2,5 cm.  Dalam Log Tracking Barcode digunakan untuk menandai kayu bulat dan produk-produk turunannya dengan kode khusus yang di dalamnya mengandung informasi : asal kayu, ukuran awal, jenis, dan lain-lain.   Dengan demikian asal-usul kayu akan lebih mudah dilacak.  Barcode 2D dicetak di atas bahan yang tahan air, cuaca, panas, gesekan, yang dilekatkan pada kayu bulat dan produk-produk turunannya.

 

Manfaat

 

 

 

 

Manfaat penggunaan teknologi Barcode 2D :

 

 

 

 

Bagi Unit Manajemen :

 

 

 

 

  1. Memudahkan dan mempercepat proses pembuatan dokumen PUHH yang disyaratkan oleh pemerintah dengan tingkat akurasi data yang tinggi. 

  2. Menurunkan biaya PUHH. 

 

 

 

 

 

Bagi Pemerintah :

 

 

 

 

  1. Meningkatkan kualitas kontrol Pemerintah dalam PUHH. 

  2. Mendukung program Sistem Informasi PUHH (SI-PUHH) yang dikembangkan oleh Departemen Kehutanan. 

 

 

 

 

 

Pengembangan 

  

Pengembangan Teknologi Barcode 2D ini dilakukan dalam rangka implementasi kerjasama Pemerintah RI dengan Pemerintah Jepang dalam upaya menanggulangi persoalan illegal logging, yang dinyatakan dalam Joint Announcement dan Action Plan yang dikeluarkan pada bulan Juni 2003, Japan Forest Technology Association (JAFTA) dan JLIRA ditunjuk oleh Pemerintah Jepang untuk mengembangkan alat penelusuran log. JAFTA dan JLIRA selanjutnya bekerjasama dengan LEI.  Di masa mendatang pengembangan sistem Barcode 2D akan diarahkan pada penatausahaan hasil hutan dari Hutan Rakyat yang akan membantu proses administrasi kayu yang dilakukan oleh para petani. 

Sumber: The Indonesian Ecolabelling Institute

Artikel Menarik Lainnya:

Pengaruh Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Komputer Terhadap Trend Industri Retail
Pemerintah Kurang Jeli Lihat Bisnis Waralaba
Menteri Keuangan Baru Pengganti Sri Mulyani Harus Pro Sektor Riil
Para "Gayus Muda" Telah Lahir

No Comments

  1. setiawantw says:

    waow… ternyata ada solusi unik seperti itu yach… tidak terpikirkan selama ini… Tapi, apakah biaya yang dikeluarkan cukup efisien…?

  2. yuddy says:

    bagus banget y..punya reperensinya yang lngkap g.??saya mau buat skripsi.terimakasih

  3. Bayu says:

    Saya tertarik dengan barcode yang tahan panas, karena saya sedang mengembangkan system tracking dengan barcode yang pada prosesnya akan masuk ke kiln(oven kayu). Ada yg punya info?

Leave a Comment