Mitos Salah Memahami Bisnis Retail@mesin kasir

Banyak yang memahami bisnis ritel di Indonesia berdasarkan mitos-mitos yang salah. Mitos tersebut, antara lain, bahwa bisnis ritel adalah bisnis sederhana, kaki lima, tidak memakai teknologi canggih, pendapatan kecil, orientasinya lokal, tidak bergengsi, tidak menantang serta tidak perlu belajar karena mudah mengelolanya.
Mitos inilah yang menjadi satu diantara penyebab banyak orang tercengang dengan masuknya ritel asing ke Indonesia seperti Makro, Giant, Carrefour, Marks & Spencer dan Club Store. Perkembangan usaha ritek Indonesia sebenarnya sudah dirintis pemerintah melalui pengadaan pasar-pasar tradisional. Akan tetapi modernisasi masyarakat perkotaan semakin membutuhkan tempat belanja yang sekaligus dapat menjadi sarana rekreasi. Muncullah pelaku bisnis ritel lokal seperti Matahari, Hero, Ramayana, Superindo dan sebagainya.
Untuk mengupayakan agar pelaku bisnis ritel lokal dapat lebih progesif, aktif dan kreatif dalam mengembangkan diri, melalui buku ini penulis mengajak pembaca mencermati secara utuh semua aspek bisnis ritel mulai Kebijakan Barang Dagangan sampai Mencegah Angka Kehilangan (Shrinkage). (Sigit Triyono)

Artikel Menarik Lainnya:

Waralaba layak cermati pemasaran online @ mesinkasir
Kalau Carrefour Dituduh Monopoli Kenapa Cineplex 21 Tidak?
Barcode DNA Hewan Untuk Mencegah Perdagangan Hewan Ilegal
SHARP Siap Dukung Earth Hour 2012

Leave a Comment