Prospek penjualan ruang ritel mulai triwulan IV-2008 diperkirakan masih positif, meski terjadi perlambatan pertumbuhan pasokan. Ekspansi peritel diperkirakan melambat sebagai antisipasi terhadap melemahnya daya beli masyarakat.
“Akan tetapi yang justru mengejutkan belakangan ini adalah meningkatnya minat peritel asing yang ingin masuk ke pasar Indonesia. Indonesia dipandang sebagai tujuan ekspansi baru, alternatif dari pasar konvensional mereka,” kata Wendy Haryanto, head of retail service Jones Lang Lassale Indonesia, di Jakarta, pekan lalu.
Hasil riset Jones Lang Lassale Indonesia menyebutkan, tingkat kekosongan ruang ritel di Jakarta turun karena tidak ada proyek baru yang memasuki pasar hingga akhir 2008. Sementara itu, para peritel akan meneruskan sewa di mal, tetapi lebih hati-hati membuat rencana ekspansi karena tingginya harga berbagai komoditas seiring laju inflasi.
Kompetisi penjualan ruang ritel juga semakin ketat, yang menyebabkan harga sewa tetap stabil, atau bahkan cenderung naik tetapi karena meningkatnya biaya jasa (service charge) pada akhir tahun ini.
Lembaga riset itu memperkirakan, dalam tempo tiga tahun, ruang ritel Jakarta akan mendapat pasokan 258.000 m², dengan adanya penyelesaian lima proyek ritel baru.
“Permintaan ruang di pusat perbelanjaan atau mal kelas atas diperkirakan tumbuh moderat. Peritel dengan label internasional dan operator makanan dan minuman akan terus memasuki ruang ritel tersebut,” ujar Wendy.
Stabilnya tingkat okupansi di mal kelas atas dan naiknya tingkat okupansi di mal-mal baru akan menurunkan tingkat rata-rata ruang lowong mal. Tingkat penyerapan ruang ritel di Jakarta diprediksi naik hingga 20.000 m² pada 2008, yang didominasi oleh pusat perbelanjaan di sekitar distrik Sudirman dan Senayan.
Division Manager Research Service PT Colliers International Indonesia Farry Salanto memberi catatan tambahan, total lahan bagi industri ritel pada 2008 akan mencapai 218.208 meter persegi (m2). Angka ini memproyeksikan 47% dari total proyeksi pada 2009, yang akan mencapai 466.804 per m2. Sekitar 42% dari stok ruang ritel tahun depan akan ditawarkan kepada pasar dengan status strata title.
Pada kuartal ketiga tahun 2008, menurut catatan Colliers International Indonesia, tingkat hunian mal menurun ke angka 88,75%. “Sedikitnya penyesuaian pada tingkat hunian mengindikasikan kondisi pasar yang stagnan,” ujarnya.
Pasokan Naik
Pada triwulan III-2008, hasil Survei Properti Komersial Bank Indonesia (BI) menyebutkan, pasokan dan tarif sewa ruang ritel sewa di Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) meningkat,sedangkan tingkat isian turun.
Pasokan ruang ritel sewa pada triwulan III-2008 tercatat sebesar 2,96 juta m2, meningkat 4,29% (q-t-q) atau 11,28% (y-o-y). Peningkatan pasokan tersebut berasal dari kawasan Kelapa Gading Square.
Sementara itu, tingkat hunian pada periode ini menunjukkan penurunan dari 90,58% (triwulan II-2008) menjadi 89,03%, yang disebabkan oleh menurunnya tingkat hunian di kawasan primer.
Tarif sewa ruang ritel pada tiwulan III-2008 mengalami kenaikan sebesar 1,21% (q-t-q) menjadi Rp 456.148/m2/bulan. Ke depan, pasokan ruang ritel sewa diperkirakan bertambah sebesar 71.517 m2, di mana 39,20% di antaranya berasal dari kawasan primer.
Untuk ritel jual (strata-title) di Jabodebek, hasil Survei Properti Komersial BI menyebutkan, pasokan dan tingkat penjualan meningkat, tetapi harga jual relatif stabil.
Jumlah pasokan ruang ritel jual pada triwulan III-2008 tercatat seluas 1,39 juta m2, sedikit meningkat dibanding triwulan sebelumnya (0,61% – q-t-q). Penambahan pasokan tersebut berasal dari selesainya pembangunan Grand Wisata Market Place di kawasan perumahan Grand Wisata, Bekasi.
Peningkatan pasokan ruang tersebut diimbangi dengan kenaikan penjualan (0,27% (q-t-q)). Peningkatan penjualan didominasi oleh investor yang mengambil keuntungan dari peningkatan harga jual atau menyewakan kembali ruang ritel kepada pedagang yang sesungguhnya.
Harga jual rata-rata untuk ruang ritel relatif stabil dibanding triwulan sebelumnya sebesar Rp 43,31 juta/m2, tetapi secara tahunan turun 2,18%.
Prospek penjualan ruang ritel pada triwulan mendatang diperkirakan masih cukup positif. Hal ini ditandai dengan bertambahnya pasokan ruang ritel baru sebanyak 310.320 m2. (tk)




November 20th, 2008
mesin kasir
Posted in Uncategorized
Tags: 