Lippo Pasok Pusat Perbelanjaan Senilai Rp 1,44 T @ Mesin Kasir

PT Lippo Karawaci Tbk meluncurkan pusat perbelanjaan mewah Pejaten Village di Jakarta Selatan. Nilai proyek pembangunan mal ke-24 Lippo Group tersebut menelan biaya US$ 120 juta atau setara Rp 1,44 triliun.


Direktur Ritel Lippo Karawaci Andreas Kartawinata mengatakan, potensi pasar yang masih besar merupakan alasan utama pembukaan Pejaten Village. “Lokasi Pejaten Village sangat strategis untuk pusat perbelanjaan kelas menengah ke atas. Soalnya, daerah Jakarta Selatan di bagian timur belum memiliki lokasi belanja yang mampu memenuhi kebutuhan gaya hidup masyarakat,” ujar Andreas saat jumpa pers Pejaten Village di Jakarta, Rabu (19/11).

Menurut Andreas, Pejaten Village akan hadir dengan konsep arsitektur dan desain menarik yang dirancang oleh konsultan arsitektur asal Singapura, DP Architect. Sebelumnya, DP Architect sukses mendesain pusat perbelanjaan kelas atas Espalanade Theaters dan Paragon di Jalan Orchard, Singapura.

Dia melanjutkan, berdasarkan survei AC Nielsen, sebanyak 93% masyarakat Indonesia senang berbelanja. “Oleh karena itu, kami optimistis Pejaten Village akan diminati pasar meskipun saat ini terkena imbas krisis keuangan global,” ucap Andreas.

Pejaten Village dibangun di atas lahan seluas 54.000 meter persegi (m2) berketinggian lima lantai. Saat ini, Pejaten Village telah menggandengHypermart dan Matahari Departemen Store sebagai anchor tenant.

Selain anchor tenant, Pejaten Village memiliki 152 unit toko untuk berbagai keperluan gaya hidup seperti fashion, sepatu, arloji, optik, dan perlengkapan olahraga. Total luas yang disewakan mencapai 41.600 m2, dan telah tersewa 77%.

“Kami sudah mendapatkan komitmen dari 60 tenant untuk mengisi kios-kios di Pejaten Village, antara lain Cinema XXI, Gramedia, Times Bookstore, dan Electronic Solution. Kami menargetkan pusat perbelanjaan ini akan dikunjungi 10.000 orang per hari,” jelas Andreas.

Konsultan pemasaran Pejaten Village dari Property Connection, Jeffry Hong menambahkan, Pejaten Village akan memenuhi segala kebutuhan sehari-hari dan hiburan bagi masyarakat sekitarnya. “Kami telah menyiapkan basement untuk parkir sebanyak 600 mobil, dan saat ini sedang membuat traffic management untuk memudahkan kendaraan keluar masuk pusat perbelanjaan,” ujar Jeffry.

Jeffry menuturkan, Pejaten Village akan banyak diminati masyakat kalangan menengah ke atas dalam radius lima kilometer dari pusat perbelanjaan itu. Agar semakin menarik pengunjung, pengelola Pejaten Village menerapkan konsep restoran Alfresco Dining.

“Konsep ini menyediakan area makan di tempat terbuka (outdoor) yang sedang tren. Kami harap, daya tarik restoran ini akan menjadikan Pejaten Village tempat yang sesuai untuk meeting point dan hang out,” tandasnya. ***

Artikel Menarik Lain:

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply