Pengembangan Model Jaringan Usaha Koperasi Bisnis Retail Modern di Provinsi Bali

Dalam rangka menghadapi persaingan yang semakin ketat maka program pengembangan Waserda Koperasi yang tradisonal atau yang dikelola sekedarnya oleh koperasi dirubah menjadi bisnis retail modern melalui program yang dicanangkan oleh kementerian negara koperasi dan usaha kecil dan menengah republik indonesia yaitu Program Smes’co Mart.
Programkasir.comProgram Smesco Mart sangat tepat untuk dikembangkan pada koperasi dalam upaya merubah paradigma koperasi dari citra tradisional menjadi lebih modern, membangun jaringan usaha dan pusat distribusi koperasi dan UKM yang kuat dan terintegrasi, modernisasi dan meningkatkan daya saing Waserda / Pertokoan Koperasi serta mendorong pemasaran produk UKM melalui jaringan. Demikian sambutan Kepala Dinas Koperasi PK dan M Provinsi Bali, Drs. I Made Rasma, MT, saat membuka secara resmi rapat pengembangan model jaringan usaha koperasi bisnis retail modern di provinsi Bali, bertempat di ruang rapat Melati Kantor Dinas setempat, tanggal 24 Juli 2008, rapat dihadiri utusan Dinas yang membidangi Koperasi Kabupaten / Kota se Bali, serta 50 orang Perwakilan Pengelola Koperasi se Bali.

Panitia penyelenggara rapat juga menghadirkan pembicara sebagai nara sumber yaitu : dari Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Negara Koperasi UKM RI, yang diwakili Kepala Bidang Distribusi, Drs. Nyaubin, M.Si, mengatakan permasalahan umum yang dihadapi Koperasi dan UKM adalah keterbatasan dalam akses pasar, akses permodalan dan kapasitas sumber daya manusia. Oleh karena demikian permasalahan yang dihadapi Koperasi, maka Pemerintah dalam hal ini Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI telah mencanangkan program yaitu : Pengembangan Akses & Pangsa Pasar KUKM, Pengembangan Infrastruktur Pemasaran KUKM, Penguatan Jaringan Pemasaran KUKM diantaranya Pengembangan Bisnis Ritel Modern / Sme’s Co Mart, Penguatan Jaringan Distribusi Usaha Koperasi, Pengembangan Kemasan Produk KUKM dan Peningkatan Eksport KUKM.

Dari Hardy’s Retailindo Profile yang diwakili Head Area, Gede Suarmudiana, menyampaikan program Ardy’s yang tertuang dalam visinya yaitu ingin Menjadi Perusahaan Nasional dengan Jaringan Toko Retail Terbaik di Daerah Tingkat II’ yang menyediakan segala kebutuhan masyarakat sekitarnya dengan harga termurah di banding para pesaingnya, menyatakan siap bermitra dengan gerakan koperasi. Sementara nara sumber dari KUD Suraberata, Selemadeg, Tabanan yang mendapatkan bantuan Smes’co Mart tahun 2007 sebesar Rp. 300.000.000, menyampaikan perkembangan usaha pertokoannya yang juga bermitra dengan Hardy’s, yang dimulainya sejak 18 Januari 2008, dengan omzet saat grand opening Rp. 157.606.754,35 dengan rata – rata SHU per bulan mencapai Rp. 9.594.445,94 dengan menyerap tenaga kerja / karyawan toko 8 orang.

Artikel Menarik Lainnya:

Busyet, Harga Semen di Papua Satu Sak Rp 1,8 Juta
Omset Ritel Amerika Serikat Akhir 2010 Meningkat 5,5 Persen
Sistem Antrian Pada Transaksi Penjualan
Reset Timbangan Digi DS-880

Leave a Comment