oleh : Muhammad Sufyan

PT Mitra Yomart Sejati, pemilik merek dagang mini market Yomart, berencana membuka 130 minimarket baru di seluruh Jawa pada 2009 sekalipun krisis global terus mengintai.

Mario Margiano, President Director PT Mitra Yomart Sejati, mengatakan pihaknya masih melihat daya beli masyarakat tidak terpengaruh oleh krisis global sehingga memutuskan tetap melakukan ekspansi.

“Tahun ini kami memperoleh pertumbuhan penjualan hingga 30% dibandingkan tahun lalu. Rata-rata jumlah pengunjung juga masih stabil di kisaran 500 orang per hari per mini market,” katanya kepada pers di Bandung, kemarin.

Meski tidak menyebutkan nominalnya, kenaikan penjualan ini terasa pada November-Desember ini terkait perayaan Natal dan Tahun Baru 2009 dengan kisaran persentase sebesar 25%.

Rata-rata tingkat belanja setiap pelanggan pada 180 Yomart eksisting di Jabar saat ini juga tergolong bagus, yakni berkisar Rp28.000 per transaksi, sehingga situasi internal dinilai sangat kuat.

Mario melanjutkan pihaknya juga sudah mendengar rencana pembukaan pelaku ritel asal Jepang, Seven Eleven, dalam waktu dekat di Indonesia. Di sisi lain, persaingan dengan minimarket serupa juga tak kalah sengit.

Catatan Aprindo Jabar menunjukkan bahwa jumlah minimarket di Jabar saat ini berkisar 300 buah, sementara itu, hipermarket ada delapan buah dan supermarket 55 buah. Untuk itu, ekspansi harus dilakukan agar usaha ritel asal Bandung itu tetap bersaing.

“Secara internal sudah kuat lalu ada tantangan eksternal, maka kami harus meresponnya dengan ekspansi ini. Kami mengamati krisis global, tapi sepertinya ini belum jadi halangan,” ungkapnya.

Dia melanjutkan pembukaan 130 minimarket baru terdiri atas 30 toko reguler yang dikelola sendiri, 60 toko yang diwaralabakan (franchise), serta sisanya merupakan toko yang berlokasi di area khusus.

Mayoritas lokasi pembukaan, lanjut dia, diprioritaskan di wilayah pemasaran utama Yomart yakni Jawa Barat dengan bakal kuat lokasi toko di daerah Sukabumi, Bogor, Tasik, dan Cirebon.