Pengusaha Nasional Tolak Ritel Seven-Eleven @ mesin kasir

Rencana investasi Seven-Eleven, perusahaan ritel asal Jepang mendapat tentangan keras dari pengusaha waralaba nasional. Alasannya Seven-Eleven mengajukan skema kepemilikan waralaba dengan kepemilikan mayoritas dan pengusaha lokal hanya 25 persen. “Di negara manapun, waralaba itu harus dimiliki pengusaha lokal. Kalau mereka masih mayoritas, itu termasuk monopoli. Dan jika begitu caranya, kami menolak Seven-Eleven masuk ke Indonesia,” ujar Ketua Perhimpunan Waralaba Indonesia Amir Karamoy di Jakarta, Jumat (17/11).

Amir menegaskan, sesuai peraturan Menteri Perdagangan No. 12 tahun 2006 tentang Waralaba, Seven-Eleven selaku pemilik waralaba asing dilarang masuk secara langsung.
Jika Seven-Eleven mengehendaki saham mayoritas, lanjut Amir, itu hanya berlaku hanya untuk lima outlet. “Selebihnya harus milik lokal.”

Sebelumnya peritel asal Jepang, Seven-Eleven, berencana melakukan investasi di Indonesia melalui skema kerja sama ekonomi Indonesia?Jepang. Kerja sama tersebut akan diteken November ini. Pemerintah Jepang meminta secara resmi jaminan agar investasi Seven-Eleven tidak terganjal. Perusahaan ritel tersebut pernah beroperasi di Indonesia pada 1980 namun tidak berkembangkan.

Amir menambahkan, ada 3 persyaratan yang harus dipenuhi Seven- Eleven jika hendak masuk kembali ke Indonesia. Syarat pertama, saham waralaba harus 100 persen dimiliki
pengusaha lokal. Kedua, minimal 60 persen produk yang dijual merupakan produk lokal. Ketiga, lokasi gerai harus sesuai ketentuan pemerintah daerah. “Jangan sampai keberadaan mereka mematikan ritel lokal,” ujarnya.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) M.S Hidayat menyatakan, pihaknya sedang mempelajari rencana investasi Seven-Eleven. Ia menyatakan belum bisa memutuskan sikap mengingat ada dampak positif maupun negatif investasi tersebut.

Sisi positifnya, kata dia, Seven-Eleven membuka kesempatan kepemilikan waralaba bagi pengusaha kecil menengah nasional. Sedangkan sisi negatifnya adalah jika gerai itu hanya menjual produk Jepang.

Artikel Menarik Lainnya:

Sharp XE-A203 Membantu Ritel Kecil (UKM) Mengetahui Omset Penjualannya
Siapa Pun Presidennya, Ekonomi Indonesia Tak Akan Berubah
Omset Bisnis Parcel Mulai Melonjak, Walau Larangan Pemerintah Dikeluarkan
Lahan Kita Masih Sangat Subur

Leave a Comment