Pertamina Minta Maaf, Estimasi Suplai Gas Meleset@mesinkasir

JAKARTA – Seperti menjilat air liur sendiri. PT Pertamina (Persero) pernah sesumbar bahwa suplai gas elpiji akan kembali normal pada Selasa 16 Desember kemarin. Namun, nyatanya hingga saat ini gas elpiji masih langka.
Untuk itu, perusahaan minyak dan gas pelat merah tersebut meminta maaf kepada masyarakat atas kejadian ini.
“Kami atas nama Pertamina memohon maaf kepada masyarakat terhadap pasokan elpiji yang selama ini progresnya kurang mengena di masyarakat,” ujar Senior Vice President Pemasaran Hanung Budya, saat konferensi pers, di Jakarta, Rabu (17/12/2008).
Pertamina berjanji akan menyelesaikan masalah nasional ini. Masalahnya, kelangkaan elpiji tidak hanya membuat geger pelaku industri. Tapi, para ibu-ibu yang menggunakan gas elpiji sebagai aktivitas rumah tangga pun juga ikut kalang kabut.
Hanung menjelaskan, posisi stok elpiji nasional saat ini mencapai 116.581 metric ton (MT) dengan dot nasional 7.585 MT, maka ketahanan stok mencapai 15 hari.
Menurut kabar, stok pertamina mengalami pelambatan pada hari ke-17 tidak akan mencukupi kebutuhan nasional. Tapi hal itu langsung dibantahnya.
“Kami hanya bisa mengabarkan untuk 15 hari masih cukup. Sampai dengan 31 Desember itu, kami memperkirakan posisi stok elpji 168 ribu MT,” pungkasnya.
Sebelumnya, puncak kelangkaan gas elpiji terjadi pada Minggu 14 Desember kemarin. Para agen harus antre hingga tiga hari. Namun, menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla per Selasa kemarin tinggal separuh waktu.

“Sekarang kan sudah jauh lebih dari hari Minggu kemarin. Tadi malam saya cek, antreannya tinggal setengah dibandingkan hari Minggu lalu. Kalau dulu bisa tiga hari, sekarang sudah bisa satu setengah hari,” ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa kemarin.
Sumber berita: Okezone.com
