Revolusi Sistem Penamaan Domain @ mesinkasir

Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) telah menyetujui perubahan sistem penamaan top level domain (TLD) atau akhiran sebuah nama domain seperti .com, .net, .co.id, .web, dan sebagainya. Peraturan anyar ini memperbolehkan semua organisasi untuk menggunakan nama TLD mereka sendiri dengan biaya sebesar US$50.000 hingga US$100.000.
Dengan adanya sistem tersebut, sebuah perusahaan bisa menggunakan nama domain sesuai dengan nama dagangnya. Misalnya, Google dapat menggunakan sebuah domain dengan TLD .google, HP dengan TLD .hp, Microsoft dengan TLD .microsoft (disebut sebagai “generic TLD”). Selain itu, ICANN juga menggelar beberapa TLD baru seperti .news dan .sports.
Sistem yang akan berlaku mulai 2009 tersebut secara otomatis akan mengubah perdagangan nama domain .com. Harga domain-domain .com kemungkinan juga akan mengalami penurunan. ICANN juga memperbolehkan domain yang ditulis dalam berbagai bahasa Asia seperti Indonesia, Jepang, Korea, Arab, Thailand berikut sistem ejaannya.
Perubahan ini sebagai jawaban atas tidak suksesnya top level domain .info, .mobi, .travel, .asia yang pernah ditambahkan oleh ICANN. Namun kebanyakan pengguna internet masih cenderung memilih .com sebagai TLD utama, selain .org dan .net. Mampukah sistem ini sukses atau hanya akan menjadi kegagalan kedua ICANN?
Dari perubahan sistem TLD tersebut sebenarnya akan memberikan keuntungan dan privasi kepada pengusaha komersil online. para pe-ritel online bisa bebas memilih nama domain yg sesuai dengan nama corporate-nya. hal ini akan menghindarkan pemilik nama TLD asli dari pembajakan (pirates) domain, contoh : pt.mesinkasirhotline, kompetitor MEMBAJAK nama domain perusahaan mesinkasirhotline.com dengan tujuan pt.mesinkasirhotline tidak bisa menggunakan domain mesinkasirhotline.com sehingga nilai pasar dan pangsa pasar bisa diambil kompetitor.



Sumber : dagdigdug.com
