2009, Hipermarket Tak Akan Jor-Joran Berekspansi @ mesin kasir

JAKARTA. Sampai saat ini, Carrefour tetap menjadi raja peritel kelas hipermarket. Menurut kalangan peritel, Carrefour menggenggam pangsa pasar sebesar 25%. Kemudian, diikuti Hypermart yang menggaet 15% pangsa. Baru setelah itu posisi ditempati Giant serta Makro.
Menurut Yongky Suryo Susilo, Direktur Layanan Peritel PT AC Nielsen Indonesia, Carrefour sangat berjaya di Jabodetabek dan sekitarnya. Para pemain hipermarket lainnya pun mengaku kalah dengan peritel Negeri Anggur itu. “Tapi, kalau di luar Jawa justru Hypermart,” kata Yongky, sambil menyebut Sumatra dan Sulawesi sebagai wilayah Hypermart melakukan ekspansi.
Namun, ukuran raksasa rupanya menjadi kendala para peritel gajah dalam melangkah maju, terutama dalam menambah gerai. “Untuk mendapatkan lokasi yang cocok memang sulit,” kata Sugianto Wibawa, Direktur Operasional PT Hero Supermarket Tbk, yang membawahi hipermarket Giant.
Selain rada sulit dalam menambah gerai, Sugianto juga menilai kalau perkara mencari lokasi itu pun masih ditambah dengan satu syarat yang tidak boleh kurang. Yakni, soal pasokan listrik yang harus memadai. Artinya, selain lokasi yang pas, para peritel juga harus mendapatkan lokasi yang punya pasokan aliran listrik dahsyat, yang bisa menerangi seluruh areal hipermaket.
Tidak perlu heran kalau di tahun 2009 nanti para pebisnis di bidang ritel ini tidak terlalu jor-joran dalam membuka ladang bisnis. “Kalau untuk menambah gerai, yang pasti kami juga akan ekspansi,” kata Irawan.
