UKM Indonesia optimistis hadapi ekonomi 2009
oleh : Fahmi Achmad
UKM di Indonesia tetap optimistis dalam melihat prospek pertumbuhan ekonomi dan aktivitas perdagangan pada 2009, sebagaimana terungkap dalam hasil survei HSBC Commercial Banking Asia Pasifik.
Survei yang bertajuk Asia-Pacific Small Business Confidence Survey yang diadakan pada kuartal keempat 2008 ini merupakan hasil kolaborasi antara HSBC dan lembaga riset terkemuka TNS.
Survei ini melibatkan 3.000 UKM yang berada di 10 negara dan teritori, yaitu Hong Kong, Cina daratan, Taiwan, Bangladesh, Singapura, India, Vietnam, Korsel, Malaysia dan Indonesia.
Hasil survei menunjukkan bahwa Bangladesh, Vietnam, India, dan Indonesia termasuk ke dalam negara-negara yang paling optimis dalam memandang prospek perekonomian pada 2009, sedangkan negara-negara “Macan Tua Asia” seperti Singapura, Taiwan, dan Hong Kong merupakan negara yang paling pesimistis.
“Hasil survei ini mendukung apa yang kami lihat dari nasabah HSBC yang memiliki solusi kreatif dalam menghadapi tantangan ekonomi. Tahun 2009 akan menjadi tahun yang berat bagi banyak bisnis,” kata Margaret Leung, Global Co-head of Commercial Banking, The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited.
Mayoritas responden mengharapkan pertumbuhan ekonomi akan berada di level yang sama atau lebih baik dibandingkan dengan 2008. Di Indonesia, sebesar 13% masih berharap akan adanya peningkatan pertumbuhan PDB dan hampir separuhnya percaya bahwa kinerja perekonomian dapat dipertahankan pada 2009.
UKM Indonesia cenderung mempertahankan rencana belanja modal mereka, 50% UKM tetap mempertahankan tingkat belanja modal mereka dan bahkan 24% UKM berencana untuk meningkatkan belanja modal mereka.
Sebanyak 80% UKM Indonesia berencana untuk mempertahankan karyawannya dan bahkan 13% berencana meningkatkan jumlah karyawan. Hanya sebagian kecil UKM, yakni kurang dari 10% yang berencana mengurangi jumlah karyawannya.
