RAHASIA SUKSES MENJADI RETAILER@mesinkasir

Ingin tahu rahasia sukses menjadi retailer? Berikut 9 resep sukses yang disadur dari retailernews.com :
1.Jika sudah basah … jangan naik dari air, artinya kalau sudah terjun di retail jangan setengah-setengah. McDonald’s misalnya mensyaratkan franchisee-nya untuk meninggalkan semua urusan bisnis selain McDonald’s saat mereka memulai toko pertamanya, sampai mereka sukses.
2.Hindari 3 aturan terlalu … TERLALU BESAR, …TERLALU CEPAT, … TERLALU JELEK!
3.Jangan sampai memiliki spout out (di display) dan spout in (di toilet toko). Spout out (kekosongan stock) di display mengkomunikasikan seolah-olah usaha kita sedang MERANA, tidak sanggup membeli stock! Spout in (bercak-bercak) di toilet menunjukkan komitment kita yang rendah terhadap kebersihan dan detail. Ingat selalu Retail is detail, if you are not detail, please step out from retail.
4.Evaluasi secara tahunan, dan beri skor antara 1 sampai 5, untuk pertanyaan berikut : “Apakah toko kita merupakan tempat yang menyenangkan untuk bekerja bagi karyawan, sama halnya untuk berbelanja bagi pelanggan?”
5.Berikan bonus kepada buyer berdasarkan Gross Margin dan Return On Investment, Berikan bonus untuk seller berdasarkan Gross Margin dan Penjualan.
5.Berikan empowerment kepada tiga orang terbaik bukan ANGGOTA KELUARGA, untuk mengelola usaha. Jauhkan sepupu dari usaha kita.
Gandakan jumlah pelanggan dalam waktu dua tahun ke depan.
6.Dalam setiap laporan, gunakan data tiga tahun sebagai perbandingan.
Ciutkan vendor menjadi 25% dari jumlah yang ada saat ini.

sumber:S. Muharam
SMfr@nchise,

Artikel Menarik Lainnya:

Ritel dari Indonesia yang masuk dalam 500 Ritel Top Asia
Sarinah siapkan Rp1 miliar untuk kantung @Mesin Kasir
Pemerintah Kurang Jeli Lihat Bisnis Waralaba
Rencana Kebijakan Electronic Road Pricing (ERP) apakah untuk meningkatkan Pendapatan Daerah?

No Comments

  1. ahlan says:

    saya punya swal sudah jalan 3 thn n bermasalah dg bagian order n kebetulan bagian order adlh sepupu..trus bagaimana solusi yang enak

  2. mesin kasir says:

    Tidak bisa dipungkiri, sebagian besar dari potret usaha ritel dan usaha lainnya yang sering kita jumpai dalam perekonomian kita banyak yang masih berbasis kekeluargaan, dan ini mungkin selain bagian dari kultur juga masih tingginya tingkat pengangguran dan lemahnya pola manajemen dari pengelolaan usaha tersebut. Bukan berarti usaha yang di kelola secara asas kekeluargaan selalu jelek, namun sering kali susah bagi manajemen untuk berpikir objektif dalam bertindak. Banyak ritel modern sudah dikelola dengan sistem manajemen yang moderen dan profesional dimana staffing dan rekrutmen sdm benar benar didasari oleh kemampuan dan keahlian sdm dan ini sangat membantu untuk hal aktualisasi serta fungsi kontrol dari owner serta top manajemen, asalkan owner atau pengelola bisa bersikap profesional sebetulnya tidaklah masalah untuk menyertakan keluarga dalam pengelolaan usaha, namun di beberapa budaya seperti budaya Jawa ada masih semacam “ewuh pekewuh” sehingga seringkali jadi hambatan dalam penyelarasan fungsional. Yang terakhir mungkin adalah membuat sistem kerja yang lebih sistematis sehingga mempermudah pengawasan serta pengukuran kinerja sesuai standar yang sudah ditetapkan

Leave a Comment