Factory Outlet Ubah Konsep, Bidik Segmen Khusus @ Mesin Kasir
SURABAYA – Bisnis Factory Outlet (FO) sempat menjamur di awal 2000-an. Namun, bisnis ini sekarang mulai redup.. Dari data yang dimiliki oleh Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jatim, jumlah FO yang ada di Jatim tahun lalu sebanyak 63 outlet. Tapi, tahun ini jumlahnya diprediksi turun di bawah 50 outlet. Ketua DPD Aprindo Jatim Abraham Ibnu mengatakan dari total FO yang ada, 60 persennya ada di Surabaya.
”Penambahan outlet di Jatim tahun lalu sebenarnya cukup signifikan. Dari 40 outlet pada 2007 menjadi 63 outlet tahun lalu,” katanya kemarin (13/3). Meski demikian, total sales FO regional Jatim di 2007 dan 2008 nilainya sama, yaitu mencapai Rp 246,6 miliar. Redupnya bisnis FO, bukannya tanpa alasan. Berdasarkan survey data, terjadi penurunan nilai Indeks Kepercayaan konsumen (IKK) terhadap produk FO. ”Itu untuk pembelian produk FO elektronik, fesyen, dan otomotif,” tambahnya. Untuk FO fesyen, produk mereka kalah bersaing dengan department store. Tetapi, bukan berarti bisnis FO tidak bisa dikembangkan lagi. ”Tentu, mereka harus membidik segmen tertentu dan mengubah konsep FO,” ucapnya. Strategi itu telah dilakukan The Square, FO yang baru buka November tahun lalu.
Jika dulu segmen yang dibidik adalah konsumen pria dan keluarga usia matang, kini mereka membidik anak-anak, remaja, hingga keluarga muda”Kami memulai bisnis ini saat kondisi ekonomi krisis, tentu kami memiliki strategi berbeda,” kata Steven Suhadi, salah satu pemlik The Square. (jan/bas) jawa Pos, on March 14th 2009

bagaimana cara untuk mendapatkan produk untuk di jual,apakah beli di pabrik2 konfeksi atau bagaimana?Thank’s
saya punya banyak aneka dagangan t-shirt, tas import, sandal sepatu jam tangan dll, kalo mau ambil tempat saya silakan. karena harus grosir tidak ngecer. call 085291371641