Siapkan Stimulus buat Pasar Tradisional@mesinkasir

JAKARTA – Penetrasi pusat perbelanjaan modern semakin gencar. Namun, pemerintah tetap memperhatikan keberadaan pasar tradisional. Buktinya, tahun ini disediakan dana stimulus Rp 400 miliar untuk memperbaiki 300-400 unit pasar tradisional.

“Asosiasi sudah berkoordinasi dengan Departemen Perdagangan (Depdag) dan data pasar tradisional yang membutuhkan program revitalisasi secepatnya,” ujar Deputi Kerja Sama dan Investasi Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo), Suhendro usai workshop dan launching iklan bersama ‘Produk Indonesia Tuan Rumah Di Negeri Sendiri’ kemarin.
Dana revitalisasi itu masuk dalam alokasi stimulus yang diberikan melalui Depdag. Revitalisasi pasar tradisional akan meliputi bangunan fisik serta manajemen pengelola pasar. Pasar tradisional yang diprioritaskan mendapat kucuran dana revitalisasi adalah jenis pasar induk dengan jumlah 500 – 1.000 pedagang. “Dana stimulus, utamanya akan dipakai untuk memperbaiki infrastruktur pasar basah,” ungkapnya.
Menurut dia, dari sekitar 8 ribu pasar tradisional di Indonesia, sekitar 75 persen sudah berusia di atas 20 tahun. Selain pasar tua, pasar tradisional yang pernah terbakar juga akan memperoleh prioritas revitalisasi. Selain infrastruktur, dana stimulus digunakan untuk pengelolaan manajemen pasar. “Setelah infrastruktur memadai, lalu bisa dilengkapi pengelolaan dan manajemen yang baik,” lanjutnya.
Setelah revitalisasi berjalan, kata Hendro, pasar tradisional akan menjadi lebih efisien.

Dengan perbaikan itu diharapkan, pasar tradisional dapat menghidupkan perekonomian daerah. Perbaikan infrastruktur ekonomi daerah ini diperkirakan bisa meningkatkan pertumbuhan dan perputaran ekonomi sekitar 15 – 20 persen. “Pasar itu pusat ekonomi daerah untuk menciptakan tenaga kerja serta wirausahawan baru,” tukasnya.
Hendro mengakui untuk membenahi ribuan pasar tradisional itu perlu waktu dan dana hingga triliunan rupiah.

Sumber:jawapos

Artikel Menarik Lainnya:

"Resesi Ekonomi Hantam Perdagangan Online" @ mesin kasir
Daftar Orang - Orang Yang "Malah" Sukses Setelah Resign (Bagian I)
Efek "Penguras Kantong" Saat Berbelanja Di Supermarket
AP3MI: Pemasok Tak Mungkin Untung dari

Leave a Comment