Tahun 2010 Diprediksi Ekonomi Hanya Tumbuh Dua Persen@Mesinkasir

Krisis ekonomi dunia akan makin memburuk pada 2010. Sehingga tahun depan merupakan masa yang krusial bagi Indonesia. Untuk itu harus ada upaya sistematis untuk mengantisipasi pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran sebagai konsekwensi perlambatan pertumbuhan ekonomi yang makin dalam.
Ekonom Bank Mandiri Martin Panggabean mengatakan tanda-tanda krisis di negara-negara maju akan berakhir belum terlihat tahun ini. Pada 2010, pemerintah makin sulit mencari pembiayaan untuk menutup defisit. Perbankan juga tidak akan mempunyai dana yang cukup besar untuk stimulus perbankan dalam negeri. Itu berdampak buruk pada belanja masyarakat dan investasi.
“Kalau dunia tidak bisa keluar pada 2009, dampak di 2010 akan cukup besar,” kata Martin di sela diskusi di Lemhanas, Jakarta, kemarin (17/3).
Martin memprediksi, ekonomi 2010 hanya akan tumbuh dua persen, atau jauh terpuruk dari prakiraan tahun 2009 yang sudah melambat menjadi 4,5 persen. “Kalau dua persen, terbayang jutaan orang yang akan kena PHK,” katanya.
Martin mengatakan, resesi dunia sudah terbukti terjadi. Saat ini yang menjadi kekhawatiran adalah terjadinya depresi yang peluangnya makin besar
. “Resesi sudah terjadi, tapi probability terjadinya depresi sudah naik 20-30 persen. Pertumbuhan ekonomi AS bisa minus 5-7 persen,” kata Martin.
Pertumbuhan ekonomi dunia makin merosot tajam. Berdasar proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF), kegiatan ekonomi dunia diperkirakan menurun 0,5 persen sampai 1,5 persen pada 2009.
Dia menambahkan, untuk 2009 ekonomi Indonesia masih aman. Sehingga yang perlu diantisipasi adalah untuk tahun depan. Sebab jika ekonomi hanya tumbuh dua persen, perbankan makin enggan menyalurkan kredit karena risiko yang makin tinggi. Sehingga saat ini yang paling dibutuhkan bukan penurunan bunga, namun bagaimana agar kredit tetap tumbuh tinggi.
“Kita ingin meski bunganya sama, tapi pertumbuhan kreditnya bisa besar,” kata Martin. Agar kredit tetap banyak disalurkan, bank harus memenuhi kebutuhan pendanaan.
Staf Khusus Menteri Keuangan M. Chatib Basri mengatakan ekspor dan investasi sudah tidak bisa diandalkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Sehingga sumber pertumbuhan hanya akan berasal dari konsumsi masyarakat dan belanja pemerintah. Chatib mengatakan konsumsi swasta memiliki porsi hingga 65 persen Produk Domestik Bruto. “Kalau dia bisa tumbuh 4,5 persen saja, dari private consumption saja kita sudah dapat kontribusi 2,6 persen,” kata Chatib.
Sehingga, lanjut dia, belanja pemerintah harus berkontribusi menambah 1,4 persen pertumbuhan. Porsi belanja pemerintah terhadap PDB adalah 10 persen. Sehingga pertumbuhan belanja pemerintah harus tumbuh 14 persen.

Sumber:www.jawapos.com

Artikel Menarik Lainnya:

Sistem Pembayaran dengan USB Flash Drive @ mesinkasir
Multiply, Dari Link Download MP3 Berubah Ke Toko Online
Lahan Kita Masih Sangat Subur
Ingin Beli Tiket KA Tapi Jauh Dari Rumah? Ke Alfamart Saja

Leave a Comment