Kemenkop dan UKM Bangun 91 Pasar Tradisional @ Mesin Kasir

Kementerian Koperasi dan UKM memutuskan untuk mengalokasikan dana stimulus fiskal untuk pembangunan 91 pasar tradisional dan penataan sarana Pedagang Kaki Lima (PKL) di 13 lokasi. Dana stimulus fiskal yang diberikan kepada Kementerian Negara Koperasi dan UKM sebesar Rp100 miliar. “Kami kembangkan 100% untuk menggerakkan sector riil, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya beli masyarakat,” tutur Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali di kediamannya, kemarin, Rabu (1/4). Deputi Menteri Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha, Kementerian Koperasi dan UKM Ikhwan Asrin menambahkan, keseluruhan program itu tersebar di 32 provinsi dan 87 Kabupaten/Kota. Pasar yang dibangun itu nanti dikelola oleh koperasi, di mana status pasar nanti tetap milik pemerintah dan diserahkan ke Pemda. Dengan begitu, harap Ikhwan, kualitas sarana pasar tradisional dan PKL akan meningkat. Mengingat, selama ini, perkembangan pasar tradisional kondisinya tidak memadai, terkesan kumuh, bau, dan semrawut. Iini mengakibatkan pasar tradisional banyak ditinggalkan masyarakat dan beralih ke pasar modern. “Kami ingin menciptakan pasar tradisonal dengan sistem pengelolaan yang modern dan profesional. Bersih dan nyaman, tapi pembeli masih bisa tawar-menawar. Istilahnya, pasar tradisional beraroma modern,” kata Ikhwan. Selain itu, paket stimulus ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat, memperkuat daya tahan dunia usaha melalui pedagang pasar tradisional, dan akan tumbuh kegiatan ekonomi sehingga menciptakan tenaga kerja serta mengurangi pengangguran. DPR sendiri telah menyetujui program itu pada 18 Maret 2009. Nantinya, masing-masing pasar dialokasikan sebesar Rp1 miliar. Untuk penataan PKL, besarnya antara Rp300 juta sampai Rp400 juta. Ikhwan memperkirakan, untuk penyerapan tenaga kerja sedikitnya 37.440 orang. Asumsinya, dari 91 pasar tradisional yang akan dibangun menyerap 36.400 orang di mana per pasar bisa menyerap 400 tenaga kerja. Sementara, 13 lokasi PKL bakal menyerap 1.040 orang. “Ini belum dampak ikutannya seperti dari sektor angkutan dan jasa lainnya,” katanya.(Gun/OL-04)

Source: MediaIndonesia.Com

Artikel Menarik Lainnya:

Antara Gairah Seks dan Bursa Saham
Kisah Perjalanan Mahasiswa Merintis Bisnis Hingga Beromset Rp 80 Juta
Tips Belanja Cerdas Di Supermarket
Membuat Waralaba Lokal Menjadi Pemain Global

No Comments

  1. deden says:

    Apakah pasar tradisional yang telah dibangun bisa dikelola oleh Depkop, seperti pasar ciroyom, bandung yang sekarang jadi bangunan kosong padahal telah habis milyaran rupiah.

Leave a Comment