LEBARAN 2009 JADI TUMPUAN HARAPAN, Aprindo Yakin Omzet Ritel Modern Tumbuh 10% @ Mesin Kasir

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) optimistis omzet ritel modern mampu bertumbuh 5-10% pada tahun ini. Optimisme itu ditopang dari perbaikan daya beli masyarakat serta pelanggan yang loyal.

Ketua Umum Aprindo Benjamin J Mailool menerangkan, prediksi pertumbuhan tersebut dapat tercapai meski krisis global mulai menerpa sektor riil di dalam negeri. Peritel nasional tetap dapat mengatasi tantangan akibat krisis dan yakin pemerintah tidak akan tinggal diam.

Lebaran dijadikan sebagai suatu markin dalam setiap promo

Lebaran dijadikan sebagai suatu marking dalam setiap promo

“Selain itu, kami mengharapkan penjualan pada saat Lebaran 2009 tidak terganggu. Penjualan pada saat itu masih tetap menjadi primadona guna mendongkrak omzet,” ungkap Benjamin usai pembukaan Munaslub Aprindo di Jakarta, Jumat (3/4) malam.

Secara terpisah, CEO Tudung Group Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto mengatakan, penjualan pada masa Lebaran untuk produk tertentu di sektor ritel modern seperti biskuit dan jenis makanan lainnya meningkat signifikan. Sehingga, kata dia, penjualan total ritel modern relatif meningkat.

Pengusaha harus pndai mengambil peluang momentum suatu even dalam promosi

Pengusaha harus pndai mengambil peluang momentum suatu even dalam promosi

“Memang, peningkatan pada masa Lebaran adalah seasonal dan secara keseluruhan, penjualan ritel modern relatif meningkat. Selain itu, pasar tradisional libur sehingga ada pengurangan dari sisi suplai yang dinikmati oleh sektor ritel modern,” tutur Sudhamek kepada Investor Daily.

Antisipasi Krisis

Sementara itu, Benjamin memperkirakan, peritel yang khusus menjual produk impor akan terpengaruh pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sekitar 30%.

Hal senada disampaikan Presiden Direktur PT Supra Boga Lestari (Ranch Market) Nugroho Setiadharma. “Untuk produk impor pasti terkena dampak krisis terutama akibat pelemahan rupiah. Untuk menyiasatinya, meski sulit, peritel memilih mensubtitusi barang yakni mengganti negara asal yang perbedaan kursnya tidak terlalu tinggi,” kata Nugroho.

Momen Lebaran dinantikan banyak ritel untuk panen

Momen Lebaran dinantikan banyak ritel untuk panen

Dia menambahkan, peritel harus bertahan dengan marjin yang menipis karena tidak dapat langsung menaikkan harga jual mengikuti pergerakan kurs. Selain itu, kata Nugroho, pihaknya berusaha lebih efisien dengan mengontrol inventory perusahaan.(eme) Investor

Artikel Menarik Lainnya:

Pentas Ekonomi di Panggung Politik 2009 @ mesin kasir
Setting Awal CashRegister Sharp XE-A203
Negara-Negara Ini Punya Cadangan Emas Terbesar Di Dunia
Nyatanya, Baru 3 Hotel yang Miliki ISO Manajemen

No Comments

  1. Henik says:

    Saya Setuju sekali adanya sale murah tapi tanpa merugikan harga sebenarnya… tapi tak menipu pelanggan…

Leave a Comment