Puluhan Investor Malaysia Minat Beli Waralaba Indonesia@mesinkasir
JAKARTA,KOMPAS.com – Ini kesempatan besar buat pengusaha waralaba lokal untuk mengepakkan sayap bisnisnya di luar negeri. Ada 52 investor dari Malaysia yang berniat membeli waralaba Indonesia.
Menurut Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar, 52 investor asal Malaysia tersebut akan bertemu dengan sejumlah pemilik waralaba Indonesia di Jakarta, hari ini (23/4).
Kata Anang, investor Malaysia itu berbondong-bondong membidik waralaba Indonesia karena di negaranya masih sedikit yang membuka usaha waralaba. “Mereka punya modal besar karena pemerintah dan kerajaannya membantu,” ujar Anang, Rabu (23/4).
Anang mengatakan, investor Malaysia membidik 17 waralaba Indonesia. Mulai dari waralaba usaha cuci mobil hingga makanan. Antara lain Auto Bridal, Es Teler 77, dan Kebab Turki. “Mereka rencana akan boyong ke Malaysia, dengan membeli lisensi mereknya untuk buka gerai di sana,” ujar Anang.
Peluang waralaba Indonesia mengembangkan merekanya di Malaysia masih terbuka lebar. Salah satunya karena budaya masyarakat Malaysia tak jauh beda dengan Indonesia, termasuk soal selera terhadap menu makanan.
Hal ini juga bisa membuka peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia. Sebab, pada tahap awal Malaysia masih membutuhkan orang Indonesia sebagai karyawan. “Selain itu, yang menguntungkan, bahan bakunya sekalipun mereka juga menyediakan, namun sebagian juga produk Indonesia,” imbuh Anang.
Ketua Dewan Pengarah Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali) Amir Karamoy mengatakan, meski peluang bisnis di Malaysia besar, tapi jangan sampai Malaysia hanya memanfaatkan teknologi pengusaha kita saja. “Misalnya perjanjian berakhir, tapi teknologi kita masih mereka gunakan, mereka bisa jual balik dengan merek yang berbeda ke kita,” katanya.
Amir menyarankan dalam perjanjian nanti kedua pihak mencantumkan klausul bahwa setelah kontrak berakhir, pembeli lisensi tidak boleh membuka usaha yang sama.
Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan Departemen Perdagangan Dede Hidayat mengatakan, pemerintah akan membantu jika investor Malaysia serius ingin membeli lisensi merek waralaba Indonesia. Namun, Dede bilang, pemerintah akan ketat mengawasi jangan sampai suatu saat Malaysia mengklaim merek milik waralaba Indonesia. “Kita akan antisipasi hal itu,” ujarnya.
Setelah Malaysia, kata Anang, ada negara-negara lain yang membidik waralaba Indonesia. “Dalam waktu dekat ada Filipina, Thailand, Arab Saudi, dan Dubai,” katanya.
Sumber:kompas.com
