Penyerapan Ruang Ritel Capai Rekor Tertinggi @ Mesin Kasir
Tingkat penyerapan ruang ritel di Jakarta pada kuartal I-2009 mencapai rekor tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Pada periode ini tingkat penyerapannya seluas 83.700 m² atau naik 82% dibanding periode sama 2008, dan naik 45% dibanding kuartal IV-2008 yang seluas 63.200 m².
Demikian hasil kajian lembaga riset dan konsultan properti Cushman & Wakefield yang dipublikasikan pekan ini. Lembaga itu menyebutkan, aktivitas transaksi ruang ritel tetap naik, berbanding terbalik dengan subsektor properti lainnya. Penyerapan perkantoran sewa, misalnya, pada kuartal I-2009 justru turun 73% dibanding periode sama 2008.
Peningkatan serapan ruang ritel di Jakarta berasal dari penyewa utama, semi utama, dan besar yang mulai menghuni pusat-pusat perbelanjaan yang baru dibuka, seperti Pejaten Village, Blok M Square, dan perluasan Plaza Indonesia.
Research and Advisory Departement Retail Sector Cushman & Wakefield Soany Gunawan mengatakan, penyewa-penyewa besar yang membuka toko baru kebanyakan adalah bergerak dalam bidang makanan dan minuman (F&B), hypermart, department store, bioskop, toko buku dan hiburan anak.
Kendati demikian, kata Soany, pada kuartal I-2009 juga ditandai penutupan pusat ritel, seperti Jembatan eX, Plaza Hayam Wuruk, dan supermarket seperti Bali Deli Supermarket di fX.
Penyewa besar yang menambah jaringannya pada kuartal I-2009 di antaranya adalah Carefour yang membuka dua toko baru di Blok M Square, dan Emporium Pluit Mall, sedangkan Cinema XXI membuka empat bioskop baru di Emporium Pluit Mall, Plaza Indonesia, Pejaten Village, dan Blok M Square.
Penyewa utama atau semi utama yang membuka toko baru adalah Sogo, Gramedia, Timezone, dan Electronic Solution di Emporium Pluit Mall. Selain itu, Fashion Bar buka di Cilandak Mall, dan Louis Vuitton (LV) membuka toko LV terbesar di Indonesia yang berlokasi di Plaza Indonesia.
“Saat ini pengelola pusat perbelanjaan menerapkan konsep-konsep baru untuk memanfaatkan ruang ritel yang besar untuk lebih menarik minat para peritel sewa,” ujarnya.
Sebagai contoh adalah f-Musik di fX untuk menampung penyewa yang mengkhususkan di bidang musik dan hal-hal yang berkaitan dengan musik. Kemudian, Mazze untuk menampung para penyewa ritel berskala kecil, dan Miniapolis di Plaza Indonesia untuk menampung penyewa yang mengkhususkan pada peralatan anak.
Head of Department Marketing Retail Sector Cushman & Wakefield Lini Djafar mengatakan, penyewa besar yang masih melanjutkan ekspansinya pada kuartal I-2009 kebanyakan yang menjual produk untuk kebutuhan sehari-hari, seperti supermarket, maupun makanan dan minuman. Sedangkan untuk penyewa bermerek internasional diperkirakan masih akan menunda ekspansinya hingga situasi ekonomi kembali normal.
”Untuk brand asingyang butuh keputusan principal, ancang-ancang keputusan penundaan ekspansinya sudah kami rasakan sejak kuartal sebelumnya. Jadi tahun ini hanya menyelesaikan komitmen yang sudah dibuat sebelumnya,” kata Lini.
Prospek
Cushman & Wakefield memprediksikan ada peluncuran pusat perbelanjaan baru pada kuartal I-2009. Tambahan pasokan ruang ritel di Jakarta hanya datang dari penyelesaian proyek-prpyek skala besar yang sedang dalam tahap pembangunan. Proyek itu sebagian besar merupakan pusat perbelanjaan sewa one-stop yang menjadi bagian dari suatu pengembangan properti multi fungsi.
Penurunan tingkat hunian diperkirakan terjadi dalam jangka pendek. Hal itu karena para penyewa di beberapa pusat perbelanjaan besar yang dibuka tahun ini masih menyelesaikan interior toko.
Lembaga riset ini juga memprediksikan aktivitas sewa melemah karena penyewa lebih berhati-hati dalam berekspansi. Walaupun jumlah pengunjung pusat perbelanjaan tinggi, volume penjualan diperkirakan masih tetap rendah. Toko-toko yang akan tetap banyak dikunjungi adalah toko makanan dan minuman, serta hiburan untuk anak.
Untuk jangka menengah, lembaga riset dan konsultan properti Jones Lang Lasalle (JLL) memprediksikan, subsektor properti ritel akan bangkit pertama kali pascakrisis finansial global. “Prediksi ini berdasarkan hasil pengamatan pada krisis moneter 1998. Subsektor yang awalnya paling parah terkena krisis justru mulai bangkit untuk pertama kalinya,” ujar Lucy Rumantir, chairman JLL.
Lucy menilai, pusat perbelanjaan di masa krisis memang masih cukup ramai tetapi hampir tidak ada yang membeli. “Pada 2011, ritel akan kembali bangkit yang kemudian diikuti oleh subsektor residensial dan perkantoran,” ujar dia.
Berdasarkan data Cushman & Wakefield, saat ini harga sewa ruang ritel dalam rupiah rata-rata turun 6,2%, sedangkan dalam mata uang dolar AS turun 11% dibanding pada kuartal IV-2008 yang sekitar Rp 624.700 per m² per bulan untuk toko-toko khusus di lokasi premium di lantai dasar. Sedangkan biaya layanan (service charge) yang dikenakan berkisar US$ 9-14,5 per m² per bulan dengan nilai tukar mata uang yang dikenakan berkisar Rp 7.000-9.000 per dolar AS. *** Investor
Artikel Menarik Lainnya:
Bergabung Yuk!!
IndocashregisterIndocashregister
Mesin Kasir OnlineMesin Kasir Online
Video Panduan KamiVideo Panduan Kami
Berita Tekini
-
Inilah Bank Yang Paling Terjangkau Untuk Konsumen Ritel
May 23, 2012 -
Hypermart di Pontianak Heboh Bagikan Voucher Belanja
May 22, 2012 -
Persaingan Tidak Sehat, Sampang Tertibkan Izin Minimarket
May 21, 2012 -
Sibuk Debut via Bursa, Saham Facebook Langsung Terjual 100 Juta
May 19, 2012 -
Gawat! Kini Hotel di Bandung Mulai Padat
May 18, 2012
Popular News
Facebook Kami
Headline News
- Tahukah Bunda? Pelukan Anda Bisa Cerdaskan Si Buah Hati Lho
- Nyata! Bayi Ini Lahir Dari Rahim Ibunya, Sembari Tangan Membondong Alquran
- Tablet Mesin Kasir Android Made In Indonesia Cocok Untuk UKM
- Hah! Ada Duplikat Paul Si Gurita Yang Siap Ramal Euro 2012 ?
- Seraya Tolak Aksi Kontroversialnya, Inilah Jeritan Suara Hati Fans Lady Gaga!
Mesin Kasir News
- Best View Cash Register Sharp XE-A207
- Best Selection Cash Register Sharp ER-A280F
- Best Seller Mesin Kasir Komputer Touch Screen SHARP UP-V5500
- Printed/ Logo Receipt Printer W75MM X 60 500 Roll
- Bursa Diskon Untuk Hand Labeller
- Best Price Barcode Terminal Datalogic Falcon 4420
- Harga Ekonomis Khusus Barcode Terminal Motorola Symbol MC9090
- Best Seller Barcode Terminal Mobicom MC-5380
- Pusat Barcode Terminal Mobicom M5280
- Promo Barcode Terminal Motoro Symbol MC7094


