Siapa tak kenal Matahari Departemen Store (MDS)? Departemen store nasional terkemuka ini sudah berdiri sejak 15 tahun silam. Walau berkali-kali krisis mendera Indonesia, akan tetapi perusahaan ini masih tetap dapat membukukan pertumbuhan diatas rata-rata pertumbuhan pasar.
Salah satu resep sukses perusahaan ritel ini adalah mempertahankan loyalitas konsumennya dengan pelayanan yang baik serta promosi yang gencar di koran saban akhir pekan. Tak heran, tahun 2007 silam MDS mampu bertumbuh penjualannya sebesar 30,7%. Sementara tahun 2008 sebesar 19,1%. “Rencananya, tahun ini kami ingin bertumbuh sebesar 20%,” ujar Travis Saucer, President & CEO MDS. Data terakhir pada kuarta pertama tahun 2009, MDS sudah bertumbuh 7%. Atau sebesar Rp 2,62 triliun.
Sementara pada kuartal yang sama tahun 2008 pendapatan MDS sebesar Rp 2,45 triliun. Pencapaian kuartal pertama 2009 tersebut melampaui target awal yang dipatok pada 5%. Dari total pendapatan PT Matahari Putra Prima Tbk tahun 2008 sebesar 11,977 triliun, MDs menyumbang kontribusi sebesar 49% atau sebesar Rp 5,873 triliun. Optimisme Travis mungkin terbilang ebrani. Pasalnya hasil riset Nielsen Indoensia menunjukkan prediksi pertumbuhan pasar ritel tahun ini hanya sebesar 15%. Itupun kebanyakan kontribusi pertumbuhannya dari penjualan makanan pokok.
Padahal, produk MDS berupa baju dan sepatu. “Kami yakin tetap bertumbuh karena bagaimanapun pertumbuhan departemen store di Indoensia masih terendah di Asia. jadi peluang pertumbuhan tetap masih besar,” tegasnya. Salah satu strategi yang dibidik Travis adalah dengan memperbesar konter sepatu di MDS. Pasalnya, produk sepatu telah menyumbang kontribusi sebesar 25% dari pendapatan total MDS selama tiga tahun. Bahkan tahun 2008 saja kontribusi dari sepatu mencapai angka 16% yang merupakan kontribusi tertinggi di MDS. Travis bercerita, paling tidak setiap orang butuh lebih dari satu sepatu. Oleh karena itu, pasar sepatu tetap menarik untuk digarap. “Untuk konter footwear, kita akan perluas dua atau tiga kali lipat dari luasan semula,” lanjutnya. Saat ini, sudah sekitar 60% konter sepatu dari total gerai MDS yang ada sudah diperlebar. Misalkan saja di MDS Pluit dan Karawaci yang mampu menampung 300.000 pasang sepatu dalam satu konter. Hal ini berlaku juga bagi gerai Matahari New Generation (NG) yang luasannya dua sampai tiga kali lipat luas gerai MDS biasa. “Di NG, kami memperbanyak pilihan sepatu dari warna dan model tanpa ada perbedaan harga dengan gerai MDS biasa,” lanjut Travis. Hal ini bakal menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung NG yang menginginkan pengalaman belanja yang berbeda namun tetap valuable. “Dengan cara ini, kita bisa menarik konsumen Metro dan Sogo serta konsumen papan bawah untuk masuk ke gerai kami. Jadi saat krisis, pelanggan kita malah bertambah,” tukas Sunny Setiawan, Direktur Operasional MDS. Uniknya, ada sekitar 17 brand sepatu yang merupakan private label MDS sendiri. Private label ini memasang harga 10% sampai 20% lebih murah dari merek ternama. Brand-brand ini bakalan bertambah sedikit tahun ini. Misalkan saja merek ST Yves, Cole, Nevada, Fladeo, Connection, Pipiniko, Little M dan sebagainya. “Kebanyakan kami pasang sepatu wanita, karena wanita suka berbelanja sepatu,” timpal Sunny. Nah, bagaimana langkah MDS menghadapi krisis ini menurut kacamata pakar pemasaran? Menurut Handi Irawan, konsultan dan pakar riset pemasaran, strategi MDS untuk fokus kepada produk sepatu ini secara keseluruhan merupakan strategi yang bagus. “Strategi ini lebih berupa tuntutan untuk mempertahankan loyalitas pelanggan dan brand awareness,” ujar Handi. Namun, Handi menambahkan, di tengah badai krisis patut pula diwaspaidai imbas dari penerapan strategi ini oleh MDS. Pasalnya jika hanya berpatok pada kepuasan dan kenyamanan pelanggan belum tentu cara ini efisien bila harga sepatunya menjadi semakin premium. “Rahasia manjur atau tidak resep Matahari ini berpulang ke konsumen. Kalau permintaannya masih stabil, cara ini masih layak dipertahankan. tetapi kalau tidak, sebaiknya tidak diteruskan,” pungkas Handi. *Kontan*










0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.