
Bisnis franchise (waralaba) di Indonesia terus berkembang pesat. Selain prospeknya bagus, sektor bisnis ini juga makin meluas. Tetapi, sebagian besar yang ada di tanah air bukan waralaba murni, melainkan business opportunity (BO).

Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar mengungkapkan, dari sekitar 750 waralaba lokal di Indonesia, yang murni sekitar 150. Sebagian besar justru BO. ”Tahun lalu jumlah BO meningkat sekitar 10-15 persen, sedangkan franchise murni hanya tumbuh tiga persen,” katanya kemarin (1/5) saat pembukaan National Road Show Franchise & Business Concept Expo di Gramedia Expo.
Menurut dia, banyak investor kecil tertipu ketika membeli merek BO yang mengaku sebagai waralaba. Dia menyarankan calon investor punya pengetahuan mengenai standar waralaba. ”Sekilas mungkin sama baik dari segi operasional maupun benefit. Tetapi, manajemen franchise dilakukan franchisee (pembeli waralaba), bukan franchisor (pemilik waralaba).”


Anang mengakui ada upaya untuk menggiring BO menjadi waralaba. Pemerintah telah mengeluarkan peraturan soal itu. Secara umum, agar diakui menjadi waralaba, sebuah usaha harus sukses lebih dulu. ”Itu, misalnya, ditunjukkan dengan neraca keuangan atau meraih laba. Ini bisa menjadi daya tarik bagi calon investor,” ucapnya. Persyaratan yang utama adalah pengurusan hak atas kekayaan intelektual (HaKI).
Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan Depdag Dede Hidayat membenarkan, pemerintah terus berupaya mengarahkan BO menjadi waralaba. ”Kami terus melakukan sosialisasi dan pelatihan,” katanya.
Sumber : jawapos.com




May 8th, 2009
mesinkasironline
Posted in Uncategorized
Tags: 