Depdag Kaji 600 Proposal Revitalisasi Pasar Tradisional @ Mesin Kasir
Departemen Perdagangan (Depdag) saat ini mengkaji 600 proposal dari 300 daerah di seluruh Indonesia untuk program revitalisasi pasar tradisional. Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Depdag Gunaryo, pengajuan revitalisasi dalam proposal-proposal tersebut beragam mulai dari rehabilitasi total, pertambahan luasan, atau sekadar renovasi fisik.
“Untuk program revitalisasi pasar tradisional, saat ini masih dalam pembahasan dewan anggaran di Departemen Keuangan. Kalau panitia anggaran DPR sudah setuju, yang pasti, kami berharap implikasi revitalisasi pasar dapat beroperasi mulai Oktober-November 2009,” tutur Gunaryo di Jakarta, Selasa (5/5).
Dia menambahkan, dana yang akan disalurkan ke masing-masing proposal tergantung daerah lokasi pasar dan kasus yang diajukan. Dia memperkirakan, dana yang dibutuhkan sekitar Rp 3 miliar. Dana untuk revitalisasi pasar, lanjut Gunaryo, berasal dari stimulus fiskal, dana alokasi khusus (DAK), dan dana perbantuan.
“Mekanismenya, proposal-proposal itu akan dibahas bersama pemda (pemerintah daerah). Untuk penentuan dana, proposal-proposal itu harus melalui persetujuan dari Dinas PU (Pekerjaan Umum, red). Karena Dinas PU pasti mengetahui standar terkait dana untuk rehabilitasi dan kebutuhannya,” jelas Gunaryo.
Di sisi lain, lanjut dia, pemerintah pusat meminta pemda mulai 2010 meningkatkan anggaran untuk pemeliharaan pasar tradisional.
Berdasarkan survei Nielsen, pertumbuhan pasar tradisional pada kuartal pertama 2009 sekitar 5,5% dibandingkan periode sama 2008. Pada Maret 2009, pasar tradisional bertumbuh 0,3% dibandingkan bulan yang sama 2009.
Angka tersebut jauh di bawah pertumbuhan ritel modern yang mencapai 12,7% pada kuartal pertama 2009. Sedangkan pada Maret 2009, ritel modern meningkat 11,2% dibandingkan bulan yang sama 2008.
Menanggapi hal itu, Gunaryo mengatakan, pertumbuhan pasar tradisional tidak dapat dinilai hanya dari satu fisik pasar saja. Namun, harus ditelaah perkembangan para pedagang pasar tradisional itu sendiri. “Kalau surveinya dilakukan dengan seperti itu, baru bisa dibandingkan. Jangan hanya dari satu pasar saja dan mengabaikan banyak pedagang tradisional di dalamnya,” ucap Gunaryo.
Persaingan pasar modern dan tradisional makin ketat. Mau tak mau pasar tradisional harus berbenah diri. Revitalisasi menjadi sebuah keharusan. Kalau tidak, pasar tradisional yang menjadi penggerak ekonomi daerah bakal merana ditinggalkan pembeli.
Sekretaris Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Guritno Kusumo mengatakan, sebanyak 86 pasar tradisional yang tersebar di seluruh Indonesia mulai dibangun dan direvitalisasi sejak dua bulan lalu. Namun, ada beberapa pasar yang tidak memenuhi syarat.
“Kami terpaksa memindahkan ke titik pasar tradisional lain yang lebih siap dan memenuhi syarat. Ada 8 pasar yang tidak memenuhi syarat lalu dipindahkan dan sekarang sudah tidak ada masalah,” katanya di Jakarta, Kamis (14/5).
Kementerian UKM menargetkan program tersebut akan rampung dalam setahun ke depan. “Target selesai tahun ini karena membangun fisik jadi kira-kira perlu waktu satu tahun,” katanya.
Sebelumnya, Kementerian Negara Koperasi dan UKM menyetujui usulan 78 pasar tradisional untuk direvitalisasi pada 2009 dari target 91 titik pasar dan 13 sarana pedagang kaki lima (PKL) di seluruh Indonesia.
Melalui dana stimulus perekonomian yang jumlahnya Rp 12,2 triliun, Kementerian Negara Koperasi dan UKM mendapat alokasi dana Rp 100 miliar untuk program revitalisasi pasar tradisional dan pedagang kaki lima. Oleh karena itu, pihaknya segera merevitalisasi 91 titik pasar tradisional di 87 kabupaten.
Namun, hanya 78 yang dinyatakan memenuhi syarat sedangkan sisanya terpaksa harus dialihkan ke daerah lain karena tidak memenuhi kriteria yang diminta. Misalnya saja di Buleleng, Bali, yang terpaksa dialihkan ke kabupaten lain karena tidak siap.
Berbeda dengan nasib 86 pasar tradisional tadi yang direvitalisasi, para pedagang di Pasar Koja Baru, Jakarta Utara sejak bangunan pasar itu dibongkar pada 28 Januari lalu, pendapatan mengalami penurunan sekitar 80% akibat sepinya pengunjung.
Ketua Dewan Pembina Keluarga Besar Pedagang Pasar Koja Baru Edi Nawawi, mengatakan sebelum pasar itu dibongkar pendapatan sehari rata-rata mencapai Rp 1,5 juta. Namun, sejak para pedagang menempati tempat penampungan sementara pendapatan Rp 300 ribu per hari saja susah.
Menurutnya, tempat penampungan sementara para pedagang yang disediakan PD Pasar Jaya sudah tidak layak lagi karena pada saat turun hujan atap-atapnya bocor. ”Sementara saat cuaca cerah, hawa panas menyengat sehingga membuat para pedagang gerah berjualan dan para pengunjungpun mulai enggan mengunjungi pasar itu,” katanya.
Pengamat ritel, Handaka Santosa mengatakan selain pemerintah merevitalisasi dan membangun pasar tradisional, yang harus dipikirkan adalah bagaimana sektor ritel kecil bisa bersaing di tengah kompetisi yang ketat. Ia memberikan gagasan terbentuknya kantor pembelian bersama atau buying office agar ritel kecil bisa menghadapi ritel modern asing.
Handaka mencontohkan, pelaku pasar ritel membeli super mie 1-2 box saja. Sedangkan pengusaha kuat membeli 1.000 box sehingga harganya lebih murah dan harga jual ke konsumen juga lebih murah. “Seharusnya Kementrian UKM membuat kantor pembelian bersama, buying office,” ucapnya.
Kembali ia mencontohkan, di Jakarta Barat terdapat Pasar Slipi, Palmerah, dan Pasar Tanjung Duren. Suplai ketiga pasar tersebut seharusnya berasal dari satu kantor pembelian bersama.
”Fakta sudah berbicara, tinggal 60% konsumen memilih pasar tradisional. Jangan sampai tahun depan tinggal 55% dan tahun berikutnya 50%. Lama-lama tinggal berapa belas persen seperti yang terjadi di Singapura.” pungkasnya. [E1]
(eme) Sumber:Investor dan Inilah
Artikel Menarik Lainnya:
Bergabung Yuk!!
IndocashregisterIndocashregister
Mesin Kasir OnlineMesin Kasir Online
Video Panduan KamiVideo Panduan Kami
Berita Tekini
-
Inilah Bank Yang Paling Terjangkau Untuk Konsumen Ritel
May 23, 2012 -
Hypermart di Pontianak Heboh Bagikan Voucher Belanja
May 22, 2012 -
Persaingan Tidak Sehat, Sampang Tertibkan Izin Minimarket
May 21, 2012 -
Sibuk Debut via Bursa, Saham Facebook Langsung Terjual 100 Juta
May 19, 2012 -
Gawat! Kini Hotel di Bandung Mulai Padat
May 18, 2012
Popular News
Facebook Kami
Headline News
- Tahukah Bunda? Pelukan Anda Bisa Cerdaskan Si Buah Hati Lho
- Nyata! Bayi Ini Lahir Dari Rahim Ibunya, Sembari Tangan Membondong Alquran
- Tablet Mesin Kasir Android Made In Indonesia Cocok Untuk UKM
- Hah! Ada Duplikat Paul Si Gurita Yang Siap Ramal Euro 2012 ?
- Seraya Tolak Aksi Kontroversialnya, Inilah Jeritan Suara Hati Fans Lady Gaga!
Mesin Kasir News
- Best View Cash Register Sharp XE-A207
- Best Selection Cash Register Sharp ER-A280F
- Best Seller Mesin Kasir Komputer Touch Screen SHARP UP-V5500
- Printed/ Logo Receipt Printer W75MM X 60 500 Roll
- Bursa Diskon Untuk Hand Labeller
- Best Price Barcode Terminal Datalogic Falcon 4420
- Harga Ekonomis Khusus Barcode Terminal Motorola Symbol MC9090
- Best Seller Barcode Terminal Mobicom MC-5380
- Pusat Barcode Terminal Mobicom M5280
- Promo Barcode Terminal Motoro Symbol MC7094




ya benar,tapi bagaimanapun juga pasar tradisional akan tetap ramai kok bos,jadi tenang saja,yg penting kondisi pasar sekarang dibuat enak.sukses selalu.