Pemerintah Belum Akan Naikan Harga BBM @ Mesin Kasir

Seringkali Setiap Ada Perubahan Harga Terjadi Hal Seperti ini

Seringkali Setiap Ada Perubahan Harga Terjadi Hal Seperti ini

Pemerintah belum ada rencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri, meskipun harga minyak mentah dunia terus bergerak naik dalam sepekan terakhir.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Purnomo Yusgiantoro, di Jakarta, Minggu, mengatakan, harga minyak mentah dunia diperkirakan akan terdongkrak naik pada Juli mendatang, pada saat liburan musim panas.

“Pada saat itu, kebutuhan BBM meningkat tajam karena banyak orang akan berlibur menggunakan kendaraan yang memakai BBM,” kata Purnomo Yusgiantoro.

Dijelaskannya, meskipun saat ini masih dalam situasi krisis finansial global, tapi rencana liburan musim panas pada Juli sudah mulai diagendakan sehingga kebutuhan BBM di dunia dipastikan meningkat.

Tingginya kebutuhan BBM di negara-negara di dunia, kata dia, akan mendongkrak kenaikan harga minyak mentah dunia.

Pemerintah Indonesia melalui Departemen ESDM, katanya, akan terus mengamati permintaan dari negara-negara di dunia yang mengkonsumsi BBM tinggi.

“Saat ini, konsumsi BBM tertinggi di Amerika Serikat yakni sekitar 25 persen dari konsumsi BBM di dunia,” katanya.

Menurut Purnomo, meskipun harga minyak mentah di pasar dunia telah menembus harga 62 dolar AS per barel pada Jumat (22/5), tapi pemerintah Indonesia belum ada pemikiran untuk menaikkan harga BBM di dalam negeri.

Menurut dia, pemerintah akan tetap mempertahankan harga BBM karena masih memiliki surplus BBM pada kuartal pertama 2009 serta anggaran subsidi BBM di APBN.

“Pemerintah akan terus mengamati perkembangan harga minyak mentah dunia. Kalau harganya terus naik pemerintah akan menyesuaikan asumsi harga minyak mentah di APBN,” katanya.

Harga minyak dunia yang merangkak naik

Harga minyak dunia yang merangkak naik

Sementara itu, Dirjen Minyak dan Gas Departemen ESDM, Evita Legowo, mengatakan, pemerintah belum akan menaikkan harga BBM di dalam negeri, tapi akan terus memantau perkembangan harga minyak mentah dunia.

Menurut dia, ada empat indikator yang menjadi pertimbangan pemerintah belum akan menaikkan harga BBM dalam negeri.

Pertama, nilai tukar rupiah terhadap dolar dipatok sebesar Rp11.000 per dolar. Kalau saat ini nilai tukar rupiah masih pada kisaran Rp10.400 per dolar, berarti masih berada di bawah standar nilai tukar.

Kedua, pemerintah akan terus mengamati perkembangan harga minyak mentah dunia. Pada Jumat (22/5) kemarin, harga minyak mentah dunia pada posisi 62 dolar AS per barel dan estimasi harga minyak di APBN sebesar 50 dolar AS per barel.

“Harga minyak mentah dunia tersebut masih dalam kisaran estimasi, karena pemerintah memiliki dana cadangan BBM,” katanya.

Kemudian, kondisi ekonomi nasional dan sektor riil, katanya, kalau pemerintah menaikkan harga BBM akan mengubah harga dasar di dalam negeri dan mengganggu pertumbuhan sektor riil.  Sumber Viva News

Artikel Menarik Lain:

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply