Mesin Kasir | Barcode | Ritel

Wisata Belanja Datangkan Devisa US$ 832 Juta @ Mesin Kasir

Mei 25, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Great Sale Moment

Great Sale Moment

Wisata belanja di DKI Jakarta berpotensi dikembangkan seperti di Singapura dan Kuala Lumpur Malaysia. Potensi devisa yang dihasilkan bisa mencapai US$ 832 juta per tahun.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budiman kepada Investor Daily di Jakarta, Jumat (22/5). ”Kawasan belanja di Jalan Dr Sutarto Kasablanka berpotensi dijadikan wisata belanja seperti Orchad Road di Singapura,” katanya.

Selain Kasablanka, kata dia, Pemrov DKI Jakarta tengah mengembangkan beberapa kawasan sebagai pusat wisata belanja, antara lain Koja Trade Mall, Blok M Square, Plaza Indonesia Extension, dan Tanah Abang Baru.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan, potensi devisa yang dihasilkan dari wisata belanja di Indonesia sangat besar. ”Jika pemerintah berkomitmen mengembangkan wisata belanja, devisa yang dihasilkan bisa tiga kali dari hasil industri kreatif,” katanya.

Potensi devisa dari industri kreatif diperkirakan 6% dari produk domestik bruto (PDB) sebesar US$ 518,47 miliar. Artinya, potensi devisa dari wisata belanja bisa mencapai US$ 93,24 miliar.

Menurut Ketua APPBI DPD Jakarta Andreas Kartawinata, nilai transaksi orang Indonesia yang berbelanja ke Singapura ditaksir mencapai Rp 20 triliun pada 2008 atau sekitar US$ 2 miliar. Padahal, orang Singapura yang berbelanja di Indonesia hanya Rp 1 triliun.

Untuk mengembangkan wisata belanja di Indonesia, kata dia, harus ada konsep yang matang serta dukungan kebijakan yang memadai.  ”Model pengembalian pajak (tax refund) saat berbelanja di Singapura  bisa menarik wisatawan,” ujarnya.

Tax refund sebesar 10% di Singapura, ujar dia, membuat harga barang lebih murah, apalagi pemerintah setempat tidak memungut pajak barang mewah. ”Kalau ditotal, ada perbedaan harga sekitar 40% antara Singapura dan Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Singapura sukses menjadi tujuan wisata belanja karena dukungan pemerintah serta mengajak swasta untuk bekerja sama.

Kawasan Belanja

Wisata Belanja Tentu Menyenangkan

Wisata Belanja Tentu Menyenangkan

Andreas Kartawinata mengatakan, dari segi fisik pusat-pusat perbelanjaan di Indonesia tidak kalah bersaing dengan pusat perbelanjaan di luar negeri, bahkan lebih megah. Namun, pamornya kalah karena kurang mendapat dukungan dari pemerintah.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Harian Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta menilai, untuk menjadikan Indonesia sebagai tujuan wisata belanja harus mempertimbangkan berbagai aspek, seperti keamanan, stabilitas ekonomi termasuk kurs rupiah, dan tren model.”Perlu kampanye untuk mengubah persepsi wisatawan bahwa Indonesia adalah negeri yang aman,” ujarnya.

Direktur Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) Panangian Simanungkalit mengatakan, Pemprov DKI akan mengembangkan kawasan belanja mirip Orchard Road di Singapura di kawasan Jl Prof Dr Satrio.

Menurut dia, pengembangan Orchard Road versi Jakarta di kawasan Kuningan, bisa menarik devisa dan portofolio investasi warga negara Indonesia di pasar properti luar negeri. Nilai kapitalisasi sekitar 140 ribu hunian milik warga Tanah Air di negeri jiran saat ini diperkirakan berkisar Rp 250-300 triliun.

”Jadi, sebaiknya Pemprov DKI Jakarta serius menerapkan kebijakan khusus untuk membuat jalur pedestrian sepanjang Jl Prof Dr Satrio hingga kawasan Kuningan seoptimal mungkin dan tidak segan-segan menindak pengembang yang melanggarnya,” katanya.

Orchard Road versi Jakarta di Jl Prof Dr Satrio diproyeksikan menjadi alternatif tambahan tujuan bagi para penyuka wisata belanja. Di sepanjang penggalan Jl Sudirman-Jl Dr Satrio hingga mulut Jl Kasablanka  itu akan dibangun sebagai area pusat perbelanjaan yang membidik pasar regional Asia-Pasifik..

Pakar tata kota Yayat Supriyatna mengatakan, kawasan Kasablanka menuju Tanah Abang dan berbelok ke Grand Indonesia sangat berpotensi dijadikan kawasan belanja mirip Orchard Road Singapura. Pasalnya, kawasan itu sudah menjadi pusat perbelanjaan, jadi tinggal menambah jalan khusus bagi pejalan kaki (pedestrian) agar nyaman untuk berbelanja.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan PT Ciputra Property Tbk Artadinata Djangkar mengungkapkan, proyek pembangunan pedestrian mirip Orchard Road adalah program dari Pemprov DKI Jakarta dalam beberapa tahun ke depan. Pembangunan Orchard Road sesuai aturan yang tercantum dalam Panduan Rancang Kota Koridor Satrio yang ditandatangani oleh Gubernur DKI Jakarta dan Dinas Tata Kota awal tahun ini.

“Pengembangan ruas jalan pedestrian sepanjang kawasan Kuningan hingga Sudirman ini mengharuskan pihak swasta untuk turut berpartisipasi termasuk para pengembang properti. Untuk itu, Ciputra Grup telah mendesain rancangan jalan pedestrian selebar 12 meter di sepanjang proyek Ciputra World Jakarta,” ujar Artadinata kepada Investor Daily di Jakarta, kemarin.

Pengembangan pedestrian oleh Ciputra Property termasuk dalam rancangan desain Ciputra World Jakarta yang akan diselesaikan akhir 2011. Selain Ciputra, sejumlah pengembang lainya turut membangun pedestrian secara bertahap, salah satunya Agung Podomoro Grup (APG) melalui proyek Kuningan City.

APG berencana mengembangkan pedestrian selebar 20-25 meter dan sepanjang proyek Kuningan City. “Pedestrian ini bakal selesai bersamaan dengan rampungnya proyek Kuningan City pada semester II tahun 2010. Kawasan ini menjadi proyek percontohan shopping belt seperti Orchard Road Singapura,” kata direktur pemasaran APG Indra W Antono, kemarin.

Great Sale

Terkait langkah untuk menggaet wisman, Arie mengatakan, Pemprov DKI telah menyiapkan paket-paket belanja melalui berbagai event seperti Jakarta Great Sale, Jakarta Fashion Week, dan Jakarta Food and Fashion Festival.

Ketua Pelaksana Panitia Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2009 Andreas Kartawinata mengatakan, FJGS akan digelar 18 Juli-18 Agustus 2009. Event tersebut tidak hanya sekedar pesta diskon, tetapi  membuat program-program untuk menarik konsumen.

Dia menambahkan, pelaksaan FJGS 2009 diharapkan mampu mengulang sukses JGS yang pada 2008 dengan omzet melampaui Rp 6 triliun. Andreas menuturkan, FJGS bakal dimeriahkan oleh pelaku-pelaku bisnis dari berbagai sektor seperti ritel modern, pariwisata, agen perhotelan dan perjalanan, rumah sakit, rekreasi. (eme/ely) Investor

Kategori: artikel · bisnis
Ditandai: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Tinggalkan sebuah Komentar