Antara Capres dan Pasar Tradisional

Kalau pasangan Capres Megawati dan Prabowo mendeklarasikan pen Capresan mereka di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Bantar Gebang, tidak serta merta kedua capres lainnya mengikuti ke tempat pembuangan sampah Lainnya. Namun ada kesamaan tempat ketiga Capres inidalam kampanye yaitu di Pasar Tradisional sebagai tempat kampanye.

SBY Mendatangi Pasar Sukowati dalam Kampanyenya

SBY Mendatangi Pasar Sukowati dalam Kampanyenya

Pesona pasar tradisional saat ini mempunyai daya tarik tersendiri  bagi calon presiden (capres) yang akan berlaga pada Pemilu Presiden (Pilpres) 8 Juli mendatang. Di pasar, mereka berdialog  dengan pedagang  dan tak lupa membeli barang seadanya.
Capres usungan Partai Golkar-Hanura, Jusuf Kalla yang memang capres pertama yang berkunjung  ke pasar tradisional Tanah Abang pada 15 Mei 2009.
Langkah ke pasar juga dia lakukan pada 23 Mei saat berkunjung ke Yogyakarrta.  Di tengah-tengah pertemuannya dengan para kyai, JK menyempatkan diri  mengunjungi Pasar Bringharjo di Yogyakarta.  Saat mendatangi kedua pasar ini,  JK secara meyakinkan menyatakan jika  terpilih sebagai presiden pada Pilpres 2009, langkah pertama yang dilakukannya adalah   mengangkat setinggi-tingginya derajat kehidupan kelompok masyarakat kecil. Ia tanpa ragu-ragu menyatakan bertekad untuk memberdayakan pasar-pasar tradisional di seluruh Indonesia.
Sendi Ekonomi
Langkah yang sama juga dilakukan Capres Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. saat berlibur di Bali, 23-24 Mei. SBY memanfaatkan waktu luangnya dengan mendatangi sekaligus berbelanja di Pasar Seni Sukowati di Kabupaten Gianyar, Bali. SBY didampingi Ibu Ani Yudhoyono,  Minggu (24/5), datang ke Pasar Sukowati.  SBY ditemani juga  oleh Pangdam Udayana Mayjen Hotmangaraja Pandjaitan, Kapolda Bali Irjen Pol Tengku Asikin, dan Bupati Gianyar Tjokorda Sukawati.
“Bapak Presiden sangat terkesan atas kegiatan di   Pasar Sukowati. Sendi-sendi ekonomi nasional yang kokoh memampukan kita bertahan disaat badai krisis. Pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal pertama 2009 mencapai 4,4%,” kata Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng.
Andi mengungkapkan, kegiatan SBY di Pasar Sukowati adalah hal lumrah. Ia sudah terbiasa melakukan aktivitas seperti itu, terutama di saat melakukan kunjungan ke daerah-daerah di Tanah Air.
Namun diakuinya, kehadiran Presiden pilihan rakyat pertama itu,   sangat mengejutkan    para pedagang karena tanpa pemberitahuan terlebih dulu. Tanpa menunggu komando, para pedagang -mulai dari pedagang lukisan, batik, dan cinderamata khas Bali, langsung berebutan  meminta  SBY untuk singgah ke kios  dan berbelanja dagangan mereka.
Meski harus bermandikan keringat, SBY  menikmati suasana hiruk pikuk dan menyusuri lorong-lorong sempit di pasar yang khusus menjual cindera mata khas Bali. Setelah satu   jam bercengkerama dengan para penjual, SBY akhirnya   membeli  2 buah tudung saji seharga Rp 200 ribu, kipas seharga Rp 15 ribu,  patung kijang Rp 100 ribu, dan 2 buah lukisan pemandangan Bali seharga Rp 450 ribu.

“Bapak Presiden terkesan. Jumlah wisatawan domestik dan manca negara tetap stabil. Ini membuktikan bahwa kekuatan sektor pariwisata tidak hanya bergantung pada kunjungan wisman,” kata dia.

Belanja Sayur
Kemarin, Capres Megawati mendatangi Pasar Blok A Jl Fatmawati Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Di pasar ini Mega ditamani putrinya Puan Maharani.

Setelah puas belanja sayuran, kini Mega mampir di toko mebel menyaksikan proses finishing pembuatan sofa.”Ini finishing ya? Diambil dari mana kayunya,” tanya Mega kepada pemilik toko.

Puas melihat toko mebel, Mega pindah ke koperasi yang terletak di dalam kompleks pasar tradisional itu. Mega melihat proses pembayaran listrik oleh warga. 15 Menit kemudian, Mega pindah ke kios yang menjual air galon isi ulang.

Setelah puas berkeliling pasar Blok A, tanpa sepatah kata pun Mega langsung pulang. Cuma puteri Ketua Umum PDIP tersebut yakni Puan Maharani yang angkat bicara.

“Kami di sini melihat harga. Sekalian mau ngecek harga dan sekalian beli sayur-sayuran,” alasan Puan.
Kehadiran Mega menyedot perhatian pedagang dan pengunjung pasar. Massa berebutan melihat Mega dari dekat dan memanggil-manggil “Bu Mega! Bu Mega!” Ada juga yang berebutan bersalaman. Pasar pun jadi heboh. (Referensi: Investor)

Artikel Menarik Lainnya:

USD (Kurs Dollar Amerika) Tembus 10000 @ mesin kasir
Pemerintah Siap Naikkan Besaran PTKP @Mesin Kasir
Carrefour Yang Ingkar Janji ? (Kasus Mega Mall Pluit)
LG Electronic Ancam Tutup Pabrik Bila Pemerintah Tak Benahi Infrastruktur

1 Comment

  1. baninawawi says:

    Itu-itu lagi, bosen. Aku dah percaya dg ke-3 capres cawapres. Semua palsu!

Leave a Comment