Buntut Sosro Beli Mc Donald, Bambang Rachmadi Menggugat Waralaba Amerika Itu

Salah Satu Gerai Mc Donald

Salah Satu Gerai Mc Donald

Pengusaha nasional Bambang Rachmadi yang selama ini menjadi pemegang hak waralaba McDonald’s (McD) di Indonesia akan menggugat pemegang merek restoran siap saji asal Amerika Serikat itu karena dinilai telah ingkar janji.

Dalam siaran persnya, Senin (1/6), Bambang yang telah menjadi pemegang hak waralaba McD di Indonesia sejak tahun 1991 tengah mempersiapkan diri mengajukan gugatan terhadap McD di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Hal tersebut dilakukan pengusaha nasional tersebut terkait adanya pengalihan hak waralaba dan penjualan aset berupa 97 gerai McD kepada pihak ketiga yang juga pengusaha nasional dan pemilik perusahaan grup besar. Seperti di beritakan sebelumnya Sosro raja teh botol Indonesia melakukan pendekatan intensif dengan MC Donald, dan hal ini dilakukan di saat bisnis Bambang Rachmadi sedang ada masalah yaitu Bank IFI yang di likuidasi oleh BI, Namun apakah ada upaya upaya penyabotasean hak waralaba tentunya pihak Mc Donald sendiri yang mengetahui hal tersebut

Bambang mengatakan, seharusnya ia ajak diskusi dan berunding terlebih dahulu sebelum McD melakukan pengalihan izin waralaba dan menjual aset di Indonesia. Ia juga menyatakan kekecewaannya kepada pengusaha nasional yang menjadi pihak ketiga.

“Yang lebih membuat saya sakit hati, pengusaha tersebut sudah saya beritahu, tetapi tidak diindahkan. Padahal kalau pengusaha tersebut mempunyai rasa solidaritas dan etika berbisnis yang benar, seharusnya pengusaha tersebut bicara lebih dahulu dengan saya, karena tanpa diberitahu pun semua orang juga tahu bahwa McD Indonesia identik dengan saya. Sebetulnya praktik seperti inilah yang disebut dengan monkey business. Saya merasa dizalimi oleh McD dan pengusaha tersebut,” ujar Bambang.

Bambang Rachmadi Pemegang Master Franchise Mc D Sejak 1991

Bambang Rachmadi Pemegang Master Franchise Mc D Sejak 1991

Sejak tahun 1991, McD memberikan hak waralaba kepada Bambang Rachmadi setelah melakukan pendekatan selama 1,5 tahun dan mengikuti sejumlah pelatihan selama satu tahun mulai dari Singapura, Malaysia, Hongkong, Australia, sampai Amerika, dengan biaya sendiri tanpa adanya kepastian akan mendapat hak waralaba tersebut. Kala itu, Bambang bahkan meninggalkan jabatannya sebagai Presdir Bank Panin dalam upaya mendapatkan waralaba tersebut.

Menurut ketentuan, calon pemegang hak waralaba diwajibkan untuk melakukan sejumlah pekerjaan, seperti membersihkan meja, membuang sampah, sampai membersihkan WC pun harus dilakukan.

“Saya bangga terpilih dari 13.000 peminat waralaba McDonald’s dari Indonesia, McDonald’s telah melihat usaha, keseriusan, dan kerja keras saya selama mengikuti pelatihan tersebut. Namun setelah semuanya menjadi besar, saya selaku founder dan mitra selama 18 tahun dicampakkan begitu saja,” ujarnya. Sumber Kompas

Artikel Menarik Lainnya:

Pemerintah Belum Akan Naikan Harga BBM @ Mesin Kasir
Lotte Mart Berpotensi Kuasai Pangsa Hipermarket di Indonesia Lebih Besar
Tahukah Anda Awal Mula Waralaba?
Daftar Orang - Orang Yang "Malah" Sukses Setelah Resign (Bagian I)

11 Comments

  1. sendit says:

    Wah3…sing sabar Pak…semoga dikasih yang terbaik… :)

    http://sendit.wordpress.com

  2. WINNA says:

    apakah pada kasus Sinar Sosso ambil alih Mc Donal mengandung pelanggaran HAKI?? klo ada ato tidak sebaiknya apa solusi yang harus diambil???

  3. nanin says:

    pak saya tertarik untuk membuka usaha mc donald..contack person yang bisa dihubungi siapa ya pak..terima kasih

  4. nano says:

    hmmmm…
    Main “Perang Akhir Zaman” juga bapak
    rachmadi ya…
    Makanya “Teh Sosro” ngambil alih.

    Hubungan dengan Mr.Ahmadinejad…
    gimana khabar beliau di Iran????
    ….
    Beliau dipanggil “AL-MASIH” gitu …
    Sampaikan…

    ditunggu..
    Oh ..ya.. sekalian adik beliau Pak
    siapa tu?? yang LDII…

    Punya senjata laser tangan juga dong??
    seperti saudara saya semua di Syairullah
    lampiri, kalimalang.
    Urgent.

    TTD
    Al-Masih Ibnu Maryam
    Pimpinan Tertinggi Angkatan Perang Akhir Zaman.

  5. nano says:

    hmmmm…
    Main “Perang Akhir Zaman” juga bapak
    rachmadi ya…
    Makanya “Teh Sosro” ngambil alih.
    IFI bangkrut, dll.

    Hubungan dengan Mr.Ahmadinejad…
    gimana khabar beliau di Iran????
    ….
    Beliau dipanggil “AL-MASIH” gitu …
    Sampaikan…

    ditunggu..
    Oh ..ya.. sekalian adik beliau Pak
    siapa tu?? yang LDII…

    Dah..banyak korban pak.
    Michael Jackson..david carradine..farrah
    fawcett…david hartanto..dll
    juga bapak saya (dibakar)..ibu saya “dibuat”
    tak berdaya meninggal..kakak saya ginjalnya
    dibuat “kempis” seperti bola.dll
    Supaya tahu aja,,,,PD 1 dan PD 2 juga karena
    Perang Tanding ini.

    Punya senjata laser tangan juga dong??
    seperti saudara saya semua di Syairullah
    lampiri, kalimalang.
    Urgent.

    TTD
    Al-Masih Ibnu Maryam
    Pimpinan Tertinggi Angkatan Perang Akhir Zaman.

  6. vera says:

    pak, saya tertarik untuk invest di Mc D. bisa hubungi siapa ya pak?

  7. Ivan Bahtera says:

    Kami akan coba tanya langsung kepada ke-duanya, apakah ada yang bisa bantu memberi email address dari Pengelola Tonijack dan Mcdonald’s

    Trims.

  8. teji says:

    Baru berjalan sekitar 6 bulan semenjak beralih nama dari McDonald’s ( McD) tanggal 1 Oktober 2009, nafas brand fast food lokal ToniJack’s Indonesia ( TJI )mulai megap-megap.

    Proses penggantian nama dari McD ke TJI ternyata tak segampang membalik telapak tangan. Selain menyisakan perkara hukum dari McD Corp. mengenai pemakaian tempat usaha bekas McD yang dialihkan ke TJI yang melanggar klausul perjanjian awal antara pemegang lisensi Bambang N Rachmadi dan McD Corp. yang ditanda tangani tahun 1992 lalu ternyata operasional restoran yang mengusung tagline “better than that one” tersebut banyak mengalami kendala yang membuat proyeksi omset tidak sesuai dengan yang diharapkan.

    Sebagai merk baru yang memposisikan diri untuk menghantam McD ( kata”that one” di tagline hampir pasti ditujukan buat McD) seharusnya TJI membuat terobosan baru yang membuat pelanggan mendapatkan nilai lebih dari merk-merk fast food lainnya terutama McD yang notabene adalah pemilik awal lokasi TJI yang kini ditempatinya.

    Manajemen TJI terkesan ogah-ogahan menggarap pasar yang sebenarnya sudah mereka kuasai.Tak ada promosi berarti yang mereka jalankan yang seharusnya dilakukan untuk menancapkan brand baru tersebut di benak pelanggan.

    Standar kualitas produk yang mereka jual juga sangat jauh dibanding saat mereka menjual produk McD. Anggapan bahwa mereka tinggal mengganti nama dan memodifikasi sedikit terhadap menu yang dijual ternyata juga membuat masalah baru. Beberapa menu harus dirombak total karena McD mempermasalahkan dan tidak rela beberapa recipe-nya dipake oleh TJI.

    Tak ayal hal tersebut membuat tingkat penjualan hampir semua outlet mengalami penurunan yang signifikan tiap harinya. Omset menurun drastis . Beberapa outlet bahkan hanya mampu membukukan omset 20 % dari penjualan dibanding saat mereka mengelola McD.

    Masalah finansial juga membuat pertumbuhan TJI tidak sesuai harapan. Ta adanya gelontoran dana dari investor adalah salah satu penyumbang terbesar terkendalanya pertumbuhan TJI. Beberapa investor yang sebelumnya tertarik menyuntikan modal kini mulai mundur perlahan.

    Hal tersebut membuat cashflow perusahaan morat marit. Utangpun mulai membelit. Beberapa suplayer sudah menghentikan pasokan bahan baku karena pembayaran tidak lancar. Salah satunya Coca Cola yang pada saat launching TJI sangat mendukung kini mulai menghentikan pasokannya. Suplayer barupun kini menerapkan aturan pembayaran bayar dimuka untuk produk yang mereka suplay ke TJI.

    Beberapa bahan baku kini dibeli sendiri oleh outlet masing-masing. Akibatnya sangat jelas, tak ada standarisasi terhadap bahan baku dan dampak akhirnya adalah jebloknya kualitas produk akhir yang mereka jual.

    Efek domino selanjutnya adalah emohnya pelanggan datang kembali ke TJI. Mereka merasa tertipu dengan slogan “better than that one” yang pada kenyataanya mereka mendapatkan produk yang tidak lebih baik dari that one ( McD).

    Kembang kempisnya keuangan perusahaan juga membuat hak-hak yang seharusnya didapat karyawan menjadi terhambat. Dua bulan terakhir gaji mereka selalu dibayar terlambat . Untuk bulan April ini selain terlambat gaji mereka juga cuma dibayarkan 25%-nya saja.

    TJI juga masih belum menyelesaikan pembayaran uang pesangon untuk ratusan karyawan yang tidak bergabung dengan brand baru tersebut. Janji bahwa semua masalah keuangan bagi karyawan yang tidak bergabung akan selesai bulan April 2010 ternyata tidak terealisasi.

    Bambang N Rachmadi (BNR), sebagai penggagas TJI seakan lepas tangan terhadap masalah ini. Pengalihan kepemilikan perusahaan dari PT Ramako Gerbang Mas ke PT ToniJack’s Indonesia yang mengelola operasional restoran seakan menjadi bukti lepas tangannya BNR terhadap kemelut yang terjadi di TJI.
    Bukan tidak mungkin kematian TJI tinggal menunggu waktu saja. Hal tersebut telah terbukti dengan tutupnya salah satu gerai mereka di Arion Plaza. Meski sempat ditutup tutupi dengan alasan mesin rusak toh pada akhirnya akhirnya terkuak juga mereka ternyata sudah tidak mampu lagi membayar sewa gedung yang dipatok pengelola Arion Plaza.Hal yang sama bisa saja terjadi menimpa 12 outlet lainnya.

    Beberapa gedung dan mall lainnya yang ditempati TJI diam-diam mulai ancang ancang untuk mendepak TJI sebagai tenant-nya karena mereka kesulitan membayar sewa gedung dan menawarkan ke tenant lain yang lebih bonafid dari TJI.

    Mau gimana lagi, inilah akhir sebuah brand project yang gagal yang hanya bermodalkan ambisi dan kepercayaan diri yang besar tanpa action yang jelas.

  9. japra says:

    BNR juga selama megang MCD udah kaya raya. lgpla mungkin aja si BNR dapetin master franchise MCD pada tahun 1991 gak lepas dari peran mertuanya, Sudarmono sang mantan WAPRES-RI

  10. mau minta ijin copy refrensi ini

  11. orang kaya itu asu says:

    alah, orang kaya sombong rebutan harta doank,, dasar orang kaya kapitalis anjing

    pegi mati dhe lu semua

Leave a Comment