Mesin Kasir | Barcode | Ritel

HelpDesk Online Sby:031-595 2929 Jkt:021- 27100 234

Info Mesin Kasir dan Barcode :

Support & Customer Service :

  • Home
  • Berita
    • Artikel Pilihan
    • Bisnis
      • Perangkat Bisnis
        • Pengusaha Sukses
      • Ekonomi
        • Nasional
  • Info Ritel
    • Ritel
    • Waralaba
      • Peraturan Pemerintah Tentang Waralaba
    • Lowongan Ritel
    • Gondola
    • Galeri
  • Barcode
  • Mesin Kasir
    • Toko Kami
    • Beranda
Subscribe

Beda Cara Pandang, Sering Jadikan Ritel dan Pemasok Konflik

in Uncategorized / by admin / on June 3, 2009 at 3:33 am /
Salah Satu Gerai Ritel Modern

Salah Satu Gerai Ritel Modern

Lebih setahun terakhir ini PT Carrefour Indonesia (Carrefour), yang berkiprah dalam pasar ritel di Indonesia sejak 1998, diperhadapkan dengan dua persoalan menonjol. Isu pertama adalah kemungkinan praktik monopoli oleh Carrefour yang telah menguasai hampir 50% pangsa-pasar setelah mengakuisi Alfa yang memiliki 29 supermarket dan melalui 60 gerai hypermarket Carrefour sendiri (Warta Ekonomi 26 Tahun XX).
Isu kedua adalah lokasi gerainya yang relatif dekat dengan pasar tradisional yaitu kurang dari 2 km dan zonasi, dimana Carrefour dianggap telah melanggar peraturan (Perpres No. 112/2007, Perda Pemprov.

DKI Jakarta No. 2/2002). Ada 5 pihak yang terkait dengan dua isu ini: Carrefour sebagai peritel, pemasok, pasar-tradisional, pemerintah, dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).
Artikel ini menyorot isu pertama tentang keterhubungan–bisnis antara peritel dan pemasok, dimana kasus ini melibatkan 3 pihak yaitu Carrefour sebagai peritel, pemasok dan KPPU (Investor Daily, 21 April 2009). Menggunakan peritel sebagai organisasi-fokal, telaah terhadap keterhubungan-bisnis peritel-pemasok dapat menggunakan salah satu dari 2 alternatif paradigma berikut: adversary dan partnership.

Gerai Ritel Modern

Gerai Ritel Modern

Ketika peritel menggunakan paradigma adversary dalam kaitan-bisnis dengan pemasok, maka dalam mengelola pemasok, peritel akan menitikberatkan pada ‘minimizing your input costs’ dimana harga dan jumlah menjadi perhatian utama serta memelihara posisi-tawar yang kuat akan terus diperjuangkan secara formal.

Sedapat-dapatnya pemasok jangan sampai memiliki daya-tawar yang kuat yaitu ketika pemasok lebih terkonsentrasi ketimbang pembeli,biaya beralih pemasok tinggi, dan produk-produk yang ditawarkan para pemasok sangat berbeda atau memiliki keunikan masing-masing.

Mudah dimengerti mengapa peritel begitu getol mendalami dan mempraktikkan five- competitive-force model dari Michael Porter (1980). Resep yang akan dilakukan untuk mengendalikan para pemasok dan memenangkan syarat-syarat pemasokan yang menguntungkan peritel adalah (Isenman, 1989): (a) temukan dan eksploitasi sumber-sumber alternatif pemasokan; (b) ketika hanya ada satu atau dua pemasok, redam daya-tawarnya dengan cara aktif mencari atau mendorong lahirnya pemasok pengganti; (c) tunjukkan kemampuan melakukan integrasi-kebelakang; (d) jika memungkinkan singkirkan disain dalam produk yang tidak bisa diperoleh dari berbagai pemasok; (e) pilih pemasok yang relatif lebih kecil dari peritel. Mencermati 5 resep tersebut diatas maka tidaklah mengherankan jika para pemasok dari Carrefour menghadapi kesulitan dengan National Contract yang memuat syarat-perdagangan dengan sistem jual-putus, mencakup: listing fee, fixed rebate, minus margin, terms of payment, regular discount, common assortment cost, opening cost/ new store, dan penalty (Warta Ekonomi, 26 Tahun XX).
Pada pihak lain peritel akan mengelola pemasoknya secara berbeda ketika menggunakan paradigma partnership. Pengelolaan pemasok akan bertumpu pada stabilitas pasokan, konsistensi kualitas, dan pemeliharaan kebermitraan jangka-panjang namun lentur.

Paradigma ini mengandalkan rantai-pasok (supply-chain) yang mengedepankan ’negotiating’ untuk meraih kebermitraan yang memberi manfaat bersama ketimbang ’bargaining’. Selanjutnya, meskipun baur harga-jumlah tetap penting, namun resepnya berbeda dari paradigma adversary, yaitu (Isenman,1989): (a) lakukan kontrak jangka-panjang dengan pemasok namun lentur karena mengatur tentang kontingensi dan kondisi ’what-ifs’ a.l. perubahan permintaan, perluasan lini-produk, layanan dsb; (b) libatkan pemasok sedemikian rupa sehingga mereka pun semakin mengerti tentang manfaat-dicari oleh pelanggan; (c) berbagi risiko yang ditanggung pemasok dengan cara melatih pemasok sehingga merekapun dapat meningkatkan kualitas, melatih cara-cara meningkatkan efisiensi, membantu pemasok untuk memperoleh akses ke teknologi baru atau perluasan kapasitas, berpatungan dengan pemasok dalam penelitian dan pengembangan produk atau ketika peritel melakukan penetrasi ke pasar-baru.

Sejalan dengan resep ini, ketika pemasok diperlakukan sebagai rekan-sekerja, muncul juga konsep-konsep baru seperti vendorship partnership, comakership, reverse marketing dan sebagainya yang memungkinkan pemasok terlibat mulai dari kegiatan upstream sampai dengan downstream dalam pengadaaan pasokan. Bahkan ketika menggunakan paradigma partnership, tidak jarang pemasok membentuk suatu suppliers-club untuk bersama-sama mendukung perusahan yang dipasokinya.

Mencermati perkembangan-perkembangan ini, Christopher (2000) menyatakan bahwa persaingan tidak berlangsung antara perusahaan satu terhadap perusahaan-perusahaan lainnya, melainkan antara perusahaan yang didukung oleh jejala rantai-pasoknya terhadap perusahaan-perusahaan lain yang masing-masing didukung pula oleh jejala-jejala rantai-pasoknya sendiri.
Krisis ekonomi global yang masih terus berlangsung tentu saja membawa tantangan tersendiri terhadap keterhubungan-bisnis peritel-pemasok. Paradigma apa yang akan digunakan peritel: adversary atau parnership? Dedie S Martadisastra, Ketua Tim Pemeriksa Perkara dugaan monopoli Carrefour antara lain mengemukakan bahwa ’yang pasti, jika pemasok skala menengah saja kesulitan, apalagi yang kecil’ (Investor Daily, 21 April 2009).

Pernyataan ini menyiratkan adanya keterhubungan-bisnis yang timpang antara peritel-pemasok karena peritel cenderung menggunakan paradigma adversary. Muara dari ketimpangan itu sudah bisa diduga, yakni semakin banyak orang yang akan kehilangan pekerjaan diiringi berbagai dampak multiplier yang ditimbulkannya. Jika dimaksudkan keberadaan peritel modern adalah untuk memacu pertumbuhan perekonomian Indonesia, apalagi ketika masa krisis sekarang ini, maka pilihannya ialah peritel menggunakan paradigma partnership, suatu kebermitraan yang lentur.

Kelenturan itu diperlukan sebagaimana diingatkan dalam salah satu pepatah Tiongkok bahwa ”kekuatan seekor kuda akan bisa ditentukan dengan lamanya perjalanan; seiring berlalunya waktu orang akan bisa membaca isi hati orang lain” (Wee, 2001). Jika peritel-pemasok berketetapan hati melaksanakan paradigma kebermitraan yang lentur, maka perlu ada komitmen ekonomis, sumberdaya dan komitmen sosial. Kandungan ekonomi memberi manfaat ekonomis superior pada peritel-pemasok yang sekaligus memperkuat kebermitraan itu sendiri.

Kandungan sumberdaya dalam bermitraan adalah melalui saling-bergantung, saling-melengkapi ,dan saling-topang demi terciptanya keunggulan kompetitif ketika rantai-pasok bersaing terhadap rantai-pasok lainnya. Kandungan sosial adalah ketika terjadi kompatibilitas antara peritel–pemasok dalam bermitra sehingga peritel terhindar dari bumerang yang buruk. Tidak salah jika Tajudin Nursaid, Komisioner KPPU mengingatkan ”jangan menumbalkan masyarakat kecil”(yaitu para pemasok kecil). John JOI Ihalauw Guru Besar UPH Business School

Ref: Investor Warta Ekonomi

Artikel Menarik Lainnya:

Aprindo: Zonasi Pasar Tradisonal Dan Ritel Modern Bukan Segalanya
KPPU VS Carrefour Semakin Memanas, Bukti Menguatkan Keputusan KPPU Dibawa
Baidu Inc Gaet Rakuten Inc Incar Pasar Belanja Online
Pemerintah Akan Salurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Hingga Rp 20 Triliun
Tags: aprindo, Artikel, artikel isu ekonomi, artikel pasar monopoli, artikel tentang monopoli pasar, artikel tentang monopoli pasar dunia, asing, Berita Bisnis, berita ekonomi, carrefour, carrefour indonesia, demand, dugaan monopoli carrefour, ekonomi, hipermarket, KPPU, listing fee, logo, manajemen bisnis eceran, minus margin, monopoli, paradigma partnership, pasar, pasar tradisional, pemasok, pengecer, perdagangan, perekonomian indonesia, persaingan, perusahaan-perusahaan indonesia-comakership, ritel, ritel asing, ritel modern, supermarket, supplier, suppliers, suppy chain, trading term, tradisional, wirausaha
Tweet

Leave a Comment

Click here to cancel reply.

Forum Tanya Jawab Mesin Kasir Barcode

Bergabung Yuk!!

  • IndocashregisterIndocashregisterIndocashregister
  • Mesin Kasir OnlineMesin Kasir OnlineMesin Kasir Online
  • Video Panduan KamiVideo Panduan KamiVideo Panduan Kami
 

Berita Tekini

  • Inilah Bank Yang Paling Terjangkau Untuk Konsumen Ritel Inilah Bank Yang Paling Terjangkau Untuk Konsumen Ritel
    May 23, 2012
  • Hypermart di Pontianak Heboh Bagikan Voucher Belanja Hypermart di Pontianak Heboh Bagikan Voucher Belanja
    May 22, 2012
  • Persaingan Tidak Sehat, Sampang Tertibkan Izin Minimarket Persaingan Tidak Sehat, Sampang Tertibkan Izin Minimarket
    May 21, 2012
  • Sibuk Debut via Bursa, Saham Facebook Langsung Terjual 100 Juta Sibuk Debut via Bursa, Saham Facebook Langsung Terjual 100 Juta
    May 19, 2012
  • Gawat! Kini Hotel di Bandung Mulai Padat Gawat! Kini Hotel di Bandung Mulai Padat
    May 18, 2012

Popular News

  • Mari Kita Hitung Kaya Mana Malaysia VS Indonesia 254 comments
  • Alfamidi ekspansi (banyak yang mengira grupnya Alfamart) @ mesin kasir 188 comments
  • Daftar Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2 (Pengumuman Resmi) 173 comments
  • Yomart akan buka 130 cabang baru 2009 128 comments

Facebook Kami

RSS Headline News

  • Tahukah Bunda? Pelukan Anda Bisa Cerdaskan Si Buah Hati Lho
  • Nyata! Bayi Ini Lahir Dari Rahim Ibunya, Sembari Tangan Membondong Alquran
  • Tablet Mesin Kasir Android Made In Indonesia Cocok Untuk UKM
  • Hah! Ada Duplikat Paul Si Gurita Yang Siap Ramal Euro 2012 ?
  • Seraya Tolak Aksi Kontroversialnya, Inilah Jeritan Suara Hati Fans Lady Gaga!

RSS Terbaru di Forum Mesin Kasir

  • cara setting dasar mesin sharp XEA 213
  • cara setting dasar mesin sharp XEA 203
  • Re: Promo Gila Kertas Struk
  • agan-agan mau tanya nich tentang mobile scanner
  • Re: setting scanner cs 800 stand

RSS Mesin Kasir News

  • Best View Cash Register Sharp XE-A207
  • Best Selection Cash Register Sharp ER-A280F
  • Best Seller Mesin Kasir Komputer Touch Screen SHARP UP-V5500
  • Printed/ Logo Receipt Printer W75MM X 60 500 Roll
  • Bursa Diskon Untuk Hand Labeller
  • Best Price Barcode Terminal Datalogic Falcon 4420
  • Harga Ekonomis Khusus Barcode Terminal Motorola Symbol MC9090
  • Best Seller Barcode Terminal Mobicom MC-5380
  • Pusat Barcode Terminal Mobicom M5280
  • Promo Barcode Terminal Motoro Symbol MC7094

 



Pendukung
 Mini Printer
 
Software Kasir
 
Barcode Scanner
 
Mesin Kasir
 
Barcode Printer
 
Toko Barcode
 
Mesin Kasir Online
 
Mesin Kasir Murah
 
Ritel Indonesia
 
Hotel Murah di Surabaya
 
Printer Kartu
 
Mesin Kasir Jakarta
 
kasir
 
Komputer Kasir
 
Toko Kasir

RSS Promo Komputer Kasir

  • Paket SMB-POS System Tanpa PC Plus Barcode
  • Paket SMB-POS System Tanpa PC
  • Komputer Kasir Resto Touch Screen Layar Sentuh
  • Paket Komputer Kasir SMB-POS Barcode Lite
  • Paket Komputer Kasir SMB-POS Lite

RSS Promo Peralatan Kasir

  • Scanlogic RS920 Barcode Scanner
  • Scanlogic CS800Plus’S Barcode Scanner
  • Epson TM-T88V Receipt Printer
  • Matrix Point TP-3160 Receipt Printer
  • Citizen CL-S700 Barcode Printer Industri
  • Paket Komputer Kasir Point of Sale SMB POS
  • Sharp XE-A207 Cash Register
  • Sharp XE-A217 Cash Register
  • Motorola Symbol MC5590 Barcode Terminal
  • Motorola Symbol MC7094 Barcode Terminal

RSS Best Seller Barcode Printer

  • Postek G-3106 Desktop Barcode Printer 300 dpi
  • Postek C-168 Barcode Printer | Handal dan Murah
  • Postek G-2108D (Display) Barcode Printer Bisa Digunakan Tanpa PC
  • Postek I200 Barcode Printer (Industrial Series)
  • Postek G-2108 Premium Desktop Barcode Printer

RSS Best Seller Barcode Scanner

  • Scanlogic CS800Plus’S Barcode Scanner Autoscan
  • Scanlogic RS920 2D Wireless Barcode Scanner
  • Scanlogic RS920 Wireless 2D Scanner Barcode
  • Scanlogic CS-600 Barcode Scanner
  • Scanlogic CS-800Plus HandHeld Barcode Scanner
  • Scanlogic CS-3080 Omni Directional Barcode Scanner
  • NLS-HR200 Barcode Scanner 2 Dimensi
  • Scanlogic CS-1000Plus Barcode Scanner (Autosense)
  • Scanlogic CS-3290 Wireless RF Barcode Scanner

Copyright © 2012 — Mesin Kasir | Barcode | Ritel. All Rights Reserved.
Designed by Mesin Kasir