Mesin Kasir | Barcode | Ritel

Yudhoyonomics Aliran Ekonomi Baru Menghapus Neolib

Juni 6, 2009 · & Komentar

Presiden Sby Pidato Dalam Forum Apec

Presiden Sby Pidato Dalam Forum Apec

Wah aliran apa lagi ya ini, setelah rame rame banyak orang mempersoalkan Neo-Liberalis yang di identikan dengan figur Cawapres Boediono, juga ada yang menggagas ekonomi Kerakyatan walau idenya bagus namun banyak orang yang masih meragukan komitmen nya. Sekarang muncul ditengah tengah polemik isu faham ekonomi yg di usung sebagai amunisi ekonomi capres yang bersaing dalam pilpres yaitu Yudhoyonomic. Menurut Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Politik, Anas Urbaningrum, di Jakarta, Jumat (5/6), konsep ekonomi yang dikembangkan Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono atau Yudhoyonomics sesungguhnya merupakan ekonomi jalan tengah.

“Ekonomi jalan tengah inilah penjelasan dan sekaligus penegasan tentang garis kebijakan ekonomi yang akan diusung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Bahwa kekuatan pasar didorong tumbuh dan berkembang sejalan dengan peran negara yang terukur dan adil,” katanya.

Anas Urbaningrum yang disebut-sebut sedang disiapkan oleh Partai Demokrat sebagai Ketua DPR RI periode 2009-2014 itu menambahkan, dalam format Yudhoyonomics itu negara tidak boleh lumpuh di hadapan pasar.

“Sebaliknya, pasar juga tidak boleh disandera kekuatan negara. Itulah jalan tengah. The third way,” ungkap Anas Urbaningrum.

Dalam konsep ’ekonomi jalan tengah’ itu, masih kata Anas, pemerintah akan makin memperkuat dan memperluas program-program untuk menolong rakyat miskin serta hampir miskin. “Termasuk dengan politik APBN yang makin berwajah kesejahteraan dan pemerataan,” tegasnya.

Akan tetapi, menurutnya, pasar dan kaum bisnis juga difasilitasi, didukung, serta dilindungi dengan kebijakan yang jelas, adil sekaligus penuh kepastian.

“Dengan demikian, ekonomi tumbuh dengan disertai distribusi kemakmuran. Peningkatan kesejahteraan rakyat juta sekaligus menjadi pilar penyangga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkualitas,” katanya.

Pendek kata, program ekonomi SBY tidak menekankan pada judul atau label, tetapi lebih kepada program aksi yang jelas, realistis, dan menyinergikan pertumbuhan dengan pemerataan.

“Kebijakan itu makin terjamin implemetasinya oleh menjauhnya konflik kepentingan antara jabatan politik dan kepentingan bisnis,” kata Anas Urbaningrum lagi.

Yah terlepas dari visi penggagas apapun nama mahzad ekonomi capres-capres itu yang rakyat tunggu adalah komitmen mereka bukan sekedar retorika untuk meloloskan mereka ke tampuk kekuasaan, dan setelah berkuasa lupa dengan segala gagasan-gagasannya. Kita catat dan rekam saja semua janji capres untuk ditagih nantinya…

Kategori: artikel · berita
Ditandai: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

5 tanggapan so far ↓

Tinggalkan sebuah Komentar

  • Dimanakah Belanja Anda?

  • Ritel Favorite Anda?

  • Kontak Kami:

    (031)70800900
  • Tanya tentang Mesin Kasir

  • Tanya tentang Barcode

  • Web Master:

  • Tag

    aprindo artikel barcode barcode scanner berita berita ekonomi bisnis bisnis eceran carrefour cash register ekonomi franchise gerai grosir hipermarket info informasi kasir komputer komputer kasir krisis ekonomi mall marketing mesin kasir mini market outlet pasar pasar tradisional pasar tradisonal pengecer point of sale retail ritel ritel asing ritel modern sektor riil Software software kasir supermarket swalayan toko ukm umkm umum waralaba
  • Komentar Terbaru

    rokyat di Izin Minimarket Milik Warga Wa…
    edi mulyadi di Alfamart Meluncurkan Program A…
    wawan di Wah!! Pemerintah Bakal Naikan …
    mbuh di Pasar Bebas, Harga Handphone d…
    bonek di Ternyata Knalpot Mercedes Benz…
    santo di Peta Persaingan Bisnis Ritel M…
    bayu di Daftar Menteri Kabinet Indones…
  • Jumlah Pengunjung

    • 588,947 Kunjungan
  • RSS Berita Terbaru

  • RSS Rupiah ke Mata Uang Lainnya (jual) (beli)

  • Yang Sedang Online

  • RSS Gadget Mesin Kasir & Barcode

  • RSS Mini Printer Kasir

  • RSS Barcode Scanner Pilihan

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.