
Presiden Sby Pidato Dalam Forum Apec
Wah aliran apa lagi ya ini, setelah rame rame banyak orang mempersoalkan Neo-Liberalis yang di identikan dengan figur Cawapres Boediono, juga ada yang menggagas ekonomi Kerakyatan walau idenya bagus namun banyak orang yang masih meragukan komitmen nya. Sekarang muncul ditengah tengah polemik isu faham ekonomi yg di usung sebagai amunisi ekonomi capres yang bersaing dalam pilpres yaitu Yudhoyonomic. Menurut Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Politik, Anas Urbaningrum, di Jakarta, Jumat (5/6), konsep ekonomi yang dikembangkan Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono atau Yudhoyonomics sesungguhnya merupakan ekonomi jalan tengah.
“Ekonomi jalan tengah inilah penjelasan dan sekaligus penegasan tentang garis kebijakan ekonomi yang akan diusung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Bahwa kekuatan pasar didorong tumbuh dan berkembang sejalan dengan peran negara yang terukur dan adil,” katanya.
Anas Urbaningrum yang disebut-sebut sedang disiapkan oleh Partai Demokrat sebagai Ketua DPR RI periode 2009-2014 itu menambahkan, dalam format Yudhoyonomics itu negara tidak boleh lumpuh di hadapan pasar.
“Sebaliknya, pasar juga tidak boleh disandera kekuatan negara. Itulah jalan tengah. The third way,” ungkap Anas Urbaningrum.
Dalam konsep ’ekonomi jalan tengah’ itu, masih kata Anas, pemerintah akan makin memperkuat dan memperluas program-program untuk menolong rakyat miskin serta hampir miskin. “Termasuk dengan politik APBN yang makin berwajah kesejahteraan dan pemerataan,” tegasnya.
Akan tetapi, menurutnya, pasar dan kaum bisnis juga difasilitasi, didukung, serta dilindungi dengan kebijakan yang jelas, adil sekaligus penuh kepastian.
“Dengan demikian, ekonomi tumbuh dengan disertai distribusi kemakmuran. Peningkatan kesejahteraan rakyat juta sekaligus menjadi pilar penyangga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkualitas,” katanya.
Pendek kata, program ekonomi SBY tidak menekankan pada judul atau label, tetapi lebih kepada program aksi yang jelas, realistis, dan menyinergikan pertumbuhan dengan pemerataan.
“Kebijakan itu makin terjamin implemetasinya oleh menjauhnya konflik kepentingan antara jabatan politik dan kepentingan bisnis,” kata Anas Urbaningrum lagi.
Yah terlepas dari visi penggagas apapun nama mahzad ekonomi capres-capres itu yang rakyat tunggu adalah komitmen mereka bukan sekedar retorika untuk meloloskan mereka ke tampuk kekuasaan, dan setelah berkuasa lupa dengan segala gagasan-gagasannya. Kita catat dan rekam saja semua janji capres untuk ditagih nantinya…




June 6th, 2009
mesin kasir
Posted in Uncategorized
Tags: 
Saya paling cocok kata Deng Ziao Ping;Jangan persoalan warna kucingnya, yang kita perlukan adalah kucing yang bisa menangkap tikus.
Lanjutkan,….
Terus UUD 45 yang ada pasal 33 nya mau dionggokin aja ya. Dasar pemeikiran tersebut bersumber atau berpedoman pada sumber hukum yang mana ?
hapuskan sistem kontrak, kasian rakyat banyak…..
anas retorika saja, rakyat miskin masa SBY malah makin banyak. sekian banyak janji diucapkan masa kampanye pilpres 2004, mana yg dipenuhi? SBY adalah kegagalan indonesia dan keberhasilan USA