
Akankah Malaysia Kuasai Ekonomi Indonesia?
Dalam beberapa tahun belakangan ini, Malaysia terlihat agresif menggarap potensi bisnis di Indonesia, mulai perkebunan, pertambangan, telekomunikasi, perbankan, asuransi, pendidikan, hingga sektor kesehatan. Mereka pun sukses mendulang keuntungan. Sebaliknya, Indonesia terkesan hanya mampu menggaet ringgit dari tenaga kerja informal di negeri jiran itu.
Selama 2007-2009, data Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan, realisasi investasi Malaysia di Indonesia sekitar US$ 1 miliar. Dari sisi neraca perdagangan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, defisit neraca perdagangan Indonesia-Malaysia membengkak. Tahun lalu, nilai impor Indonesia dari Malaysia mencapai US$ 8,9 miliar, sedangkan nilai ekspornya hanya US$ 6,4 miliar. Sebaliknya, Indonesia ‘sukses’ mendulang devisa dari sekitar dua juta tenaga kerja Indonesia (TKI) yang merantau ke negeri jiran itu.
Di Indonesia, para pemodal Malaysia telah merasuki aneka sektor bisnis. Di sektor perkebunan, para pemodal Malaysia telah menguasai sekitar 2,1 juta hektare dari 5,2 juta ha lahan kelapa sawit. Hal ini memperkuat sinyalemen 50 perusahaan Malaysia telah mengontrol 50% lahan perkebunan kelapa sawit di Indonesia.
“Keberhasilan perusahaan sawit patungan di Indonesia tergantung kesanggupan kita menjaga keamanan mitra Indonesia,” ujar Boon Weng Siew, president
Malaysian Estate Owners Association, seperti dikutip StarBiz, beberapa waktu lalu.
Namun, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) tidak yakin kalau pengusaha sawit Malaysia sudah menguasai 50% lahan sawit di Indonesia.
Berdasarkan data Gapki, 40% luas perkebunan kelapa sawit saat ini milik rakyat dan badan usaha milik negara (BUMN), yaitu masing-masing 2,1 juta hektare (ha) untuk rakyat dan 800 ribu ha milik BUMN. Sebagian besar adalah milik perusahaan swasta Indonesia. “Secara langsung, pengusaha Malaysia mungkin hanya memiliki luas lahan sawit di Indonesia sekitar 400-500 ribu ha,” jelas Susanto, ketua bidang pemasaran Gapki.
Meski Malaysia begitu ekspansif ke Indonesia, menurut Susanto, pemerintah tidak bisa membatasi investasi di perkebunan kelapa sawit oleh pengusaha asal Malaysia. Pasar bebas tidak mengenal pembatasan investasi asing. “Namun, pemerintah bisa menetapkan aturan untuk menyeleksi investasi asing. Hal itu untuk memberikan dukungan kepada pengusaha lokal supaya lebih eksis di perkebunan kelapa sawit,” jelas dia.
Sebelum memberikan izin baru, pemerintah perlu mewajibkan setiap pengusaha lebih dahulu membangun plasma sebesar 20%. “Tujuannya, supaya investasi yang datang dari investor asing itu benar-benar bisa diserap langsung oleh masyarakat,” jelas Susanto.
Dirjen Perkebunan Deptan Ahmad Mangga Barani mengakui, perusahaan Malaysia makin gencar mengakuisisi perkebunan kecil di Indonesia. Namun, pemerintah pusat sulit memantau aksi akuisisi itu karena izinnya lewat pemerintah daerah.
Di sektor perbankan, negeri jiran itu juga telah memantapkan posisinya melalui sejumlah bank, seperti CIMB Niaga dan Bank Internasional Indonesia (BII). CIMN Niaga adalah perusahaan keuangan yang sahamnya di perdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Per 31 Maret 2009, kapitalisasi pasar CIMB Niaga tercatat sebesar R p11,25 triliun. CIMB Niaga merupakan bank keenam terbesar di Indonesia dari segi asset (Rp 102,9 triliun).
Di sektor telekomunikasi, mereka mengepakkan sayapnya melalui PT Excelcomindo Pratama. Tahun ini, operator seluler itu berharap bisa menambah empat juta pelanggan baru menjadi 30 juta dari akhir 2008 sebanyak 26 juta. Meski rugi bersih Rp 306 miliar, pada kuartal I 2009, pendapatan XL naik dari Rp 2,65 triliun menjadi Rp 2,926 triliun. “Jika saja kurs rupiah stabil di bawah Rp 10.500, setidaknya XL bisa membukukan keuntungan bersih Rp 400 miliar,” jelas Hasnul Suhaimi, presiden direktur Excelcomindo.
Jaring Pasien dan Pelajar
Selain berinvestasi langsung, para pebisnis negeri jiran itu terlihat agresif menarik minat orang kaya Indonesia melalui program pariwisata, kesehatan, dan pendidikan. Sebelumnya, negeri jiran itu ‘mengintip’ keberhasilan Singapura menjaring pasien-pasien potensial Indonesia. Mereka pun berlomba-lomba mengemas pelayanan di rumah sakit dengan cara menarik. Salah satunya dengan menerapkan konsep wisata kesehatan (medical tourism).
Data Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) menunjukkan, pasien asal Indonesia mendominasi rumah sakit di Malaysia. Sekitar 70% pasien Indonesia berasal dari Sumatra, sedangkan sisanya dari Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Bahkan, RS Lam Wah Ee Malaysia mampu menjaring 12.000 orang Indonesia per tahun atau sekitar 32 pasien per hari. Jumlah pasien Indonesia di RS Adventist mencapai 14.000 per tahun atau sekitar 38 pasien per hari.
Dari sisi tenaga kerja, Malaysia berhasil ‘menjaring’ 2 juta tenaga kerja Indonesia (TKI), 800 ribu di antaranya bekerja secara ilegal. Bukan hanya pekerja informal, negeri itu juga mampu menggaet tenaga kerja ahli, seperti di sektor minyak dan gas, dari Indonesia.
Yang pasti, tenaga nonformal dari Indonesia turut membangun negeri jiran itu seperti konstruksi, perkebunan, dan sektor rumah tangga. Selain itu, tenaga profesional perminyakan Indonesia banyak tersebar di Petronas dan Shell. Tenaga professional teknologi infomasi tersebar di berbagai perusahaan seperti IBM, Axon Global, Shell Down Stream & Upstream IT, Deloitte, dan Morse.
Di bidang pendidikan, Malaysia juga sukses menarik 10.000 pelajar Indonesia. Mereka umumnya meminati bidang bisnis, teknologi informasi, desain grafis, teknik, dan komunikasi. Pada 2010, Departemen Pendidikan Malaysia menargetkan bisa menggaet 100 ribu pelajar Indonesia. Sebaliknya, jumlah pelajar Malaysia di Indonesia hanya sekitar 4.000.
“Pendidikan di Indonesia sebenarnya cukup bagus, namun Malaysia memang lebih unggul,” ujar Rizky Wisnoentoro yang kini mengikuti program doktoral di Universiti Sains Malaysia (USN), kepada Investor Daily, Jumat (12/6).
Salah satu kelebihan perguruan tinggi di Malaysia adalah mereka memiliki tenaga ahli yang diakui internasional. Malaysia mengadopsi secara utuh metode pendidikan Inggris. Rizky sengaja memilih USN karena ingin memperdalam ilmu tentang corporate social responsibility (CSR). “Saya memilih USN karena terdapat ahli CSR yakni DR Reevany Bustami,” jelas dia.
Di sektor pariwisata, Malaysia terus berupaya menggaet pelancong, termasuk dari Indonesia. Tahun lalu, Pemerintah Malaysia mengeluarkan US$ 2,82 juta untuk berpromosi dan iklan. Hasilnya, negeri itu mampu mendulang US$ 3,44 miliar dari pelancong yang berwisata belanja. Pada 2008, warga Indonesia yang melancong ke Malaysia tercatat 2,43 juta orang. Selama Januari-Maret 2009, negeri itu sudah kebanjiran 533.843 pelancong Indonesia.
Tingkatkan SDM
Dari segi luas wilayah, potensi sumber daya alam (SDA), dan populasi penduduk, Indonesia seharusnya unggul dibanding Malaysia. Faktanya, Indonesia tertinggal dalam banyak hal. “Rahasianya hanya satu, Malaysia unggul dari sisi sumber daya manusia,” kata Revrisond Baswir, ekonom dari Universitas Gajah Mada.
Dengan penduduk sekitar 28 juta jiwa, Pemerintah Malaysia sangat memperhatikan SDM-nya. Hal itu tercermin pada anggaran untuk sektor pendidikan. “Indonesia baru saat ini menetapkan anggaran pendidikan 20% dari APBN. Itu pun masih memuat komponen gaji,” jelas Revrisond.
Sebaliknya, sektor pendidikan di Malaysia mendapatkan 30% dari APBN. Sejak 2008, negeri jiran itu telah membebaskan biaya pendidikan hingga sekolah menengah atas (SMA). “Secara individu, banyak anak Indonesia yang berprestasi internasional. Namun, secara makro, kita tertinggal,” kata Rizky.
Selain pengembangan SDA dan SDM, menurut Rizky, Indonesia juga perlu lebih mengembangkan khazanah budaya. “Indonesia harus menjadi rujukan studi budaya di dunia,” tegas Rizky.
Revrisond mengingatkan, faktor kepemimpinan juga menjadi kunci sukses Malaysia. Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahatir Muhammad berperan besar dalam kebangkitan negeri itu. Keberpihakan Mahatir kepada pengusaha lokal melalui program New Economic Policy mampu mendongkrak ekonomi Malaysia. “Mahatir belajar dari Indonesia. Dulu dia dikenal dengan sebutan Soekarno kecil,” ujar dia.
Sumber: Investor








81 tanggapan kepada “Malaysia Akan Kuasai Indonesia…?”
dildaar80
Juni 14th, 2009 pukul 12:21
very good!
Ridwan
Juni 14th, 2009 pukul 15:22
sistem plasma omong kosong ! fiktif belaka tuh..!!
malwich
Juni 14th, 2009 pukul 15:58
Bagus , kalau malaysia bisa lebih unggul dari indonesia. itu lah yang saya tidak ingin sby terpilih untuk kedua kalinya.
Sby cuma bisa membuat masyarakat kita malas, tidak produktif dan melakukan proses pembodohan yang tidak jauh berbeda dengan rezim suharto.
Kalau anda mau jadi orang bodoh SBY lah presidennya. Hal itu tercermin melalui BLT
tank’s
by
kekecewaan publik
waluh
Juni 14th, 2009 pukul 17:20
Sebenarnya siapapun presidennya, kalau Indonesia masih menjalankan roda pemerintahan dengan motivasi hanya untuk memperkaya diri sendiri atau golongan, sampai kapanpun Indonesia akan tertinggal. Lihat aja polah anggota DPR yang jauh dari kemauan untuk membangun bangsa dan negara ini (D4 ciri khas ZDPR kita). Oleh karena kayanya SDA Indonesia, berakibat pada tingkah laku malas, tidak mau berfikir
Basri Munir
Juni 14th, 2009 pukul 18:26
Kayaknya parah Megawati deh dari pada SBY, jaman Mega Pulau di sikat Malaysia, Indosat di obral murah ke Singapur, Kontrak Gas ke Jepang Murah De El El, ekonomi kerakyatan spt apa??? dari ketiga capres sih nggak ada yg ideal tapi SBY pilihan baik diantara yg jelek.
kita hrs berbesar hati emang Malaysia skr lebih maju koq dari Indonesia
aju
Juni 14th, 2009 pukul 19:26
utang itu kan dah ada sebelum SBY..berhubung ekonomi dunia jg bermasalah yah otomatis gan..hanya saja, kita tdk bisa menilai bahwa itu adalah kesalahan SBY, pemerintahan bukan terdiri dari SBY, kn ada YK dan badan2 lainny…saya melihat hanya SBY yang punya beban dan keinginan mengangkat masy dari keterpurukkan,tetapi ketika banyak sekali golongan yang terlalu memikirkan..duit.dan duit..apapun program SBY pasti timpang
pendikargunung
Juni 14th, 2009 pukul 20:34
As malaysian, I’m so proud. Walaupun Malaysia unggul dalam beberapa bidang, Indonesia juga unggul dalam banyak bidang. Justru anda juga perlu bangga sebagai rakyat Indonesia!
bangun
Juni 14th, 2009 pukul 21:48
Aku ga baca sampe tuntas artikel di atas, males. Makanya benar kata seorang blogger dari malingsia budak Indon itu bodoh. Siapa yang bisa menyangkal tuduhan itu kalo ga kita sendiri. Makanya buktiin tuduhan itu ga benar. Caranya, ga tau. Aku orang bodoh.
Abdul Cholik
Juni 15th, 2009 pukul 02:44
-Kita memang harus segera bangkit untuk memajukan negeri ini.
-salam
pitaxxx
Juni 15th, 2009 pukul 03:21
Indonesia itu bagaikan raksasa yang tertidur…
kunjungan balik sangat diharapkan
Rahmat Kedai
Juni 15th, 2009 pukul 03:42
@Malwich…
PROVOKASI LO!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Kita sudah mempunyai SDA yang melimpah, sekarang adalah pengelolaannya yang gimana?..Setidaknya petinggi2 kita mengerti akan hal ini, sebaiknya meningkatkan dana untuk pendidikan untuk meningkatkan SDM,
“TIDAK ADA NEGARA YANG AKAN BANGKRUT KARENA PENDIDIKAN”
Kedai
a'an
Juni 15th, 2009 pukul 05:13
kalo dulu pemimpin malaysia belajar dari pemimpin indonesia, sekarang giliran pemimpin indonesia belajar kpd pemimpin malaysia, pasti pemimpin indonesia gak mau krn gengsi n malu… makanya bangsa kita gak maju2
cdsi
Juni 15th, 2009 pukul 05:42
sudah saatnya Indonesia percaya akan kemampuan diri, dan tidak lagi bergantung pada negara lain….
weby
Juni 15th, 2009 pukul 06:05
Itulah bangsa Indonesia bisanya menyalahkan si ini dan si itu tapi ngga pernah mau belajar untuk meningkatkan kualitas manusianya. Seperti mahasiswa yang biasa turun demo untuk reformasi atau demo apapun tapi kalo urusan nyontek di kelas masih jalan, berarti belum reformasi kl gitu. Berhentilah banyak ngomong deh rakyat Indonesia banyak bekerja dan berusaha seperti bangsa Jepang. BUKTIKAN bukan sekedar lanjutkan
Zoe
Juni 15th, 2009 pukul 06:17
malingshit… enyahlah malon
uLmy RakHmadani
Juni 15th, 2009 pukul 07:03
semangattt…………..
I LOVE inDonesiaa
Ahmad Fauzi
Juni 15th, 2009 pukul 07:05
owh, shit…
malingsia yajingan..
Sykumal
Juni 15th, 2009 pukul 07:23
Artikel ini anda buat karena rasa sentimen terhadap Malaysia atau rasa sok nasionalisme anda, anda mengatakan Karena bukti2 tersebut Malaysia akan menguasai indonesia, Apakah anda sadar bahwa yang paling ingin menguasai indonesia adalah amerika sudah sangat banyak bukti bahwa amerika ingin menguasai indonesia coba lihatlah berapa banyak sumberdaya alam indonesia yang dikuasai amerika hampir semua wahai saudaraku. jika anda mencintai negeri ini coba juga posting tentang amerika yang telah menguasai indonesia karena itu lebih nyata dan banyak buktinya.
~noe~
Juni 15th, 2009 pukul 07:34
ini karena akibat dari kebijakan pemerintah yang sangat sangat liberal…
trenyuh
zonapikir
Juni 15th, 2009 pukul 07:38
Yg jelas Indonesia sudah dijajah oleh Amerika melalui antek-anteknya yg ada di negeri ini
gatot
Juni 15th, 2009 pukul 07:58
malaysia lg… malaysia lg….
ga ada masalah lain apa yg lebih penting, kalo mau maju, ayo sama2 kita bangun bangsa kita, jangn selalu ngebahas masalah yg kaya gini terus, bertindak, bukan menghujat…..
elexyoben
Juni 15th, 2009 pukul 08:06
Sudah tiba waktunya untuk menghajar pantat Malaysia, tunggu apalagi ?
FREEDOWNLOAD YANG BEJAD-BEJAD DISINI
nag skul
Juni 15th, 2009 pukul 08:26
indonesia……………..merdeka!!!
ayo blajar biar pinter, taon depan rata2 kelulusan dinaikin, gak lulus!!! gue bodo…
SBY lanjutkan!!!
oklek33
Juni 15th, 2009 pukul 08:27
SELAMA INI DIMANA MANA SAYA SELALU MEMBACA MENGENAI PENJUALAN ASET NEGARA OLEH MEGA . Sebenarnya ada lo yg lebih dalam dari pada penjualan itu. COBA KITA BERPIKIR SEBENTAR kenapa singapur mampu meraih keuntungan cukup besar padahal nilai tukar mata uang 6.500/1.$singapur lalu untuk mendapat keuntungan 2$ saja singapura memerlukan 13.000 .yang saya herankan seharusnya ketika dipegang anak bangsa yg keuntungannya bisa melebihi . Saat ini ketika dipegang singapura ,lalu sekarang kelapa sawit ketika anak bangsa tidak mau mengolah ,dan malaysia memanfaatkan peluang bnyak orang berteriak,
tamu
Juni 15th, 2009 pukul 08:32
Kali memang harus meng http://hajarmalaysia.wordpress.com ya
Yep
Juni 15th, 2009 pukul 08:49
Yang harus dimiliki adalah rasa nasionalisme…
omiyan
Juni 15th, 2009 pukul 09:22
yang jelas….Beranatas dulu koruptor kalau bisa diuhukum gantung baru negara ini bisa maju…percuma kalau korupsi masih merajarela
gratisdownloadupdate.wordpress.com
Juni 15th, 2009 pukul 10:07
sayang negara sehebat Indonesia kurang memperhatikan asset negaranya sendiri, saya tahu, tentara malaysia belajar di Indonesia. Ini bukti kehebatan TNI. Saya juga setuju bahwa semua calon presiden sekarang tidak ada yang benar2 memikirkan rakyat, hanya memikirkan diri sendiri, kekuasaan dan golongan…
:::Gratis Download Multimedia Sepuasnya:::
engeldvh
Juni 15th, 2009 pukul 10:08
Wah….
Harus segera diblok nih pengaruh malay ke kita, kobarkan semangat nasionalisme gans!!!!
http://engeldvh.wordpress.com/2009/06/08/pertahankan-ambalat/
blowerz
Juni 15th, 2009 pukul 10:54
Wah kLo kya gni bisa2 ngra indonesia hnya tinggal nama,scra skrng ja mslah ambalat ngra qt tdk bs brskap tegas,udh tw terang2n malaysia melanggar msh di diam kn apa tentara qt tu tkut buat perang, udh jgn pduli ma PBB,toh dulu presiden pertama qt jg ga prnh stju tu ma PBB,alna PBB tu cmn bwt topeng amerika tu,,, poko tetep ganyang malaysia
Yudakuzuma
Juni 15th, 2009 pukul 11:22
klo malaysia kuasai indonesia kok kayaknya ga mungkin. jantung indonesia adlh pancasila dan uud45 dan d dalamnya tertulis klo rakyat sbg pendukungnya, coba aja itung rakyatnya indonesia bisa sampe mabok, malaysia mah ga sampe brp paling…
PecintaDamai
Juni 15th, 2009 pukul 11:28
emang sih…. Amerika lebih berpengaruh dibanding malaysia…
saya sih lebih suka presiden indonesia itu sikapnya seperti ahmadinejad ato fidel castro…
ANTI AMERIKAAAA!!!!!
Atha
Juni 15th, 2009 pukul 12:33
Ini Terjadi Karena Mata uang kita Rendah,coba pemerintah kita mati matian buat Rupiah Kuat Jd 1 rupiah= 1 Ringgit,gakkan ada yg mau jadi babu ato ngebantuin negara malaysia tu tp krn mata uang kita sejajar.Tp gmn pemerintah mau mikir wong pulau aja dijual contohnya Sipandan ama lingitan,trs Anggota DPR juga pergi kemalaysia nego harga mau jual Ambalat,anehkan Yg punya kita(Ambalat) tp negara Kita pula yg ngemis dtng ketempat orang yang mau nyuri Dirumah Kita Aneh kan
haris ahmad
Juni 15th, 2009 pukul 12:45
jayalah negeri ini!!!
merdeka
rutnug
Juni 15th, 2009 pukul 13:04
pendidikan memang penting tapi bukan faktor utama sebuah kemajuan.
Sebenarnya kita lebih “maju” (lebih duluan maksudnya) dari bangsa manapun di dunia, kita sudah jadi bangsa yang konsumtif padahal kita belum produktif, pemerintahnya sudah freeaktif padahal belum proaktif, parlemennya sudah legislatif padahal belum sensitif. Pokoknya pejabatnya koruptif rakyatnya primitif.
Yang penting kita bukan thief milik tetangga yang provokatif. Kita bisa maju asal punya semangat merubah nasif.
Maksa banget sih, hifhifhif…
imron46
Juni 15th, 2009 pukul 13:33
Informasi ini seharusnya memacu kita para blogger untuk menyerap penghasilan online sebesar – besarnya, menyerap dollar ke negara kita sebesar- besarnya, gak usah jelek – jelekin siapa – siapa, saatnya kita yang muda yang beraksi, kita tunjukkan bahwa generasi muda yang akan jadi penentu perubahan Indonesia, asal dilakukan secara bersama – sama KITA BISA.
jpurwanta@gmail.com
Juni 15th, 2009 pukul 13:52
mau menguasai indon yah,kunolah wong indon yang nguasai itu amrik sabaraha besar ngaruhi kancahnya indon?bisa-bisa malay malah perang sama amrik hehehhhehhehhhh ahaha aha aha ha
kalau kita mau janganlah ada yang nguasai kita selain ALLAH SWT saja,begitulah kita tawakal….
aha aha aha haha hehehe weerr
glc267
Juni 15th, 2009 pukul 15:08
Biar aja. Kita akan ketemu ya Malaysia
raditya angga
Juni 15th, 2009 pukul 16:17
yayaya..ini dia,,tragis memang,,
jadi kita harus bangkit sendiri dan mandiri,,sebagai negara yang merdeka kebebasan apa saja kita miliki kan pak,,jadi sebaiknya kita buat potensi yng besar untuk negara kita,,
jalan2 ke http://goupgoup.wordpress.com
bersama kita kurangi kedekatan dengan malaysia dan kita bangun dengan kekuatan kita sendiri
islamarket.net
Juni 15th, 2009 pukul 16:40
lha wong indonesia dilewati sama malaysia aja, indonesia tetep diam. seharusnya malaysia bilang: permisi…. . tapi malaysia bilang: pringisi….
Tukang las
Juni 15th, 2009 pukul 19:40
eh mas2 yg suka ngedumel kejelekan orla, entah itu presidennya A/B/C, gk usah di maki/ di caci, sekarang ini tuch orang dah rai(muka)gedek(dinding bambu) ndas(kepala)tank, dah gk ada malune dah….
gk cm negara kita sendiri, semuanya, buktinya dah tau muliknya orala disikat, walau gk di urus.
Wong manusia tu dah di tak dirin punya nafsu ma hati nurani, sayangnge hati nuraninya dah pada amblas sejak lahir pecotot(keluar)
byasa bahsane wong deso.
ya klu malaysia jitak kita, jngan suka komentar yg salah sini lah salah situ lah, yg jentel pergi kemalaysia tekak lehernya mpe putus.
kakean komentar, lo pada cm suka ber depat ama nyari biang keladine sch,
yg punya ke ahlian hacking je bol tu situs2nya, yg pinter perang hancur leburkan sekalian,
jangan takut ama PBB/instansi laen, toh mereka juga buatan manusia, yg punya nafsu juga.
yach ini bukan ajakan, cuma mau negur yang suka komentar2 dowang gak ada tindakan,
rugi bayarwarnetnya boz
Rivanlee
Juni 15th, 2009 pukul 20:11
Emang Malingsia , kurang ajar banget dah
idrus25
Juni 16th, 2009 pukul 00:46
Nah sekarang solusi yang bagus untuk membangkitkan negara indonesia maju dan mandiri adalah Muhammad Yusuf Kala lah solusi yang tepat, kalau SBY hutang bakal bertambah contonya saja berita media masa metro misal nya sudah menyiarkan bahwa hutang sekarang sudah mencapai 1000 terliun lebih, nah coba pikirkan 1 org warga indonesia sudah tercatat utang nya lebih kurang 7 juta rupiah per orang, kita gak ngapain2 dah punya hutang sebayak itu waduuuu,,,,,,makan ja susah udah punya hutang gratiss kacaaauuuuu,,,,,bangat bangsa ini kapan maju nya yagak
AS
Juni 16th, 2009 pukul 05:43
belum lagi waktu perusahaan tempatku kerja, di PHK besar-besaran tenaga terampil kita yang kebanyakan jebolan luar negeri yang dibiayai oleh negara, di PHK dan ditampung oleh malaysia, yang kekurangan tenaga Aircrft Industry,
Johan
Juni 16th, 2009 pukul 06:30
Waduh kaga ngerti aye gan pembahasan tingkat tinggi neh
hehehe
aGHi 182
Juni 16th, 2009 pukul 06:31
daripada ngurusin yang kaya semakin kaya ..
ayo dukung si miskin untuk berbisnis dan usaha ..
Mudah2an bisa mensejahterakan Keluarga Dan Membantu Sesama ..
Amin ..
kunjungi link ini ..
http://aghi182.wordpress.com/2009/06/14/pulsa-harga-super-duper-murah-daftar-gratis-komplain-nya-ok-fasilitas-lengkap-hanya-di-sini/
thx ..
casrudi
Juni 16th, 2009 pukul 06:32
Konon pelajar Malaysia yang datang untuk belajar di Indonesia… Sekarang kebalik 180 derajat… Oh negeriku…
pimpii
Juni 16th, 2009 pukul 09:19
Mo bilang gimana, mo curhat ke siapa, mo ngadu kemana?… cobe periksa diperbatasan negara (kalimantan) areal sawit melulu jangan-jangan sudah milik malaysia. Cek juga Indonesia sudah beli listrik di malaysia:
http://dreamindonesia.wordpress.com/2009/03/21/indonesia-impor-listrik/
belum lagi kesenian asli indonesia sudah di’akui’ mentah-mentah sama malaysia.
Cek juga naskah-naskah kuno melayu Indonesia sudah berpindah ke malaysia :
http://dreamindonesia.wordpress.com/2009/06/15/asal-tahu-saja-60-naskah-kuno-melayu-indonesia-pindah-ke-malaysia/
Jika setelah sipadan-ligitan, ambalatpun dicaplok malaysia…… apa lagi yang Indonesia punya?
bistoksigalingging
Juni 16th, 2009 pukul 09:52
Artikel yang sangat bagus. Gejala ekspansif malaysia khususnya terhadap Indonesia semakin kencang terutama akhir akhir ini. Penyajian fakta seperti ini sangat penting untuk menyadarkan kita akan bahaya yang sedang mengancam. Pertahanan kita terletak pada seberapa kental rasa nasionalisme anak bangsa ini, sehingga mau menjaga aset yang kita miliki dan sebaliknya tidak menghabiskan tabungan(nasional) kita untuk hal-hal yang bisa diperoleh di dalam negeri sendiri. Kita harus mulai dari diri sendiri. Berjaga jaga lah!!
hendry
Juni 16th, 2009 pukul 10:02
Dasar, semuanya disini cuman pada bisa komentar…sama kayak saya…he..he..
aspal07
Juni 16th, 2009 pukul 10:48
Setuju kita mesti waspada terhadap semua ancaman dari luar
oklek33
Juni 16th, 2009 pukul 12:23
SAYA mau menambahkan opini sedikit tentang simpadan , kita jangan hanya bisa mengatakan simpadan milik indonesia dan kita pnya petanya .warisan belanda dan malaysi pny peta warisan inggris.jadi sudah imbang lalu u u mari berpikir dan melihat hal yg lain .APAKAH ANDA ANDA TAU ARTI KATA SIMPADAN ? Kata ini sangat melekat pada masyarakat malaysia sehari hari .yang berarti perbatasan ,lalu u u u apakah dalam bahasa indonesia ada kata simpadan ? Yg ada pd kata melayu asli , lalu u u wajib bagi ahli sastra dan purbakala indonesia menggali peta jaman kerajaan , barulah indonesia baru dpt mutlak memenangkan simpadan.kalau anda anda berteriak tentang simpadan lalu malaysia bertanya apa alasanmu ? Pasti tolah toleh . Sekedar menambah opini simpadan trim
oklek33
Juni 16th, 2009 pukul 12:39
Kemudian pasti anda menjawab pulau kalimantan orang asli juga melayu .nah dari sini menjurus kepada ahli sastra dan purba tua manakah suku melayu kalimantan dan malaysia seterusnya pencarian benda purba yg ada milik malaysia apa indonesia .bnyk yg hrs dimengerti tetapi kata simpadan itu erat dg kata harian rakyat malaysia .itu menurut pemikiran saya
Adit
Juni 16th, 2009 pukul 12:56
Memanfaatkan semaksimal mungkin apa yang kita punya.
Salah satunya adalah ‘Industri Kreatif’ di Indonesia
Bisa dilihat dengan jelas (sepengetahuan saya) dengan musik, industri musik.
Tidak sedikit musisi indonesia mempunyai andil yang besar untuk mengobrak abrik chart lagu lokal di radio Malaysia.
Sampai akhirnya Musisi Malaysia hanya sebagai outsiders di negara sendiri.
Itu baru musik, sedangkan Industri Kreatif di Indonesia masih banyak yang bisa mengekspansi dunia luar.
Mari kita mengobrak abrik dunia urban
Admin
Juni 16th, 2009 pukul 15:39
Kita tetap harus Indonesianist…..
salam,
http://bursasepatu.wordpress.com
http://planetshoes.wordpress.com
Feriandi
Juni 17th, 2009 pukul 00:10
Harus baca ini utk membuka kotak fikiran yg jernih..
http://www,topix,com/forum/world/malaysia/T0BGKDAVI8SQ9KCKB
(tukar , dgn .)
ZonS
Juni 17th, 2009 pukul 04:55
Ya gitu deh nasib indonesia, serba salah kalo berhadapan dgn bangsa lain
.
jongos
Juni 17th, 2009 pukul 05:17
kita jgn mengedepankan emosi, pelajari dan intropeksi sudah benarkan kita sebagai warga negara, mari bersikap positif, sebagai apa kita saat ini jalani saja tdk usah menyikapi yang bukan bidang kita sebagai pelajar kita belajar yang serius ndak usah gampang emosi atawa tawuran, sebagai pengusaha ya kita berusaha sebaik mungkin mensejahterakan karyawan Dll, jadi mulailah belajar dari ketertinggalan ini dengan mengedepankan ilmu ketimbang emosi. Kebesaran suatu negara bukan ditinjau dari luasnya wilayah sebuah negara, jumlah penduduk, tetapi lebih kepada seberapa besar pengaruh negara itu bagi kemaslahatan rakyatnya dan dunia sekalipun. Ubahlah orientasi masa lampau kita. Selamat belajar, bekerja, berusaha, dan berkarya, semoga Allah SWT memberikan kemakmuran pada negeri ini. Amin
yopi
Juni 17th, 2009 pukul 10:13
saudaraku setanah air… mari bangun dari tidur nyenyak kita,selama ini kita sudah terlalu lemah trhdp malaysia,hingga mereka kira indonesia ini adalah bangsa banci jadi mereka bisa seenaknya menginjak2 kepala kita?? ini sudah saatnya kita ganyang malaysia..!! tunjukan bhwa kita juga punya martabat dan kedaulatan..!! bayangkan apa yg terjadi andaikan presidn soekarno mash hidup?? pasti beliau akan marah besar karna negara kita dilecehkan oleh malaysia!! kalau TNI tidak Berani bertindak..?bubarkan saja TNI..!
Faizal
Juni 19th, 2009 pukul 10:17
Salam untuk semua!, Saya org malaysia, tapi percayalah kami tidak berniat jahat! Keadaan compatative buisness di malaysia kerana global economic krisis menyebabkan pedagang malaysia terpaksa merantau ke negara jiran untuk berdagang! KIta satu rumpun tidak ada patut rasa malu atau rahsia antara kita! kata peribahasa melayu ” kalau malu bertanya nanti sesat jalan!” jadi tiada selindung disini kunci kejayaannya lebih 85% di tangan mantan perdana menteri, Bapak Mahathir muhammad! minta beliau jadi penasihat , insyaallah dengan izin allah berjaya! tetapi dua asas penting iaitu pelajaran dan pemikiran harus banyak di perbaiki! Selainnya iklas dan sabar! dan selepas berusaha dan lain – lainnya adalah kerja tuhan!. Saya kerap ke indonesia kerana setelah berjaya dalam buisness apa yang saya cari sekarang adalah ilmu agama! maafkan saya bukannya saya kata saya pandai tetapi hanya merasakan kita tidak perlu rasa cemburu, risau, tamak atau takut sesama kita! Kalau saya rakyat indonesia Pak BJ habibie yang saya cari untuk menerajui negara! tetapi buat masa ini SBY adalah calon saya! maafkan saya sekali lagi kalau kata atau pandangan iklas saya mengingung perasaan saudara indonesia saya! wassalam!
Atha
Juni 22nd, 2009 pukul 21:42
Makcik yang awak bilang tu simpadan bhs malay tu tak betul tp yg betul itu bahasa melayu Kepri=kepulauan riau krn emang Kepri dan malay punya sejarah historis yg tidak bisa dipisahkan benar 2 memiliki akar budaya yg sama itu makanya kenapa orang riau dan kepri kalau pergi kemalay tak perlu pakai Visa artinya Bebas krn malay akui kepri saudara tua mereka
itu sih menurut pandangan saya krn gak emang jelas kok SIMPANDAN dijual,kalau gak dijual knp gak bisa diambil dari jaman soekaro ampe soeharto malah pas waktu jaman mbok M bisa diambil wong rumah warisan keluarga Mbok M aja yg dimana tu ? mau dijual he he pikirkan sendiri da ok tq go 1 Rupiah = 1 Ringgit
Jayalah Negeriku yg didalam dijajah diluar juga dijajah
Atha
Juni 22nd, 2009 pukul 21:44
Makcik yang awak bilang tu simpadan bhs malay tu tak betul tp yg betul itu bahasa melayu, Kepri=kepulauan riau dan riau daratan juga pake bhs melayu yg sama dngn malay krn emang Kepri dan malay punya sejarah historis yg tidak bisa dipisahkan benar 2 memiliki akar budaya yg sama itu makanya kenapa orang riau dan kepri kalau pergi kemalay tak perlu pakai Visa artinya Bebas krn malay akui kepri saudara tua mereka
itu sih menurut pandangan saya krn emang gak jelas sih infonya . kok SIMPANDAN dijual,kalau gak dijual knp gak bisa diambil dari jaman soekarno ampe soeharto malah pas waktu jaman mbok M bisa diambil wong rumah warisan keluarga Mbok M aja yg dimana tu ? mau dijual he he pikirkan sendiri da ok tq
1 Rupiah = 1 Ringgit
Jayalah Negeriku yg didalam dijajah diluar juga dijajah
oklek33
Juni 23rd, 2009 pukul 04:20
Hello atha ,saya raya saya tdk mengatakan bahasa malay saya mengatakan bahasa melayu ,dan sekarang masih melekat pada rakyat malaysia .kalau masalah paspor untuk masuk tidak usah memakai . Itu tergantung pada perjanjian dua buah negara .misal brunei malaysia mereka tanpa visa masuk cukup paspor tp kusus malaysia timur,
yopi
Juni 24th, 2009 pukul 09:43
malaysia mengirim Dr.Azahari dan Noordin M Top untk mengebom di Indonesia.dan ini sudah membuktikan siapa mereka
dirgom
Juni 24th, 2009 pukul 13:46
ganyang malaysia
gonosutrisno
Juni 25th, 2009 pukul 04:40
ITU..AKIBAT SALAH PILIH PEMIMPIN ..negri ini sdh 56 th merdeka… kita punya apa..?? tidak ada kebangaan…pesawat jatuh..AMBALAT..TKI….HUTANG…pEMINPIN TIDAK tegas..TIDAK MEMILIKI KOMITMEN MEMBANGUN NEGRI…DGN KEMAMPUAN SENDIRI…lEBIH MEMILIH..ASING..DARIPADA MELINDUNGI PERUSAHAAN LOKAL…ini yg mau dilanjutkan..??atau kita berubah..
wew
Juni 29th, 2009 pukul 14:44
ui ui, grow up,, itu namanya investi luar, bruntung Malaysia mau brinvesti di Indonesia, kita sgt butuh investi luar lbih2 dari negara jiran. Knp Malaysia n Spore bisa lbih maju dari kita,, krena rakyatnya gx extreme n sering hina negara2 tetangga, ttp lbih fokus bkerja. fikirkan.
Feriandi
Juni 30th, 2009 pukul 00:37
Juga kita harus minimalkan Nasionalisme melulu kita kerna ia memberi lebih banyak keburukan daripada kebaikan..
1. Hubungan dgn negara tetangga menjadi rusak
2. Rakyat bisa diapi-apikan oleh media yg coba menaikan ‘rating’ media mereka
3. Masa yg terbuang kesan dari demo yg berterusan
4. Jadi bahan ketawa dunia..hal2 sepele aja dibesar2kan.
Stop Dreaming Start Action
Juni 30th, 2009 pukul 12:48
jangan sampai deh pokonya
khairul anwar
Agustus 30th, 2009 pukul 05:10
ada rakyat indo yang baik…ada juga rakyat indo yang jahat…kepada yang baik . matang…terima kasih saya ucapkan kerna fikiran kamu positif dan cintakan keamanan..kepada yang bodoh, jahat dan jealous with malaysia…padan muka kalian..hati kalian busuk…hahahahahahahaha
hasim
September 14th, 2009 pukul 10:05
usah dilayan anjing Indon yang bodoh dan tak ada kerja. Mari kita kerja,cari wang dan jadi kaya. Biarkan si Indon dgn hasad dengkinya,dengan demontrasi bakar bendera orang dan maki hamunnya. Orang yg asyik memikirkan perkara-perkara kecil adalah org2 bodoh ,miskin dan berfikiran sempit. Jangan jadi seperti mereka.
jpur
September 30th, 2009 pukul 00:22
bikin kaget saja masalahnya besar indon daripada malasya bukan? apa berani menguasai indon ?
boy
Oktober 13th, 2009 pukul 12:37
mlaysia jahat msk punya indonsia diambil gak etis dunk gak kreatif bangeeeet ya usaha dung rendang aja diambil
Sempit Menyempit la
April 17th, 2010 pukul 00:04
Warga Malaysia jangan terleka dengan perkara-perkara remeh dan jangan juga terus berpolitik…mari kita sama-sama berusaha , berkerja dan kuasai ekonomi dunia….
Mari kita GLOKAL!!!
ayaf al jabir
Mei 22nd, 2010 pukul 23:57
sampai kapan pemerintah indonesia akan menjual rakyatnya ke malaysia . ternyata pemerintahnan indonesia tidak sadar di bodohi oleh malaysia .saya berharap di tetapkan undang2 malaysia tidak boleh menggunakan jasa orang indonesia mulai tahun ini ! dan para tenaga kerja indonesia yang ada di sana segera DIPULANGKAN…..!!!
vhirgo
Agustus 4th, 2010 pukul 12:48
aneh ya, giliran Malaysia mau ekspansi besar2an ke Indonesia pada gerah, lah itu negara2 Eropa dan Amerika dah duluan. Rezim sekarang maupun sebelumnya tidak lebih baik. Masih mending Habibie lah klo menurut saya. Rezim sekarang sibuk dengan pencitraan dirinya mulu, curhat, curhat dan curhat lagi. Terakhir curhat karena pemberitaan media yang menurutnya tidak imbang. Media sebenarnya mau tulis tentang keberhasilan pemerintah tapi tidak berhasil menemukannya.
Saya bangga menjadi anak bangsa negeri Indonesia ini juga dengan tokoh-tokohnya dahulu yang sederhana, cerdas dan memiliki integritas yang tinggi, seperti Diponegoro, Imam Bonjol, M.Natsir, Agus Salim hingga Soekarno, tapi saya belum bisa bangga dengan pemerintahannya sekarang.
wong tegal
Agustus 7th, 2010 pukul 20:34
itulah tololnya orang2 indo mudah banget nyalahin orang termasuk sm megawati yg jual indosat..sipadan lepas…indosat memang kejual saya akui itu dan orang di balik itu yusufkalla sipadan memang lepas disitu panglima abri nya siapa? coba chek dulu ya sebelum komen yg macem2 tentang megawati atau pun orang lain.telkomsel jg kejualkan ke tamasek itu pas di jaman sby sama jk loh ayo…otaknya pasang dulu kl mo njelk2 orang lain….
bip
Agustus 7th, 2010 pukul 20:50
masih mending jaman megawatilah menurutku..coba bayangin pemerintahan yg cuma 3 tahun bs ngebangun beberapa proyek tanpa ga ngambil hutang kalaupun ada jg masih banyak nyaurnya dr pada hutangnya.1 proyek suramdu meski akhirnya yg ngresmiin sby..2 tol cipularang hanya tempo 1 thn pembangunannya 3 pelabuhan ikan terbesar di indonesia tepatnya di tegal 4 kilang minyak balongan 5 dll banyak lagi.dr pada sby hutangnya doang deras hampir 40%total sumbangan hutang utk indonesia sungguh deras untuk pemipin 6thn
tia
Agustus 7th, 2010 pukul 21:06
megawati seperti sukarno sayang perjuangannya terganjal sm orang indonesia sendiri hanya karna indosat yg dah jelas jukalla yg seharusnya tanggung jawab ..ditambah sipadan lepas yg sebenarnya kesalahan sby yg memang saat itu panglima abri tp kerjaannya cm cari popularti keyk anak kecil menusuk dr belakang. indosat ma telkomsel sm tp knapa rakyat indonesia cm indosat yg jd patokan buat nyalahin pemerintahan mgwati sbgai penjual aset negara…tolong dewasalah kl mo coment .kalian semua tlah di bodohi
usa lew
ria
Agustus 7th, 2010 pukul 21:14
slama ini sby prestasinya cuma utang sama jalan2 trus bikin wacana tanpa ada realisasinya….sby~kebo gedeg
ria
Agustus 7th, 2010 pukul 21:26
banyak kasus yg mangkrak ditambah hutang yg meroket coba bayangkan masa kepemimpinan berhasil nyumbang utang hampir30%+ total hutang .mengklaim pengangguran