Carrefour Sekarang Dimiliki Milyarder Israel

Pemilik Carrefour Yang Baru

Pemilik Carrefour Yang Baru

Miliarder Israel Nochi Dankner  akan membeli saham Carrefour SA melalui Koor Industries Ltd.  Untuk membeli saham perusahaan ritel asal Prancis itu, Koor siap menggelontorkan dana 3,5 miliar shekel (US$ 885 juta), setara dengan 3% saham Carrefour SA.

Koor, salah satu unit dari IDB Holding Corpm milik Dankner, Senin (22/6), menyatakan, dewan perusahaan sudah menyetujui rencana investasi di Carrefour. Dengan akuisisi ini, Koor akan menguasai 3,25% saham Carrefour karena sebelumnya telah menguasai 0,25% saham perusahaan ritel terbesar di Eropa tersebut.

Meski hanya 3,25%, Koor akan menjadi pemegang saham terbesar kedua Carrefour setelah Blue Capital, perusahaan yang dikontrol oleh Bernard Arnault dan Colony Capital LLC. Blue Capital saat ini menguasai sekitar 14% saham Carrefour. Juru bicara peritel Prancis itu menolak berkometar seputar rencana akuisisi ini.

“Kami akan sangat mendukung Blue Capital. Saya yakin, di bawah kepemimpinan Bernard Arnault dan timnya serta tim Grup Colony Capital, Carrefour akan terus melakukan ekspansi bisnis secara global dan meningkatkan keuntungannya,” ujar Dankner.

Pada perdagangan di bursa saham Paris, Senin (22/6), harga saham Carrefour naik 42 sen atau 1,4% menjadi 29,86 euro. Ini merupakan kenaikan harga tertinggi dari seluruh saham yang tergabung dalam indeks saham acuan Prancis, CAC 40 Index.

Harga saham Carrefour, Selasa (23/6), melonjak hingga ke level tertinggi dalam perdagangan selama lebih dari dua bulan terakhir di Paris. Seperti dilaporkan Le Figaro, perusahaan yang berbasis di Prancis tersebut merencanakan penghematan biaya tahunan sebesar US$ 2 miliar euro.

Harga saham Carrefour meningkat sebesar 4,4% dan melonjak lagi 4% menjadi 31,02 euro saat transaksi pada pukul 11:53 siang waktu setempat, kemarin. Lonjakan itu adalah terbesar kedua dalam indeks unggulan CAC 40 Index.

Carrefour di sebuah Negara Timur Tengah

Carrefour di sebuah Negara Timur Tengah

Pada hari yang sama, Bank of America meningkatkan rekomendasinya terhadap saham-saham ritel menjadi ‘netral’ dari sebelumnya ‘underperform’. Sementara saham  Koor melorot 1,4% menjadi 98,50 shekel pada perdagangan di bursa Tel Aviv.

Pemangkasan biaya yang akan dilakukan Carrefour mencakup pengurangan anggaran iklan dan logistik.   “Pemangksan biaya pada skala tersebut akan dilakukan sesuai dengan arah yang tepat. Tesco Plc secara konsisten memangkas biaya pada skala tersebut dan menginvestasikannya kembali di harga,” kata  Sanford C Bernstein, analis Christopher Hogbin melalui telepon.

Chief executive Officer (CEO) Carrefour Lars Olofsson pada Maret lalu menyampaikan, Carrefour akan memangkas biaya sebesar 500 juta euro pada tahun ini, kebijakan itu akan menyediakan waktu untuk memberikan diskon yang lebih besar.

Dampak Domestik

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Benyamin Mailool, Ketua Pelaksana Harian Aprindo Tutum Rahanta, dan Corporate Affairs Director PT Carrefour Indonesia Irawan Kadarman, mengatakan, transaksi tersebut tidak berpengaruh siginifikan terhadap bisnis ritel moderen di Indonesia.

“Transaksi ini menunjukkan bahwa bisnis ritel, khususnya makanan dan minuman, bisnis yang menarik dan prospektif, serta diminati oleh para investor,” jelas Benyamin.

Bagi Tutum, transaksi itu merupakan dinamika dagang biasa. “Tidak akan memengaruhi pasar ritel di Indonesia, meski mereka memiliki jaringan global,” ujar Tutum di Jakarta, Selasa (23/6).

Menurut Benyamin, dampak terhadap ritel moderen di Indonesia masih belum bisa diprediksi. “Operasional Carrefour di RI sangat kecil dibandingkan Tiongkok, kontribusinya di bawah 2%. Dampaknya tidak terlalu signifikan bagi ritel moderen di Tanah Air,” kata dia.

Benyamin tidak menepis kemungkinan Carrefour bakal lebih agresif di Asia Pasifik, termasuk di Indonesia. Transaksi Koor membeli Carrefour juga menunjukkan prospek bisnis ritel di Indonesia masih sangat bagus. Saat ini, banyak pemain asing yang melirik Indonesia, misalnyai Lotte dari Korea Selatan yang membeli Makro.

Irawan menegaskan, hingga kini pihaknya belum menerima rincian apapun terkait transaksi Koor dengan Carrefour. “Carrefour adalah perusahaan terbuka. Pihak eksternal dapat membeli saham melalui bursa saham,” tegas dia.

Saat ditanya apakah transaksi itu berpengaruh kepada sepak terjang bisnis Carrefour di Indonesia, menurut Irawan, rencana bisnis yang sudah dirancang Carrefour Indonesia tetap berjalan seperti biasanya. “Tentunya (bisnis berjalan seperti biasa),” kata Irawan lagi.

Omzet ritel moderen domestik ditaksir menyentuh sekitar Rp 77 triliun pada 2009. ”Belum sebaik tahun lalu yang bisa tumbuh 20%, tahun ini paling bagus tumbuh 10%,” kata dia. Ekspansi akan melambat.

Menurut Benyamin, peritel moderen saat ini terbantu oleh gelaran pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden.

Carrefour termasuk optimistis masih mampu bertumbuh pada tahun ini. Pada 2008, Carrefour Indonesia menambah enam gerai sehingga total gerai yang dimiliki mencapai 75 unit. Komposisinya terdiri atas 45 di bawah Carrefour Indonesia dan 30 di bawah bendara Alfa Retailindo.

Tahun ini, Carrefour Indonesia terus melanjutkan penambahan gerai mengingat pertumbuhan bisnis ritel moderen di Tanah Air masih cukup bagus. Jumlah gerai yang akan dibuka tidak kurang dibandingkan dengan ekspansi 2008.

Carrefour Indonesia memiliki kontribusi sekitar 0,91% terhadap total pendapatan Carrefour Group pada 2008 sebesar Rp 1.463 triliun.

Sebelumnya, Irawan optimistis penjualan 2009 bakal tetap tumbuh. Untuk produk pangan, tumbuh lebih baik ketimbang produk nonpangan. Carrefour Indonesia pada 2008 meraih pendapatan sekitar Rp 13,3 triliun atau naik 17% dibandingkan 2007 senilai Rp 11,4 triliun.

Sementara itu, Carrefour Group, Prancis yang menempati posisi nomor dua dunia, pada 2008, keuntungan bersihnya menurun hampir 45% karena permintaan pada semester ke dua 2008 turun sehubungan dengan pelemahan ekonomi global.

Keuntungan bersih turun 44,7% menjadi 1,27 miliar euro atau setara US$ 1,60 miliar, sedangkan pendapatan sebelum bunga dan pajak turun 16,8% menjadi 2,77 miliar euro.  “Kami perkirakan kondisi sulit pada 2009,” kata direktur keuangan perusahaan Carrefour Group Eric Reiss, beberapa waktu lalu. Menurut dia, konsumsi cenderung belum membaik di banding dengan 2008.

Prancis sebagai pusat bisnis Carrefour, menyumbang sekitar 40% dari total penjualan. (bloomberg/investor/eme/did)

Artikel Menarik Lainnya:

PS ( Premium & Solar ) Turun, Akankah diikuti harga lainnya ?
Diprediksi Industri Retail Marak Dengan Dibukanya 1000 - 1500 Gerai
Antisipasi Bisnis Ritel Hadapi Kenaikan TDL (Tarif Dasar Listrik)
Sebutan Pasar Tradisional Sekarang Ganti Jadi Pasar Ramah dan Segar

2 Comments

  1. aspal07 says:

    Wah, kalo saia sih malas ke carefoour bisnya males pada mahal

    DOWNLOAD GAME SBY ANTI KORUPTOR

  2. bobby says:

    carrefour bikin orang bokek, kalau gak punya duit.haha

Leave a Comment