Tarif sewa ruang ritel (mal) di Kota Jakarta masih murah dibandingkan beberapa kota di kawasan Asia, seperti Hong Kong, Tokyo (Jepang), Singapura, Beijing (Tiongkok), Taipei (Taiwan), dan bahkan New Dehli (India).
Konsultan properti CB Richard Ellis (CBRE) menempatkan tarif mal di ibukota Indonesia hanya di peringkat ke-80 dunia atau terbawah di Asia pada kuartal I-2009. “Besaran tarifnya hanya US$ 59 per kaki2/tahun atau pada kisaran US$ 635 per m2/tahun. Jika dirupiahkan hanya sekitar Rp 6,5 juta per m2/tahun,” ujar Head of Research CBRE Asia Andrew Ness dalam paparan bertema “Global Retail Overview Kuartal I-2009”, baru-baru ini.
Bandingkan dengan mal di Kota Hong Kong yang menempati peringkat pertama termahal di kawasan Asia atau kedua tingkat dunia, dengan tarif US$ 975 per kaki2/tahun atau setara Rp 107,78 juta per m2/tahun. Sedangkan Singapura menempati peringkat ke-18 termahal di dunia, dengan tarif US$ 408 per kaki2/tahun atau pada kisaran Rp 44,93 juta per m2/tahun. Selengkapnya lihat tabel “Tarif Mal di Asia pada Kuartal I-2009”.
Ness menambahkan, aktivitas sewa baru di sebagian besar pusat utama ritel di Asia umumnya melemah, karena banyak peritel pemilik brand besar menunda rencana ekspansinya. Peritel yang lain memilih aksi restrukturisasi atau menutup outlet yang tidak tidak menguntungkan. Sedangkan beberapa peritel menyiasati pasar dengan menawarkan diskon besar untuk menggenjot belanja konsumsi masyarakat.
Pasokan ruang mal baru juga diperkirakan terus bertambah di beberapa kota, seperti Singapura, Beijing, Jakarta, dan Kuala Lumpur. “Kondisi ini akan menambah tingkat kekosongan ruangan dalam beberapa waktu ke depan,” imbuh Ness.
Sementara itu, kinerja tarif sewa properti ritel di Asia memiliki performa bervariasi. Penurunan tarif terjadi di Beijing, Shanghai, Guangzhou, Tokyo, dan Singapura. Tetapi, tarif di sejumlah pasar lainnya masih relatif baik setelah mengalami koreksi signifikan pada kuartal IV-2008.
Menurut dia, melemahnya belanja konsumsi masyarakat terus berdampak negatif terhadap pasar mal di Asia. Hong Kong, Jepang, dan Singapura mengalami pertumbuhan ritel negatif selama Februari, meski Tiongkok tetap cukup kuat dengan pertumbuhan penjualan bisnis eceran 15% dibandingkan setahun sebelumnya.
London Paling Disukai
Sementara itu, ruangan mal di ibukota Inggris, London, saat ini menduduki peringkat pertama yang paling diminati para peritel internasional untuk membuka toko. Hasil survei CBRE menyimpulkan, sebanyak 60% peritel kelas dunia tertarik berbisnis dan membuka toko eceran di mal-mal Kota London.
Pada peringkat kedua dan ketiga ditempati olah Kota Paris (Prancis) dan New York (AS), dengan peminat peritel mencapai 49% dan 47%. Sementara itu, Kota Singapura hanya menempati urutan ke-11 dunia, dengan 38,27% perital menyukainya.
Mal-mal di ibukota negara-negara Eropa mendominasi dalam rangking 10 besar kota ritel terbaik internasional, dengan menempatkan tujuh kota dari 10 kota di dunia yang memiliki mal paling diincar para peritel terkemuka. “Dominasi kota-kota di Eropa sebagai tempat tujuan ritel paling populer di dunia merupakan dampak positif dari perkembangan konteks geopolitik dari kawasan tersebut,” ujar Head of Europe, Middle East, and Africa (EMEA) Cross Border Retail CBRE Peter Gold, seperti dilansir Propertywire.
Menurut Gold, keberhasilan kota-kota di Uni Eropa menjadi kota ritel utama dunia adalah sebagai salah satu contoh kisah sukses bisnis ritel lintas batas negara. Kondisi itu didukung mata uang yang satu, platform hukum, dan jaringan budaya, serta ikatan sejarah yang saling terkait. Ini membuat sistem ritel lintas batas kota di kawasan Eropa lebih menarik dan saling terhubung.
Sedangkan Kota Dubai di Uni Emirat Arab yang saat ini tengah merasakan dampak penurunan sektor real estat masih mampu menempati di peringkat keempat. Sebanyak 46% peritel global menyukai mal di kota tersebut.
Dia melanjutkan, Kota London, New York City, Dubai, dan Tokyo yang masuk di dalam 10 besar kota ritel terbaik dunia juga menjadi representasi sebagai kota ritel terbaik di kawasannya masing-masing. London mewakili sebagai kota ritel terbaik di Benua Eropa, New York mewakili Benua Amerika, Dubai mewakili kawasan Timur Tengah, dan Tokyo mewakili Benua Asia.
Kota Dubai yang menempati rangking keempat juga mengkonfirmasikan posisinya sebagai kekuatan baru dalam bisnis ritel global. Menurut laporan survei tersebut, kemunculan Dubai yang cepat sebagai salah satu pusat ritel terkemuka karena dukungan sejumlah faktor.
Pengembangan mal yang pesat di Dubai telah menciptakan jumlah pasokan ruang ritel baru yang signifikan, kawasan yang diciptakan untuk selera merek berkelas internasional, dan jaringan kemitraan waralaba yang membantu para peritel ekspansi secara efektif ke pasar ini.
Untuk kawasan Asia, selain Kota Tokyo dan Singapura, sejumlah kota juga masuk dalam rangking 15 besar dunia karena memiliki mal-mal yang berkelas internasional. Kota Hong Kong menempati peringkat ke-13 dan Beijing ke-15, dengtan masing-masing 37,86% dan 36,21% peritel menyukainya. (Investor)









