Kasus Perampokan Uang BNI Rp15Miliar, PT Certis Cisco Langgar Prosedur Pengamanan

pt certis cisco

pt certis cisco

Polda Metro Jaya menyimpulkan ada pelanggaran prosedur jasa pengamanan dna pengantara uang dan barang berharga yang dilakukan PT Certis Cisco terkait perampokan uang milik BNI senilai Rp 15 miliar. .

“Harus dua orang, enggak ada satu orang,” kata Direktur Samapta Polda Metro Jaya Kombes Daud Sihombing, di Mapolda, Kamis (16/7). Kemarin, Daud mengundang sejumlah perusahaan jasa pengamanan untuk menjelaskan sistem pengamanan dan pengawalan  uang dan barang berharga milik klien. Dalam kasus perampokan tersebut, mobil PT Certis Cisco, hanya dikawal seorang petugas polisi sjaa, yaitu Bripda Edy Purnawan.

Menurut Daud, peranan polisi hanya bertugas sebagai tenaga pendukung, bukan pengawal utama. Karenanya, perusahaan jasa pengamanan tersebut harus menyiapkan petugas pengamanan yang memadai dan layak. “Mereka perusahaan sekuriti, jadi harus menyediakan keamanan internal yang layak,” kata Daud lagi.

Hal itu juga dilontarkan Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengangkutan Uang Tunai dan Barang Berharga Indonesia (Apjatin) Alexander Lasamahu.  “Sekarang kami wajib mengajukan permohonan untuk dikawal dua orang polisi,” kata Alex.

Sejumlah perusahaan jasa pengamanan dan pengawalan diundang ke Polda Metro Jaya untuk  menjelaskan sistem pengamanan dan pengantaran uang dan barang berharga.

Dia mengakui, selama ini, setiap pengiriman uang, perusahaan saja pengantaran uang hanya mempekerjakan seorang petugas polisi. ”Bila sesuai prosedur, pengiriman memang harus dikawal dua orang polisi,” kata Alex lagi.

Anggota Apjatin sekitar 29 perusahaan, sebanyak sembilan di antaranya terdapat di Jakarta. Di antara perusahaan jasa pengantaran uang dan barang berjasa antara lain Kejar, , PT Kelola Jasa Artha (Kejar), PT Security Kas Artha, PT Nawakara, PT Sectoor Indonesia,  PT Swadarma Sarana Informatika,  PT Armord Transfer Indonesia, maupun G4S.

Sebelumnya, pada Senin (13/7) lalu, mobil milik PT Certis Cisco yaitu jenis Isuzu Panther bernomor polisi B 8525 KW  dirampok kawanan penjahat di jalan tol dalam kota sekitar Tanjung Duren, Jakarta Barat, yaitu sekitar pukul 17.37 WIB. Mobil itu mengangkut uang tunai dalam pecahan dolar AS senilai Rp 15 miliar. Uang itu berasal dari BNI Cabang Bandara Soekarno – Hatta yang akan disetor ke kantor pusat BNI di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.

Saat kejadian, mobil itu ditabrak dari belakang oleh mobil perampok merek Suzuki APV. Tak lama setelah kejadian itu, mobil Cisco yang dikemudikan Abdul Mubarik itu berhenti, demikian pula mobil  APV. Dalam tempo yang sangat singkat, perampok berhasil melumpuhkan polisi pengawal, yaitu Bripda Edy Purnawan yang turun dari mobil Cisco tanpa senjata.  Ade Johan, seorang satpam Cisco pun berhasil meloloskan diri.

Sedangkan mobil Isuzu Panther bersama sopirnya Abdul Mubalik disandera perampok. Tengah malam, mobil ditinggal di tepi jalan tol dekat Ancol, kini diamankan di Mapolda Metro Jaya.

Sampai sekarang, Mubalik belum juga ditemukan. Pihak keluarganya yang tinggal di rumah petak di Jalan Cilincing Lama RT 10 RW 4, Jakarta Utara juga gelisah, sejak Senin hingga kemarin belum juga pulang. Namun, polisi tak gegabah menyatakan dia terlibat perampokan.

Kemarin, tim dari Polda Metro Jaya melakukan rekonstruksi di lokasi kejadian. Polisi menggunakan mobil dari Puslabfor. Namun, rekonstruksi tersebut tidak diikuti dua saksi, yaitu Ade Johan dan Bripda Edy.

Kena Sanksi

Daud juga menjelaskan, nantinya, Bripda Edy akan dikenai sanksi, tapi tak dijelaskan apa jenis sanksinya.   “Yang jelas tidak ada pembebasan tugas. Saat ini masih diperiksa,” kata Daud lagi.

Hadi Suryanto, praktisi jasa pengamanan juga menilai, kejadian itu sebetulannya menunjukkan adanya prosedur yang dilanggar. “Yaitu, polisi keluar dari mobil tanpa senjata, kalau itu benar, harusnya tetap bawa senjata,” kata Hadi.

Menurut Direktur Operasional PT Delta Metro Guard ini, sesuai dengan protap (prosedur tetap), setiap personel yang sedang bertugas mengawal tidak diperkenankan membawa ponsel. Sedangkan, alat komunikasi yang disediakan hanyalah radio komunikasi yang ada di mobil.

Artikel Menarik Lain:

You can leave a response, or trackback from your own site.

3 Responses to “Kasus Perampokan Uang BNI Rp15Miliar, PT Certis Cisco Langgar Prosedur Pengamanan”

  1. Itok says:

    Yang jelas masih banyak kelemahannya, antara lain:
    1. SOP pengawalan dalam mobil menggunakan senapan laras panjang jelas kurang mumpuni. Bayangkan dalam kabin yang sempit, pengawal harus mampu melindungi diri sekaligus menyerang balik perampok dalam keadaan mobil melaju . Jelas pergerakannya menjadi tidak efektif. Mestinya petugas pengawal cukup dibekali dua pucuk pistol otomatis/semi otomatis bermagasin ganda. Toh jika terjadi baku tembak hanya dalam jarak dekat.
    2. Armada, perusahaan-perusahaan security di Indonesia nyaris selalu mengandalkan Isuzu Panther. Padahal kita tahu, mobil-mobil bermesin diesel tidaklah seresponsif mesin petrol (ber BBM bensin). Saya tidak tahu pasti modif macam apa yang dilakukan terhadap mobil-mobil pembawa uang itu, tapi dalam kondisi standar, sepertinya akan lebih pas kalau menggunakan mobil bermesin petrol (misalnya: Kijang).
    3. Driver, posisi yang satu ini sering dipandang sebelah mata. Bisa jadi ini juga terjadi di perusahaan2 security. Jika benar, berarti mereka melakukan sebuah kesalahan fatal. Pengemudi ‘armored car’ yang bertugas membawa barang-barang berharga, mestinya tidak sekadar sopir. Tetapi mereka harus memiliki tingkat kecerdasan tertentu. Mereka juga harus memiliki driving skill di atas rata-rata. Nggak cuma bisa ngebut, tapi harus bisa memfungsikan mobil sekaligus sebagai senjata untuk menghabisi lawan.
    Mestinya perusahaan security jangan cuma mengejar untung besar doang, tapi juga harus memikirkan kesempurnaan layanan. Sediakan armada yang berkualitas, sediakan peralatan yang memadai dan bekali personelnya dengan skill yang cukup.
    Pernah lihat film transporter? nah mestinya kualitas driver perusahaan security ya kayak gitu……….

  2. aNDI says:

    DALAM HAL INI KITA SEMUA HARUS MENYADARI BAHWA REJEKI SUDAH,MAKA BERSUKUR DENGAN DI BERIKANYA KESEHATAN DAN PEKERJAAN.

  3. Ir.H.Roni Junaidi, MBA, MM, MSi. says:

    1. SOP PERLU DIPERHATIKAN, LAKUKAN SOP IMPROVEMENT (PDCA) MELALUI TASK FORCE BRAINSTORMING (BOTTOM – UP)
    2.PERBAIKI SISTEM TURJAWALI
    3.TINGKATKAN KEMAMPUAN LIDIKPAMGAL ( intelijen security perusahaan )
    4. TERAPKAN IN HOUSE TRAINING, REFRESHING DAN SIMULASI KERJA SAMA DENGAN KAPOLSEK, KAPOLRES DAN KAPOLDA SETEMPAT ( POLMAS / COMMUNITY POLICING )
    5.WAJIB MEMILIKI SERTIFIKAT DIKLAT GADA PRATAMA ( SELURUH ANGGOTA ), GADA MADYA ( SELURUH DANRU & WADANRU), GADA UTAMA ( CHIEF SECURITY, DEPUTY CS, COMMUNITY DEV.OFFICER, SECURITY FACILITY MANAGER, SECURITY PROJECT MANAGER DAN SECURITY MANAGER)

Leave a Reply