Luar Biasa, Omzet Tempe per Tahun Capai Rp 15 Triliun

Jangan pernah memandang tempe dengan sebelah mata. Pasalnya, makanan yang kebanyakan dibuat oleh industri rumahan ini ternyata memiliki omzet tahunan yang mencengangkan. Sebagai bukti, saban tahun, nilai omzet tempe nasional mencapai Rp 15 triliun.

Jangan Pandang Tempe Sebelah Mata

Jangan Pandang Tempe Sebelah Mata

Omzet sebesar itu sesungguhnya hanya mengandalkan pasar lokal dengan penyebaran di pasar tradisional dan pasar swalayan. Pemasaran tempe dan tahu masih mendominasi pasar tradisional karena tidak tahan lama. Sehingga, dalam pemasarannya, perajin memilih untuk menjualnya secara langsung ke konsumen. Sedangkan di pasar swalayan, agar produk tersebut tahan lama dimasukkan ke lemari pendingin.

“Kami akan terus mencari terobosan agar produk tempe bisa masuk pasar internasional,” ujar Ketua Umum Induk Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Inkopti) Sutaryo, di sela-sela simposium jagung kedelai di Gedung Kadin, Rabu (29/7).

Untuk memperbesar pasar, Inkopti akan membidik beberapa pasar potensial yang memiliki karakter masyarakat sama seperti Indonesia, seperti Malaysia, Brunei, Thailand, Filipina dan lain-lain. Inkopti akan terus mendorong perajinnya untuk memberikan dorongan kepada pelaku perajin tempe dan tahu dalam memproduksi dengan cara yang lebih inovatif dan berkualitas agar bisa bertahan lama. “Kami juga butuh bantuan dari perbankan untuk permodalan bagi perajin,” ujarnya.

Dari catatan Inkopti, saat ini setidaknya ada 115.000 perajin tahu dan tempe di Indonesia. Sekitar 40.000 di antaranya merupakan anggota Inkopti yang terdiri dari berbagai wilayah Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, Lampung, Palembang, Sumatera Utara, Kalimantan Timur dan Bali. (kontan)

Artikel Menarik Lainnya:

Aturan Trading Term Terbuka untuk Revisi @ Mesin Kasir
Bisnis Restoran Segmen Khusus Tetap Tumbuh @ Mesin Kasir
Rentetan Serangan Bom Teroris Di Indonesia 2000-2009
Sistem Antrian Pada Transaksi Penjualan

9 Comments

  1. bodrox says:

    sayang kedelainya impor :)

  2. bocahbancar says:

    Woww…..Itu kerennnnnn

  3. Ferdian Adi says:

    Menyambung bodrox, bagaimana dengan peningkatan kualitas dan kuantitas petani kedelai lokal ya? Dengan omzet sedemikian besar, seharusnya apabila total menggunakan hasil kedelai lokal bisa meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.

  4. 4sudut says:

    Penjualan tempe secara nasional berapa ya perharinya…..

  5. mubaraklee says:

    ya, sangat luar biasa kalau indonesia bisa mengembangkan metode budidaya TT (tahu tempe) agar dapat bertahan lama. LANJUTKAN! tukeran info-info ya di link saya http://syamlee.wordpress.com

  6. Farida says:

    Saya berminat bisnis ini, bagaimana caranya?

Leave a Comment