Indek Keyakinan Konsumen (IKK) Juli 2009 sebesar 115,4 atau meningkat 6,3 poin dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan IKK dipicu oleh Kesuksesan pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres) 8 Juli lalu.

Pilpres dianggap sukses sehingga kepercayaan konsumen meningkat
Demikian hasil Survei Konsumen Juli 2009 yang dilansir Investor Daily dari situs resmi Bank Indonesia (BI), di Jakarta, Selasa (4/8).
Survei konsumen merupakan survei bulanan yang dilaksanakan mulai Oktober 1999. Sejak Januari 2007, survei dilaksanakan terhadap kurang lebih 4.600 rumah tangga sebagai responden (stratified random sampling ) di 18 kota.
Menurut Survei BI, IKK meningkat seiring persepsi konsumen yang semakin baik terhadap perkembangan konsumsi nasional memasuki semester II-2009. Responden berpendapat bahwa kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi enam bulan mendatang terus meningkat sehingga mampu mengangkat Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Ekonomi (IEK) masing-masing sebesar 4,1 poin dan 8,6 poin, bila dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya.
Secara tahunan, IKK juga meningkat cukup signifikan sebesar 33,3 poin. Peningkatan IKK tahunan didorong oleh kenaikan persepsi responden terhadap kondisi ekonomi saat ini sebesar 25,7 poin dan kenaikan ekspektasi konsumen enam bulan ke depan sebesar 41 poin.
Sementara itu, komponen IKK yang merefleksikan kondisi ekonomi terkini yakni IKE, menunjukkan rasa pesimisme responden yang semakin berkurang. IKE Juli meningkat 4,1 poin menjadi 98,6. Kondisi yang semakin baik dipicu oleh pendapat responden yang menyatakan bahwa ketersediaan lapangan kerja saat ini lebih baik dibandingkan enam bulan lalu, ditunjukkan dengan kenaikan indeks sebesar 1,3 poin.
Faktor utama yang mendorong kenaikan indeks tersebut menurut responden adalah kondisi ekonomi yang semakin baik (32,43% responden) dan meningkatnya kegiatan/proyek pemerintah dan asing (24,28% responden). Kenaikan indeks ketersediaan lapangan kerja pada akhirnya juga turut memengaruhi kenaikan penghasilan masyarakat yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks penghasilan saat ini sebesar 5,3 poin.
Beberapa perbaikan tersebut mendorong semakin meningkatnya keyakinan responden bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan pembelian barang tahan lama sebagaimana hasil survei mencatat kenaikan indeks.
Sementara itu, komponen IKK yang menunjukkan ekspektasi ke depan (Indeks Ekspektasi Ekonomi/IEK), juga menunjukkan responden semakin optimistis terhadap kondisi perekonomian enam bulan ke depan. IEK meningkat 8,4 poin lebih tinggi dari survei bulan sebelumnya.
Ekspektasi terhadap kondisi ekonomi yang semakin baik itu turut mendorong indeks ekspektasi ketersediaan lapangan kerja dan indeks ekspektasi penghasilan untuk enam bulan mendatang pada level lebih tinggi masing-masing sebesar 9,9 poin dan 7,7 poin dari bulan sebelumnya.
”Membaiknya ekspektasi responden yang terukur pada kenaikan ketiga indeks tersebut telah menarik IEK 8,6 poin hingga mencapai level 132,3,” tulis BI. (raj)Investor
Indek Keyakinan Konsumen (IKK) Juli 2009 sebesar 115,4 atau meningkat 6,3 poin dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan IKK dipicu oleh Kesuksesan pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres) 8 Juli lalu.
Demikian hasil Survei Konsumen Juli 2009 yang dilansir Investor Daily dari situs resmi Bank Indonesia (BI), di Jakarta, Selasa (4/8).
Survei konsumen merupakan survei bulanan yang dilaksanakan mulai Oktober 1999. Sejak Januari 2007, survei dilaksanakan terhadap kurang lebih 4.600 rumah tangga sebagai responden (stratified random sampling ) di 18 kota.
Menurut Survei BI, IKK meningkat seiring persepsi konsumen yang semakin baik terhadap perkembangan konsumsi nasional memasuki semester II-2009. Responden berpendapat bahwa kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi enam bulan mendatang terus meningkat sehingga mampu mengangkat Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Ekonomi (IEK) masing-masing sebesar 4,1 poin dan 8,6 poin, bila dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya.
Secara tahunan, IKK juga meningkat cukup signifikan sebesar 33,3 poin. Peningkatan IKK tahunan didorong oleh kenaikan persepsi responden terhadap kondisi ekonomi saat ini sebesar 25,7 poin dan kenaikan ekspektasi konsumen enam bulan ke depan sebesar 41 poin.
Sementara itu, komponen IKK yang merefleksikan kondisi ekonomi terkini yakni IKE, menunjukkan rasa pesimisme responden yang semakin berkurang. IKE Juli meningkat 4,1 poin menjadi 98,6. Kondisi yang semakin baik dipicu oleh pendapat responden yang menyatakan bahwa ketersediaan lapangan kerja saat ini lebih baik dibandingkan enam bulan lalu, ditunjukkan dengan kenaikan indeks sebesar 1,3 poin.
Faktor utama yang mendorong kenaikan indeks tersebut menurut responden adalah kondisi ekonomi yang semakin baik (32,43% responden) dan meningkatnya kegiatan/proyek pemerintah dan asing (24,28% responden). Kenaikan indeks ketersediaan lapangan kerja pada akhirnya juga turut memengaruhi kenaikan penghasilan masyarakat yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks penghasilan saat ini sebesar 5,3 poin.
Beberapa perbaikan tersebut mendorong semakin meningkatnya keyakinan responden bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan pembelian barang tahan lama sebagaimana hasil survei mencatat kenaikan indeks.
Sementara itu, komponen IKK yang menunjukkan ekspektasi ke depan (Indeks Ekspektasi Ekonomi/IEK), juga menunjukkan responden semakin optimistis terhadap kondisi perekonomian enam bulan ke depan. IEK meningkat 8,4 poin lebih tinggi dari survei bulan sebelumnya.
Ekspektasi terhadap kondisi ekonomi yang semakin baik itu turut mendorong indeks ekspektasi ketersediaan lapangan kerja dan indeks ekspektasi penghasilan untuk enam bulan mendatang pada level lebih tinggi masing-masing sebesar 9,9 poin dan 7,7 poin dari bulan sebelumnya.
”Membaiknya ekspektasi responden yang terukur pada kenaikan ketiga indeks tersebut telah menarik IEK 8,6 poin hingga mencapai level 132,3,” tulis BI. (raj)
Artikel Menarik Lain: