Antara Muhammadiyah, UKM dan Bisnis Mini Market

PP Muhammadiyah bakal mendirikan minimarket di seluruh wilayah Indonesia. Upaya ini untuk memberikan bantuan penyaluran hasil produksi dari usaha jama’ah Muhammadiyah, yang sebagian besar masih berkategori usaha kecil menengah (UKM).

Diharapkan hasil karya UKM ini mampu ditampung di Mini Market Muhammadiyah

Diharapkan hasil karya UKM ini mampu ditampung di Mini Market Muhammadiyah

Ketua Majelis Ekonomi PP Muhammadiyah DR Anwar Abbas mengatakan, saat ini kebanyakan minimarket yang ada enggan menerima hasil produksi UKM, terutama yang dihasilkan oleh jama’ah Muhammadiyah. Akibatnya, banyak hasil produksi mereka kesulitan menemukan pasar yang tepat.

“Kondisi ini harus dicarikan solusi yang tepat di antaranya dengan membuka minimarket sendiri,” kata Anwar, dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah di Surabaya.

Anwar berharap, tahun ini rencana pendirian minimarket itu sudah bisa dibahas secara teknis dan dilanjutkan untuk proses penentuan lokasinya. Nantinya, tepat pada seabad Muhammadiyah pada 2012, setidaknya ada supermarket khusus menjual produk hasil usaha Jama’ah Muhammadiyah di Indonesia.

“Mudah-mudahan pemikiran dan rencana pengembangan ekonomi bagi masyarakat Muhammdiyah bisa terealisasi. Apalagi sumber daya manusia sangat mencukupi, jika harus mendirikan minimarket atau supermarket,” tukas Anwar, yang belum bisa menyebut nilai investasi yang dibutuhkan.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menambahkan, bukan hanya ingin membantu pemasaran produk usaha, PP Muhammadiyah juga berupaya mendorong perkembangan usaha UMKM. Terutama permodalan melalui lembaga keuangan mikro (LKM) di tingkat lokal.

Pasalnya, kebutuhan modal usaha bagi UMKM sangat diperlukan dan untuk meminimalisir gerakan praktek rentenir yang keberadaannya diharamkan oleh agama. “Praktek lebih banyak merugikan daripada menguntungkan. Kasihan UMKM yang menjadi korban karena mereka harus membayar bunga pinjaman sangat tinggi,” kata Din.

Muhammadiyah telah membentuk Baitul Tamwil Muhammadiyah (BMT) atau sejenis LKM yang dapat dimaksimalkan perannya untuk membantu UMKM. Sekarang ini, perekonomian Syariah juga semakin berkembang pesat, sehingga dapat digunakan sebagai antitesis dari perekonomian pasar. (Surya Online)

Artikel Menarik Lain:

You can leave a response, or trackback from your own site.

No Responses to “Antara Muhammadiyah, UKM dan Bisnis Mini Market”

  1. rauff risharasakti says:

    Info bagus. Aku dukung program ini.

  2. Galeriukm says:

    Ide yang menarik, semoga pengusaha2 kecil dapat terangkat kehidupannya

  3. pupy says:

    kira kira mopdal awalnya berapa ya…

Leave a Reply