Penjualan sektor ritel seperti mal dan pusat perbelanjaan mendapat berkah yang luar biasa di bulan Ramadan. Dua minggu di awal puasa, kenaikan omzet penjualan hanya mencapai 20 persen. Namun di minggu-minggu terakhir omzetnya meningkat sampai 300 persen.

Omset Ritel Melonjak Drastis Jelang Lebaran

Omset Ritel Melonjak Drastis Jelang Lebaran

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Ritel, Handaka Santosa, mengatakan, animo pengunjung pusat perbelanjaan saat ini sudah mulai meningkat, dibandingkan beberapa hari pasca-tragedi bom di Mega Kuningan. Saat bom terjadi, omzet mal sempat menurun. “Sekarang pengunjung kembali normal, begitu pula dengan aktivitas belanja,” ujarnya.

Dari segi penjualan, dia mengaku Lebaran tahun ini masih seperti tahun-tahun sebelumnya. Seperti diperkirakan sebelumnya, di dua minggu pertama omzet belum meningkat drastis karena tunjuangan hari raya (THR) masyarakat belum turun. “Di dua minggu pertama kenaikannya hanya 20 persen dibanding penjualan di bulan biasa,” tegasnya.

Namun menjelang pertengahan puasa peningkatan mulai terasa drastis. Terutama saat para karyawan dan pekerja mendapatkan dana THR dari tempatnya bekerja. Hingga saat ini dari pantauan di beberapa mal, kenaikan penjualan sangat terasa signifikan di minggu terakhir menjelang Hari Raya Idul Fitri. “Seperti biasa, kenaikan hingga 3 kali lipat dibanding bulan biasa,” kata dia.

Menurut Handaka, berdasar pantauan di lapangan barang yang ramai dibeli adalah pakaian. Sebab banyak masyarakat yang masih menganggap Hari Raya tidak lengkap tanpa baju baru. Selain itu juga yang berbentuk produk pangan, mulai dari kebutuhan pokok hingga makanan ringan untuk sajian pada saat Hari Raya Idul Fitri. “Paling banyak memang pakaian jadi (garmen) dan panganan,” ujarnya.

Namun dia mengungkapkan, saat ini pembelian mendekati Hari Raya Idul Fitri juga sudah mulai merambah barang mewah seperti elektronik. Produk elektronik biasanya dibeli sebagai kado bagi keluarga. Untuk menyambut suasana ini, banyak mal yang buka sampai malam. “Seperti Senayan City yang membuka midnight shopping sampai bikin macet.”

Mengenai pemberian diskon, dia menjamin bahwa harga yang ditawarkan itu benar-benar lebih murah dibanding biasanya. Hal itu bisa terjadi kaena pihak mal bekerjasama dengan suplaier. Pihak pemasok memberikan diskon yang besar bagi mal. “Kalau 10 tahun lalu mungkin memang harga dinaikkan dulu baru didiskon. Kalau sekarang kita memang dapat harga murah dari supleir,” ungkapnya.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan mengatakan sepanjang bulan puasa ini yang sudah memasuki minggu keempat penjualan di beberapa ritel mal mengalami lonjakan tajam.

“Menurut laporan dari department store, ada peningkatan sales mencapai 340 persen. Ini kan sudah terjadi peningkatan 3,4 kali lipat dari biasanya.” (wir/kim-JPNN)