Rencana pemerintah melalui Departemen Perdagangan melakukan stimulus di pasar tradisonal di pastikan gagal. Ini lantaran dari program yang direncanakan pemerintah hingga akhir September 2009 hanya terealisasi di bawah sepuluh persen.
Padahal, dana stimulus pembangunan pasar tradisional yang disiapkan senilai total Rp215 miliar, namun hanya terserap mencapai Rp20,21 miliar atau sekitar 9,4 persen.
Hal ini diakui Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perdagangan RI Subagyo saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Senin (28/9).
“Sebanyak 23 kabupaten/ kota di 11 provinsi sudah mendapatkan dana stimulus pembangunan pasar tersebut. Menurut data yang kami terima, ada sekitar 15 daerah di Indonesia yang saat ini sedang melakukan pembangunan fisik, empat daerah yang baru menetapkan pemenang tender, serta empat lainnya masih dalam proses lelang,” ungkap Subagyo.
Subagyo menyebutkan, secara fisik daerah yang sedang membangun realisasi terendahnya sekitar 20 persen, sedangkan realisasi yang tertinggi sekitar 60 persen, yakni di Pulau Buru, Maluku.
“Kami mengharapkan agar proses pembangunan tersebut dapat selesai paling lambat sebelum akhir tahun ini,” papar Subagyo yang juga mengatakan bahwa rendahnya realisasi penyerapan dana stimulus tersebut diakibatkan terlambatnya penyaluran dana tersebut. “Program disahkan 4 Mei 2009, dan DIPA diserahkan pada 27 Mei 2009,” lanjut dia.
Sementara itu, Sekjen Departemen Perdagangan Ardiansyah Parman turut menambahkan, sebenarnya pemerintah telah membuat surat edaran mengenai pelaksanaan tender proyek pada akhir 2008 untuk mempercepat proses realisasinya.
Namun ternyata kondisinya berbeda. Pasalnya, pemerintah daerah belum bisa melaksanakan tender sesuai pedoman itu karena dokumennya sendiri belum disiapkan (JPNN)




September 29th, 2009
mesin kasir 
Posted in Uncategorized
Tags: 