Menteri Koordinator Perekonomian yang baru diumumkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Hatta Rajasa menegaskan komitmennya untuk memastikan sektor riil bergerak dalam lima tahun mendatang, 2009-2014. Komitmen itu dikemukakan Hatta Rajasa di kantor lamanya, Gedung Sekretaris Negara Jakarta, Rabu malam, saat ditanya mengenai komitmennya sebagai kandidat kuat Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Bersatu II.

Hatta, selain dikenal sebagai tim sukses SBY, juga memiliki kedekatan secara pribadi. Mudah-mudahan janjinya untuk memajukan sektor riil bukan sekedar retorika saja
“Tugas menko itu melakukan koordinasi baik Undang-Undang dan sinkronisasi di bidang ekonomi karena lima tahun ini harus dipastikan betul sektor riil bergerak, sektor makro sudah baik. Memastikan harmonisasi koordinasi itu fungsi yang sangat penting,” katanya. Hatta mengatakan harus dipastikan pula pertumbuhan ekonomi berkualitas dan mendukung tumbuhnya lapangan kerja baru yang mampu menekan kemiskinan.
Dia juga menyoroti sejumlah hambatan yang masih menjadi kendala dalam mencapai target-target pertumbuhan ekonomi, misal masalah infrastruktur. “Jangan sampai hambatan infrastruktur menghambat arus barang,” katanya.
Selain masalah pertumbuhan ekonomi, lanjutnya, sejumlah hal lain yang menjadi fokus pemerintahan Presiden Yudhoyono adalah pangan, energi, revitalisasi industri, transportasi serta upaya mendorong sektor UKM dan jasa.
Ia juga berjanji untuk menarik investor, merencanakan insentif bagi daerah terpencil dan melakukan reformasi di bidang migas. “Harus ada reformasi di bidang migas, …masyarakat kita harus menerima cukup energi secara berkesinambungan dan berkeadilan, …diversifikasi energi tidak boleh ditunda,” ujar pria kelahiran Palembang 18 Desember 1953 itu.
Alumnus Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB) itu tampak meyakini kiprahnya selama ini di pemerintahan cukup untuk membekalinya bergelut di bidang perekonomian.
Sebelum menjadi Menko Perekonomian, Hatta Radjasa menempati posisi sebagai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sejak Mei 2007. Hatta juga pernah menempati posisi sebagai Menteri Perhubungan dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) sejak tahun 2004 hingga 2007. Pada Kabinet Gotong Royong, Hatta menempati posisi sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) sejak 2001 hingga 2004. (Antara)







0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.