Obama Serukan Untuk Fokus Bantu dan Perhatikan UKM
Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menyatakan, sangat banyak usaha kecil dan menengah (UKM) di AS yang masih harus berjuang untuk mendapat kredit guna membiayai operasional mereka. Padahal, UKM merupakan ‘mesin’ pengerak perekonomian Negeri Paman Sam itu.
Dalam pidato mingguannya yang disiarkan melalui jaringan radio dan Internet, Obama menegaskan, bank-bank nasional, yang mendapat dukungan pendanaan (bailout) dari pembayar pajak di saat krisis ekonomi, sekarang perlu ‘berdiri di pihak kredit UKM’.
“Sudah saatnya bagi bank-bank tersebut untuk memenuhi tanggung-jawab mereka guna membantu memastikan pemulihan ekonomi yang lebih luas. Kami akan mengambil setiap langkah yang tepat untuk mendorong mereka dalam memenuhi tanggung jawab,” ujar Obama, Sabtu (24/10), di Washington.
Obama minggu lalu mengumumkan sejumlah langkah untuk membuka kredit UKM, seperti suntikan modal ke bank-bank komunitas untuk memacu kredit bank bersangkutan. Obama juga meminta Kongres untuk menaikkan batas pinjaman kredit UKM (Small Business Administration/SBA) dari US$ 2 juta menjadi US$ 5 juta dan US$ 5,5 juta untuk manufaktur.
“Tujuan dari semua ini adalah untuk mendapatkan kredit di tempat yang paling dibutuhkan—bisnis yang mendukung keluarga, keberlangsungan kehidupan masyarakat, dan menciptakan pekerjaan yang memperkuat perekonomian kita,” tutur Obama.
Presiden telah merintahkan Menteri Keuangan Timothy Geithner dan pengelola SBA Karen Mills untuk mengadakan pertemuan regulator, pemimpin Kongres, perbankan, dan pengusaha untuk menemukan langkah-langkah tambahan guna meningkatkan aliran kredit ke UKM yang ingin berkembang.
Dalam pidatonya, Obama mengatakan, rencana peraturan perbaikan layanan kesehatan juga akan memungkinkan usaha kecil membeli asuransi bagi karyawan dengan cakupan yang lebih baik dan biaya lebih murah.
“Usaha kecil selalu menjadi mesin ekonomi kita–menciptakan 65% dari seluruh pekerjaan baru selama satu setengah dekade—dan mereka harus berada di garis depan pemulihan kami,” kata Obama.
Tumbuh Positif
Sejumlah ekonom memperkirakan, ekonomi AS pada kuartal III-2009 kemungkinan tumbuh positif dengan laju tercepatnya dalam dua tahun terakhir akibat paket stimulus pemerintah berhasil mengakhiri resesi terburuk sejak 1930. Rata-rata perkiraan dari survei terhadap 65 ekonom oleh Bloomberg News, kekuatan ekonomi terbesar di dunia ini tumbuh 3,2% pada periode Juli-September lalu setelah berkontraksi pada kuartal IV-2009.
“Akan terjadi pemulihan ke tingkat layak, tapi mulai secara tidak spektakuler,” kata Joe Brusuelas, direktur di Moody’s Economy.com di West Chester, Pennsylvania. Laporan lain kemungkinan akan menunjukkan peningkatan penjualan rumah baru dan pemesanan terhadap barang-barang tahan lama.
Departemen Perdagangan AS akan mengumumkan laporan produk domestik bruto (PDB) AS pada 29 Oktober mendatang. Dalam empat kuartal secara berturut-turut hingga kuartal II-2009, ekonomi AS terus berkontraksi dan itu merupakan penurunan terlama sejak laporan ekonomi kuartalan dilakukan pada 1947. Perekonomian AS menyusut 3,8% dalam 12 bulan hingga Juni lalu, kinerja terburuk dalam tujuh dekade terakhir. (Investor)


Obama saja berani menyerukan untuk memperhatiken UKM, harusnya Indonesia lebih berani no ya mas?