Peritel Amerika Ramalkan Belanja Konsumen Masih Lesu

Ramalan penjualan ritel di Amerika Serikat (AS) masih beragam. Kendati para pebisnis sudah mulai optimistis, namun angka survei menunjukkan hasil sebaliknya. Survei yang digelar Federasi Pengusaha Ritel AS atau National Retail Federation (NRF) memperlihatkan, nilai belanja warga Uwak Sam selama libur Natal dan Tahun Baru 2010 akan lebih kecil 3,2% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Ritel Amerika, masih terkena dampak krisis keuangan global

Ritel Amerika, masih terkena dampak krisis keuangan global

Sekadar catatan, NRF memilih 8.431 orang dewasa yang tersebar di seluruh negara bagian AS sebagai responden. NRF memprediksi, belanja barang di akhir tahun ini rata-rata US$ 682,74 per warga AS. Bandingkan dengan hasil survei nilai belanja pada libur akhir 2008, yang rata-rata US$ 705,01 per orang.

 

Yang patut dicermati, nilai belanja sebesar itu sudah menghitung belanja diskon. Sebanyak 43% responden survei menyatakan hanya akan membeli barang yang mengalami pemotongan harga. Dan 70% responden memilih berbelanja di toko-toko yang menawarkan harga diskon.

Survei tersebut juga mencatat, responden akan memotong anggaran belanja libur akhir tahun bagi anggota keluarga sebesar 2%. Sedangkan pengeluaran untuk belanja barang bagi teman terdekat dan rekan kerja turun masing-masing sebesar 17% dan 15%.

Peritel Optimis

NRF memprediksi, angka penjualan nasional Amerika selama dua bulan terakhir tahun ini, November-Desember 2009, bakal turun 1% menjadi US$ 437,6 miliar jika dibandingkan dengan tahun lalu. Memang, penurunan nilai penjualan nasional itu tidak separah penurunan yang terjadi di tahun lalu. Tahun lalu, penurunan angka penjualan mencapai 3,4% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya atau tahun 2007.

Penurunan penjualan di 2008 merupakan penurunan terburuk sejak NRF menggelar survei pertama di tahun 1995. Survei NRF ini bertolak belakang dengan optimisme para pebisnis. Korporasi di AS optimistis, penjualan akan berlari kencang di akhir tahun nanti. Perusahaan yang yakin penjualan naik, salah satunya adalah Intel Corporation. Produsen chip komputer ini meramal penjualannya di kuartal terakhir bakal melaju kencang, hingga target penjualan tahun ini sebesar US$ 10,5 miliar bisa tercapai.

Beberapa peritel juga bersiap menggelar promo besar-besaran di akhir tahun nanti. Contohnya adalah jaringan ritel elektronik Hhgregg Inc. yang akan meningkatkan stok televisi LCD, kamera digital, dan juga GPS di 118 jaringan toko milik mereka. (kontan)

Artikel Menarik Lain:

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

No Responses to “Peritel Amerika Ramalkan Belanja Konsumen Masih Lesu”

  1. ochienjerman says:

    sistem ekonomi kerakyatan akan lebihbagu dibanding ekonomi kapitalis. Ekonomi kerakytan akna mengantisipsi hal krisi yang terjadi dala masyarakat. Konsumen akan memounyaidaya beli yag bagus jika sistem ekonomi yang diterapkan memihak konsumen. jika ketersediaan uang adamaka konsumen akan cederung membelanjakan uangnya.

Leave a Reply