Okupansi Mall Hampir Menembus 100 % Di Beberapa Mall

Walaupun ruang mal terus bertambah, tingkat hunian sejumlah mal tetap sangat tinggi, bahkan hampir penuh.

Sebut saja misalnya tingkat okupansi di Mal Kelapa Gading (MKG) yang dikelola PT Summarecon Agung Tbk. Saat ini, tingkat okupansi di mal ini mencapai 99%. Tentu, di tengah-tengah terjangan krisis ekonomi global yang menggerus daya beli masyarakat, kondisi ini membuat pengelola MKG senang. (sumber : Kontan Online)

Mall Kelapa Gading

Mall Kelapa Gading

Bahkan, menurut Cut Meutia, General Manager Corporate Communication Summarecon, jumlah pengunjung MKG juga tetap sangat tinggi. “Traffic pengunjung per hari mencapai 80.000-100.000 orang atau sekitar 2,5 juta-3 juta orang per bulan,” ujar Meutia kepada KONTAN.

Kinerja ciamik ini tidak lepas dari berbagai upaya yang dilakukan Summarecon dalam mengelola mal di kawasan hunian seperti MKG dan Summarecon Mal Serpong (SMS). Salah satunya, mereka selalu menerapkan konsep yang bisa mendekatkan diri dengan penduduk setempat. Menurut Meutia, pendekatan seperti ini ternyata cukup jitu untuk mempertahankan jumlah pengunjung maupun penyewa ruang mal.

Dalam konsep ini, MKG berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari para pengunjung. Sementara, untuk menarik pengunjung, MKG menggunakan konsep food, fashion, and entertainment. “Untuk makanan kita berada di posisi teratas. Kita punya food court seluas 6.000 meter persegi. Terus ada food market bernuansa peranakan,” lanjut Cut.

Fasilitas andalan lainnya adalah paduan sentra makanan dan hiburan yang terletak berdampingan dengan mal yang berdiri tahun 1990 itu, yakni Gading Food City dan La Piazza. “Untuk fashion, MKG memiliki The Cat Walk yang mengumpulkan desainer lokal ternama,” jelasnya.

Handaka Santosa, Chief Executive Officer PT Manggala Gelora Perkasa yang menjadi pengelola mal Senayan City pun menyatakan, tingkat okupansi di mal kelas premium yang terletak di kawasan segitiga emas Jakarta itu tetap stabil sampai saat ini. “Kalau okupansi toko mencapai 97%. Hanya tersisa satu sampau dua toko yang kosong. Ini sudah bertahan sejak satu setengah tahun yang lalu,” ungkap Handaka kemarin (30/11).

Handaka juga memprediksi, tingkat arus pengunjung yang datang ke Senayan City tahun ini akan naik 15% dibanding angka pada tahun 2008. “Di 2008 itu sekitar 1,5 juta-2 juta orang,” terang dia.

Handaka menilai, selain pelayanan dan fasilitas yang lengkap, letak Senayan City yang berada di area bebas 3 in 1 menarik pengunjung. “Kami juga punya business lounge,” tandasnya.

Artikel Menarik Lainnya:

The Largest 100, Para Pencetak Omset Terbesar @ mesin kasir
Wali: PP Waralaba ciptakan monopoli @ Mesin Kasir
Pertumbuhan Ritel Indonesia Kehilangan Arah Tujuan
Jalan Sukses "Syeh Puji" Mulai Dari Kernet dan Kuli Bangunan

Leave a Comment