
Pusat Perbelanjaan
Krisis rupanya tidak terlalu mempengaruhi pasar properti pusat perbelanjaan di Jakarta. Buktinya, tingkat hunian berbagai pusat perbelanjaan sepanjang kuartal II-2009 masih meningkat, lebih baik ketimbang sektor properti lainnya.
Riset perusahaan penyedia jasa properti Cushman & Wakefield Indonesia menunjukkan, dalam kurun waktu tersebut, rasio tingkat hunian rata-rata di pusat perbelanjaan Jakarta mencapai 77,9%, naik 1% dari kuartal I-2009. Alhasil ruang kosong yang tersisa tinggal 706.800 meter persegi (m2).
Rinciannya, di pusat perbelanjaan sewa, tingkat hunian naik 0,9% dari kuartal sebelumnya menjadi 84%. Sementara tingkat hunian di pusat perbelanjaan strata title meningkat menjadi 62%. Angka itu sudah memasukkan pusat perbelanjaan baru.
Pertumbuhan itu ditopang tingkat konsumsi masyarakat Indonesia yang masih cukup bagus meski krisis. “Pertumbuhan itu lebih dikarenakan masih tingginya permintaan dan membaiknya daya beli,” jelas Associate Director Cushman & Wakefield Indonesia Arief Rahardjo, kemarin.
Selain itu, krisis yang menurunkan tingkat permintaan barang ekspor dari Indonesia, membuat beberapa eksportir memilih memasarkan barangnya di Indonesia. Mereka lantas membuka gerai di pusat perbelanjaan.
Stefanus Ridwan, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) juga melihat, pusat perbelanjaan tetap tumbuh di tengah krisis. Menurut hitungannya, rata-rata pertumbuhan tingkat hunian pusat perbelanjaan malah mencapai 5%-10%. “Malah yang agresif bisa naik sampai 30%,” terangnya.
Ridwan mengakui masih ada pusat perbelanjaan yang sepi. Menurutnya, hal itu terjadi karena pengelola tidak punya kreativitas untuk meningkatkan nilai jual pusat perbelanjaan mereka.
Investor bertambah
Yang menarik, Cushman & Wakefield mencatat, hampir 90% pertumbuhan tingkat hunian di pusat perbelanjaan didorong pembukaan gerai makanan dan minuman (food & beverages).
Selain itu, banyak toko elektronik skala besar yang membuka gerai di pusat perbelanjaan yang baru selesai dibangun atau direnovasi. Beberapa peritel besar juga menambah jumlah gerainya di pusat perbelanjaan besar.
Arief meramal, tahun depan properti pusat perbelanjaan masih akan terus tumbuh. “Umumnya para investor akan lebih melihat stabilitas situasi politik dan ekonomi. Jika bagus mereka masuk,” jelasnya.
Selain itu, menurut Arief, beberapa perusahaan asing sudah menyatakan niatnya membuka gerai di Indonesia. Sebagian besar perusahaan food & beverages. Tapi Arief belum mau membocorkan nama-nama perusahaan itu.
Direktur Eksekutif Cushman & Wakefield Lini Djafar juga bilang, investor asing menganggap Indonesia sebagai pasar yang bagus. Ia juga yakin, properti pusat perbelanjaan masih akan tumbuh di semester II-2009. (sumber : kontan online)




December 1st, 2009
cahayadhien
Posted in Uncategorized
Tags: 