PT Unilever Indonesia Tbk mengandeng Hypermart mengkampanyekan program kepedulian menjaga lingkungan dengan meluncurkan program penggunaan tas Trashion di 18 outlet Hypermart di Jabodetabek untuk mengurangi penggunaan plastik saat belanja

“Saya menyambut baik inisiatif Unilever dan Hypermart, teruslah menjadi pelopor dan model bagi perusahaan barang konsumen dan retailer lainnya,” kata Meneg Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta saat peluncuran program tersebut di Hypermart Karawaci.

Menurut dia, inisiatif ini sangat baik dan merupakan bentuk tanggungjawab sosial perusahaan sejalan dengan UU 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah yang mewajibkan pelaku usaha untuk bertanggungjawab dalam mengelola sampah yang berasal dari produk dan/atau kemasan yang dibuat.

Tas Trashion

Tas Trashion

“Program kerja sama Unilever dengan Hypermart ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mengedukasi masyarakat untuk turut ambil bagian dalam upaya melestarikan lingkungan melalui penggunaan produk daur ulang di dalam aktivitas mereka sehari-hari,” kata Direktur Customer Development PT Unilever Indonesia Tbk Okti Damayanti kemarin.

Tujuan program itu untuk menginspirasi masyarakat menggunakan produk itu sebagai alternatif tas belanja dan salah satu inisiatif dalam mengurangi dampak kemasan plastik.��

“Program bersama dengan Unilever ini juga merupakan wujud kepedulian Hypermart untuk membantu dan memberikan dukungan konkrit terhadap pengembangan kegiatan UKM, karena melalui kegiatan UKM ini mampu mengerakkan perekonomian masyarakat,” kata Direktur Merchandising dan Marketing Matahari Food Business PT Matahari Putra Prima Meshvara Kanjaya.

Tas yang tersedia dalam 3 ukuran itu dijual dengan kisaran harga Rp15.000-Rp27.000. Data terakhir Dinas Kebersihan DKI Jakarta, menunjukkan jumlah sampah Jakarta sampai saat ini sekitar 27.966 M3 per hari, atau 116 juta ton per tahun, dan 80%-nya dihasilkan dari sampah rumah tangga yang kebanyakan berupa sampah plastik.

Trashion lahir dari program Green and Clean yang diinisiasi oleh PT Unilever Indonesia, Tbk bersama para mitranya yang saat ini telah terbentuk 53 sentra yang tersebar di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta dan Makassar, dan melibatkan sekitar 500 ibu rumah tangga yang tergabung dalam Komunitas Ibu Bersinar Sunlight. Di Jakarta telah lahir 10 sentra UKM yang membuat tas itu.

“Dengan menggunakan produk Trashion berarti telah berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan, karena mengurangi dampak sampah plastik kemasan, dan membantu Usaha Kecil Menengah (UKM) yang memproduksinya,” kata Okti. (sumber : bisnis.com)